Ragam  

Sidak Pasar Kartasura, Tim Gabungan Temukan Daging Sapi Terindikasi Gelonggongan

Pedagang daging sapi. (Ilustrasi)

Sukoharjonews.com (Kartasura) – Tim gabungan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar tradisional, yakni Pasar Kartasura. Dalam sidak tersebut, petugas menemukan daging sapi yang terindikasi daging sapi gelonggongan. Tim gabungan sendiri selain untuk memonitor harga kebutuhan, sekaligus untuk mengetahui stok yang berada di lapangan. Terkait dugaan daging sapi gelonggongan tersebut, warga diimbau untuk berhati-hati dan selektif dalam membeli daging sapi.



Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo Netty Harjianti menyampaikan, dalam sidak tersebut instansi lain yang terlibat antara lain Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Dinas Kesehatan, Polres Sukoharjo, dan juga Bulog Telukan Grogol. Selain pantauan di Pasar Kartasura, tim juga memantau kondisi stok beras di Gudang Bulog Kartasura.

“Daging sapi tersebut terindikasi gelonggongan karena secara kasat mata daging banyak mengandung air. Daging juga tidak digantung dan hanya diletakkan di meja,” ujar Netty.

Menurutnya, kecurigaan petugas semakin besar karena daging sapi tersebut hanya dijual pada kisaran harga Rp95 ribu per kilogram. Padahal, saat ini harga harga daging sapi masih sekitar Rp100 ribu – Rp115 ribu per kilogram. Pedagang sendiri mengaku jika daging sapi tersebut berasal dari pengepul di Ampel, Kabupaten Boyolali. Selain itu, pada saat menjual pedagang juga tidak bisa menunjukan surat keterangan sehat sebagai syarat menjual daging sapi.

Mengetahui hal itu, petugas memberikan penjelasan agar menjual daging sesuai ketentuan. Petugas atas temuan tersebut meminta kepada pedagang untuk menjual daging sapi sesuai ketentuan. Artinya pada saat dijual digantung dengan tujuan mengurangi kadar air dan kering sehingga layak jual. Selain itu harga jual juga disesuaikan dengan pasaran.

Disisi lain, dalam pantauan tersebut belum ditemukan terjadinya lonjakan harga yang tidak wajar. Kenaikan harga yang terjadi masih dalam taraf kewajaran. Harga bawang putih yang selama ini mengalami lonjakan diketahui sudah mulai turun. Untuk stok barang juga masih mencukupi.

Sementara itu, Kabagops Polres Sukoharjo Kompol Teguh Prasetyo mengatakan, pemantauan dilakukan dengan melibatkan Polres Sukoharjo dengan sasaran sejumlah pasar tradisional seperti di Pasar Kartasura. Sebelumnya, jajaran Polres Sukoharjo juga telah menggelar kegiatan serupa di Pasar Ir Soekarno Sukoharjo. “Polisi melakukan pemantauan langsung untuk mengetahui stok dan pergerakan harga khususnya saat puasa Ramadan dan Lebaran nanti. Bila mana ada pelanggaran maka bisa dilakukan penindakan,” katanya. (erlano putra)



How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *