Sukoharjonews.com – Huawei baru saja secara resmi meluncurkan Pura 90s Pro dan Pura 90s Pro Max ke pasar internasional, memberikan dorongan global yang tepat untuk lini Pura 90 di luar China.
Dilansir dari Gizmochina, Sabtu (18/7/2026), kedua model ini memiliki banyak kesamaan DNA tetapi menciptakan identitas mereka sendiri tergantung pada apa yang Anda cari: ukuran, kecepatan pengisian daya, dan beberapa penyesuaian kamera. Pura 90s Pro Max memiliki layar OLED LTPO datar 6,9 inci yang luas (1.308 x 2.880 piksel). Pura 90s Pro yang lebih kecil hadir dengan panel LTPO 6,6 inci (1.256 x 2.760) yang lebih mudah dipegang dengan satu tangan. Kedua layar menggunakan lapisan anti-reflektif yang konon mengurangi pantulan hingga 70%, dan dilindungi oleh Kunlun Glass (generasi kedua pada Pro).
Fotografi tetap menjadi bintang utama di sini. Pro Max mencuri perhatian dengan sensor telefoto RYYB 200MP pertama di industri (1/1.28 inci, f/2.6, zoom optik 4x) yang mendukung foto makro dan bahkan video telefoto 20x berkat stabilisasi CIPA 7.0 yang kuat. Kamera utamanya adalah sensor LOFIC RYYB 50MP 1/1.28 inci dengan aperture yang dapat disesuaikan 10 langkah (f/1.4 hingga f/4.0) dan OIS, didukung oleh ultra-wide 40MP. Pura 90s Pro memiliki kamera utama 50MP yang sama (tanpa LOFIC), ultra-wide 12,5MP, dan telefoto 4x 50MP miliknya sendiri.
Di balik layar, kedua ponsel ini menggunakan chipset Kirin 9030S terbaru dari Huawei, tersedia dengan RAM 12GB dan penyimpanan 256GB atau 512GB. Keduanya hadir dengan EMUI 16 (berbasis AOSP 16). Konektivitasnya tampak solid: 5G, eSIM, Wi-Fi 7, Bluetooth 6.0, dan NearLink Huawei.
Kedua ponsel ini memiliki baterai 6.000mAh (meskipun model EU turun menjadi 5.500mAh karena peraturan). Pengisian daya lebih cepat pada Pro Max dengan kabel 100W dan nirkabel 80W, sedangkan Pro menggunakan kabel 66W dan nirkabel 50W.
Harga dan ketersediaan:
Dari segi ketersediaan, peluncurannya dilakukan secara bertahap. Di Malaysia, versi Pro dimulai dari MYR 3.700 atau Rp16,4 jutaan untuk versi 12/256GB dan MYR 4.000 atau Rp17,7 jutaan untuk model 12/512GB, dengan pemesanan awal sudah dimulai. Versi Pro Max dibanderol seharga MYR 4.900 atau Rp21,7 jutaan untuk versi 12/512GB.
Di Eropa, harga dimulai dari sekitar €900 atau Rp18,5 jutaan untuk versi Pro 12/256GB, naik hingga €1.050 atau Rp21,6 jutaan untuk versi 12/512GB. Versi Pro Max dimulai dari €1.150 atau Rp23,7 jutaan untuk versi 12/256GB dan naik hingga €1.300 atau Rp26,7 jutaan untuk versi 12/512GB. Peluncuran di Singapura dan Timur Tengah (dengan acara peluncuran pada 16 Juli) juga akan segera dilakukan. (nano)
Tinggalkan Komentar