Sukoharjonews.com – Pengaruh terlalu berlebihan mengonsumsi gula dan minuman manis akan membuat Anda merasa khawatir terhadap kesehatan tubuh. Anda perlu memperhatikan bahaya gula, pemanis buatan atau rendah kalori, serta bahaya mengonsumsi makanan dan minuman manis setiap hari.
Pada kesehatan, tubuh sangat membutuhkan kandungan glukosa, karena glukosa memiliki segi positif untuk otak serta sebagai sumber bahan bakar untuk tubuh, menurut Dr. Kristina Rother, selaku dokter anak NIH dan pakar pemanis. Tapi tidak semestinya menambahkan glukosa ke dalam makanan, karena tubuh Anda bisa menghasilkan glukosa dengan memecah molekul makanan yaitu seperti jenis karbohidrat, protein, dan lemak.
Dilansir dari News in Health, yang dikutip dari beberapa sumber, pada Selasa (26/12/2023) gula alami yang dapat menyehatan tubuh, dapat Anda temukan dari dalam makanan seperti buah-buahan, sayuran, dan susu. Tepatnya di Amerika, sekitar 15% kalori pada makanan orang dewasa banyak mengandung gula, yang setara dengan 22 sendok teh gula tambahan sehari. Selain itu orang Amerika mengonsumsi minuman yang dimaniskan dengan gula yaitu soda, miinuman energi, minuman olahraga atau bahkan jus buah yang masih ditambah pemanis. Hal tersebut meningkatkan kalori lebih tinggi dan bahaya untuk tubuh.
Pada kandungan gula yang berbahaya untuk kesehatan tubuh, organisasi kesehatan memberikan perhatian kepada orang Amerika guna mengurangi konsumsi gula tambahan, yang memang sulit untuk diidentifikasi. Selain itu telah ada daftar bahan-bahan yang tercantum sebagai sukrosa atau jenis gula disakarida yang terbentuk dari fruktosa dan glukosa yaitu (gula batu), pemanis jagung, sirup jagung fruktosa tinggi, konsentrat jus buah, nektar, gula mentah, sirup malt, sirup maple, pemanis fruktosa, fruktosa cair, madu, molase, dekstrosa anhidrat, dan sebagainya. Sehingga Anda akan tahu jumlah gula yang terdapat dalam makanan tercantum di bawah total karbohidrat pada label fakta gizi.
Para peneliti di Amerika belum dapat memastikan hasil pasti terkait bahaya pemanis buatan dapat menyebabkan kanker atau penyakit yang mempengaruhi kesehatan manusia secara serius. Sehingga menyebabkan perdebatan Masyarakat selama beberapa dekade ini.
Rother dan peneliti lain dianggarkan dari NIH guna mengulik efek kompleks pemanis buatan bagi kesehatan manusia. Peneliti menyampaikan bahwa pemanis buatan berdampak pada berat badan dan mikroba usus, yang mempengaruhi saat mencerna makanan.
Dr. Ivan de Araujo dari Universitas Yale menyampaikan, dampak pemanis buatan serta perbedaan antara gula dan pemanis terjadi banyak kontroversi. De Araujo dan peneliti lainnya juga memperlajari efek gula dan pemanis rendah kalori pada otak. Selain pada otak peneliti lain menyampaikan rasa manis pada pemanis buatan akan berpengaruh juga pada kesehatan gigi.
Perlu diperhatikan manisnya dari gula dan pemanis buatan dampak jangka panjangnya mengarah pada peningkatan berat badan. Hal yang paling penting, Anda mulai melakukan gaya hidup sehat, mulai menerapkan konsumsi makanan yang tidak diolah dengan kalori sedang, serta rajin untuk berolahraga.
Perlakuan seperti ini harus sudah diterapkan kepada anak-anak sejak dini, agar mereka tidak preferensi dengan makanan yang manis. Biasakan anak dengan mengonsumsi seperti sayuran, buah terlebih lagi 4 sehat 5 sempurna untuk menjaga keseimbangan kesehatan tubuh sejak dini.(Myatun-Mg2/cita)
Tinggalkan Komentar