Polisi Pertimbangkan “Blokir” Grup Medsos Yang Dinilai Provokatif

Ilustrasi

Sukoharjonews.com (Sukoharjo) – Perkembangan isu-isu terkait dengan PT Rayon Utama Makmur (RUM) di media sosial utamanya Facebook terus dipantau Polres Sukoharjo. Bahkan, aparat penegak hukum mempertimbangkan untuk melakukan pemblokiran atau “suspend” grup di Facebook yang dinilai provokatif dan meresahkan masyarakat.



“Grup-grup di medsos terus kami pantau. Memang ada grup di medsos yang akhir-akhir ini kecenderungannya berisi hujatan, hasutan dan lain sebagainya,” ujar Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi, Selasa (6/3).

Dikatakan Kapolres, keberadaan grup di medsos tersebut masih dalam tahap pemantauan. Menurutnya, Polres bisa mengajukan pemblokiran grup medsos yang dianggap meresahkan karena isinya birisi hujatan, menyebarkan hoax dan lain sebagainya. Namun, Kapolres mengaku saat ini masih dalam tahap pemantauan terhadap keberadaan grup medsos tersebut.

Menurutnya, kemungkinan atas pemblokiran atas grup medsos yang meresahkan, bisa dilakukan. Untuk itu, dia mengingatkan para netizen untuk berhati-hati dalam menggunakan medsos. Pasalnya, saat ini sudah ada UU ITE yang mengatur bagaimana tatacara berkomunikasi di dunia maya dengan baik.

Sebab di sana (UU ITE) sudah jelas ada rambu-rambunya. Dimana semua tulisan atau apapun itu yang bersifat SARA, fitnah dan menebarkan kebencian, dapat dimintai pertanggungjawaban secara hukum. Karena itu, pihaknya mengimbau agar warganet menggunakan medsos dengan bijak. Kapolres tidak ingin netizen anggota grup di medsos berurusan dengan hukum karena komentarnya ataupun karena unggahan kontennya.

Sebelumnya, Komandan Kodim 0726/Sukoharjo Letkol Inf Chandra Ariyadi Prakosa juga mengaku terus mencermati perkembangan isu di medsos yang ada. Bahkan, Dandim menyebut ada pembelokan isu terkait penangkapan polisi terhadap pelaku yang diduga terkait dengan perusakan PT RUM. Isu yang berkembang ada penculikan terhadap pelakunya, padahal petugas melakukan penangkapan dan sesuai prosedur yang ada.

“Saya hanya berharap masyarakat menggunakan medsos dengan baik,” tegasnya.

Soal kemungkinan pemblokiran grup medsos, Dandim mengaku setuju ketika grup di medsos tersebut memang sudah terbukti dan terindikasi menyebarkan hal yang negatif. Sekali lagi, Dandim mengingatkan pada warga Sukoharjo agar menggunakan medsos dengan bijak. (erlano putra)



How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *