Sukoharjonews.com – Rumah Sakit PKU (RS PKU) Muhammadiyah bersama SPPG Sukoharjo 2 mendatangi SDN Jetis 03, Kamis (16/4/2026). Kedatangan RS PKU dalam rangka mengedukasi siswa untuk membiasakan diri cuci tangan dengan sabun sebelum menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam kesempatan itu, seluruh siswa diberi penjelasan akan pentingnya mencuci tangan dengan sabun sebelum makan. Bahkan, siswa juga praktik langsung cuci tangan dengan sabun dengan baik dan benar.
Direktur RS PKU Muhammadiyah Sukoharjo, dr Resita Lukitawati mengatakan, budaya cuci tangan dengan sabun mampu membersihkan tangan dari kuman. Pasalnya, tangan adalah mediator masuknya kuman ke dalam tubuh.
“Biasanya, punggung tangan dan sela-sela jari sering terlupa, padahal, cuci tangan yang benar termasuk punggung tangan dan sela-sela jari,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk preventif terhadap penyakit dan menghindari kemungkinan keracunan. Pasalnya, keracunan tidak hanya bersumber dari menu MBG, tapi bisa juga karena tangan yang mengandung kuman.
“Jangan sampai terjadi keracunan pada siswa terkait MBG. Untuk itu, selain menu MBG yang sehat, juga faktor cuci tangan dengan sabun sangat penting sebagai bentuk pencegahan,” ujarnya.
Resita juga mengaku kegiatan menggandeng SPPG Sukoharjo 2 yang dikelola oleh RS PKU Muhammadiyah Sukoharjo.
Kepala SPPH Sukoharjo 2, Ade Herri Widyatama, mengaku senantiasa menjaga kebersihan dan kesehatan menu MBG yang dibagikan ke penerima manfaat dalam hal ini siswa sekolah. Menurutnya, dilakukan dua kali pengecekan terkait menu, oleh ahli gizi dan Kepala SPPG.
“Kami sudah memberikan pelayanan sejak Oktober 2025. Awalnya melayani 3.300 siswa dan saat turun menjadi 2.700 siswa,” ujarnya.
Ade juga mengaku, mulai minggu depan SPPG yang ia pimpin juga akan melayni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Sedangkan Kepala SDN Jetis 03, Ruwiyatun menyambut baik kegiatan tersebut karena sangat positif dan bermanfaat untuk siswa. “Sangat bagus karena anak-anak jadi paham bagaimana cuci tangan dengan sabun yang baik dan benar,” ujarnya.
Ruwiyatun mengaku, jumlah siswa di SDN Jetis 03 yang menerima MBG sebanyak 116 siswa dan 10 guru. “Alhamdullilah, siswa sangat antusias dengan program MBG ini, apalagi pas menunya menarik dan disukai,” ujarnya. (nano)
Tinggalkan Komentar