Penting untuk Diketahui, Anjuran Tidak Tergesa-gesa Mengejar Shalat Berjamaah

Ilustrasi. (Dok Kemenag)

Sukoharjonews.com – Anjuran untuk tidak tergesa-gesa dalam mengejar shalat berjamaah adalah salah satu adab yang diajarkan dalam Islam. Rasulullah menekankan pentingnya ketenangan dan ketertiban saat pergi untuk menunaikan shalat. Tergesa-gesa, apalagi dengan niat mengejar takbir pertama, dapat mengurangi kekhusyukan dan bahkan membahayakan diri sendiri serta orang lain.

Dikutip dari Bincang Syariah, Sabtu (18/4/2026), shalat merupakan ibadah yang bertujuan sebagai bentuk penghambaan diri kepada Allah Dzat yang menciptakan segala-galanya. Sebelum melaksanakan shalat, seseorang harus memenuhi persyaratan-persyaratannya. Pertama, Islam. Kedua, Baligh. Ketiga, Berakal. Keempat, suci dari haid dan nifas.

Agar shalat menjadi khusyuk dan fokus maka dibutuhkan kesiapan mental dan tak tergesa-gesa dalam menjalankannya terutama ketika hendak shalat berjamaah. Hal ini sesuai dengan hadis Nabi:

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: إذا أقيمت الصلاة، فلا تأتوها وأنتم تسعون، وأتوها وأنتم تمشون، وعليكم السكينة، فما أدركتم فصلوا، وما فاتكم فأتموا

Artinya:

”Diriwayatkan dari Abi Hurairah RA berkata, ‘Saya mendengar Nabi bersabda, ‘ketika hendak dilaksanakan shalat berjamaah maka jangan tergesa-gesa tetapi lakukanlah dengan tenang. Jika kalian mendapatkan shalat berjamaah maka shalatlah kalian dan bila ketinggalan maka sempurnakan rakaatnya. (HR: Bukhari-Muslim).

Menurut Imam al-Munawi dalam Faidhul Qadir menjelaskan bahwa hadis ini menganjurkan kepada orang yang hendak berjamaah untuk bersikap tenang, tak terburu-buru untuk mengejar keutamaan berjamaah tetapi bila tertinggal beberapa rakaat maka tinggal menyempurnakan kekurangannya.

Hal ini bertujuan agar seseorang mendapatkan keuntungan yaitu khusyuk dalam shalat sehingga menjadikan bermakna dan mendapatkan pahala. Pada dasarnya, Allah mencintai orang yang bersikap tenang, tak terburu-buru karena hal itu bersumber dari rayuan dari syaitan. Itulah sikap yang harus dipersiapkan seseorang sebelum melakukan shalat berjama’ah sehingga menambah keberkahan bersama.

Dengan demikian, anjuran tidak tergesa saat shalat Jamaah, sejatinya Islam menekankan keseimbangan antara semangat beribadah dan menjaga ketenangan dalam melakukannya. Dengan tidak tergesa-gesa, kita dapat lebih menikmati dan memaksimalkan kualitas shalat berjamaah. Selain itu, tindakan ini juga mencerminkan sikap tawadhu dan penghormatan terhadap waktu ibadah. (nano)

Nano Sumarno:
Tinggalkan Komentar