Ragam  

Penjelasan Sekda Sukoharjo Terkait Proses Hukum Proyek Gedung Pertemuan

Proyek gedung pertemuan Sukoharjo di Jalan Veteran yang sudah terhenti karena proses hukum.

Sukoharjonews.com (Sukoharjo) – Proyek pembangunan gedung pertemuan di Jalan Veteran Sukoharjo masih mendek hingga saat ini karena masih ada proses hukum yang sudah mencapai tingkat kasasi dari pelaksana proyek. Namun, ada perkembangan baru dimana pelaksana proyek, PT Chimarder 777 mencabut kasasi dan mengajukan gugatan baru di Pengadilan Negeri (PN) Sukoharjo.


“Jadi begini, kontraktor menilai kalau lanjut kasasi proses akan semakin lama dan memilih mengajukan gugatan baru dan harapannya proses hukum nanti bisa seleaai di tingkat PN saja melalui mediasi,” ungkap Sekretaris Daerah (Sekda) Sukoharjo, Widodo, Kamis (5/1/2023).

Dikatakan Widodo, kasus hukum tersebut bermula ketika Pemkab Sukoharjo memutus kontrak dengan pelaksana proyek karena kontraktor tidak mampu menyelesaikan proyek sesuai kontrak hingga 28 Desember 2021. Gugatan tersebut terus berlanjut hingga kasasi karena sebelumnya gugatan dimenangkan Pemkab Sukoharjo.

Karena menilai proses kasasi akan butuh waktu lama, kontraktor kemudian mencabut kasasi dan mengajukan gugatan baru sehingga proses hukum mulai dari awal lagi. Meski begitu, Widodo optimistis dengan gugatan baru tersebut proses hukum justru akan bisa cepat selesai melalui mediasi.


“Dalam gugatan baru ini ada perubahan nominal gugatan. Jika sebelumnya pada gugatan lama nilai yang digugat adalah Rp22 miliar, pada gugatan baru nilainya menyusut jadi Rp18 miliar,” jelasnya.

Menurutnya, sesuai jadwal mediasi akan dimulai pada 5 Januari ini. Widodo berharap dalam mediasi ini bisa mencapai kata sepakat sehingga proses hukum bisa selesai dan Pemkab bisa melanjutkan proyek pembangunan.

“Kalau tidak ada kesepakatan, ya prosesnya kembali mengikuti sesuai dengan prosedur hukum yang ada,” kata Sekda.

Dengan perkembangan yang ada tersebut, maka pihaknya tidak bisa serta merta menargetkan kapan proyek akan kembali dimulai. Sebab proses itu masih panjang dan butuh waktu. “Kalaupun tahun ini gugatan selesai, proyek tidak bisa serta merta dimulai. Harus dilakukan audit kontruksi lagi di lokasi untuk melihat kelayakan bangunan yang sebelumnya sudah ada,” lanjutnya.


Sementara itu, Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menegaskan, persoalan pembangunan gedung pertemuan akan menjadi prioritas untuk diselesaikan pada 2023 ini. Khususnya terkait dengan persoalan hukum. Etik berharap proses hukum selesai tahun ini dan proyek bisa segera dimulai lagi.

Untuk diketahui, proyek pembangunan gedung pertemuan tersebut dikerjakan oleh PT Chimarder 777 dari Semarang selaku pemenang lelang. Kontrak pengerjaan selama 145 hari terhitung mulai 5 Agustus hingga 28 Desember 2021.

Nilai kontrak pembangunan gedung pertemuan tersebut sebesar Rp44,622 miliar. Namun, dalam pelaksanaannya PT Chimarder 777 tidak bisa menyelesaikan pekerjaan dan tidak diberi perpanjangan kontrak karena Pemkab Sukoharjo mengambil keputusan untuk memutus kontrak hingga akhirnya menuai gugatan. (nano)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *