Panen Raya, Meski Harga Turun Tetap Disambut Gembira Petani

Anggota TNI terlihat tengah mendampingi petani di Kecamatan Mojolaban melakukan panen beberapa waktu lalu.

Sukoharjonews.com (Sukoharjo) – Sebagian wilayah di Kabupaten Sukoharjo tengah memasuki musim panen. Kondisi tersebut disambut gembira oleh petani karena di saat bersamaan harga Gabah Kering Panen (GKP) masih cukup tinggi berkisar Rp4.000-Rp4.300 per kilogram (kg). Harga tersebut di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang sebesar Rp3.700 per kg. Meski masih diatas HPP, harga tersebut mengalami penurunan dibanding panen sebelumnya.



Seperti diketahui, pola tanam yang belum serentak membuat musim panen setiap wilayah berbeda-beda. Saat ini, ada wilayah yang baru mulai tanam, namun ada juga sebagian wilayah lain yang sudah memasuki masa panen. Seperti diungkappan petani asal Desa Gumpang, Kecamatan Kartasura Suryanto yang mengaku saat ini petani di Gumpang sudah panen raya.

“Panen sudah sejak awal Maret lalu sampai sekarang. Panen padi yang dilakukan secara bersamaan memengaruhi perubahan harga jual gabah,” ujarnya, Rabu (21/3).

Dia mengatakan, saat ini harga GKP sekitar Rp4.000-Rp4.300 per kg. Menurutnya, meski harga tersebut diatas HPP, harga tersebut justru turun dibandingkan panen sebelumnya yang mencapai Rp5.000 perkilogram. Penurunan terjadi karena panen raya di sejumlah wilayah membuat stok gabah melimpah. Meski mengalami penurunan, namun petani tetap gembiran karena harga masih diatas HPP.

Suryanto mengatakan, hasil panen padi di lahan seluas 2.000 meter persegi sudah laku dibeli oleh langganannya pengusaha penggilingan padi. Kondisi gabah panen dalam keadaan baik karena memiliki kualitas yang baik. “Kondisi gabah baik tidak rusak jadi panen padi saya laku Rp4.300 per kg. Kondisi gabah yang baik, diakui Suryanto karena masih utuh dan tidak banyak yang pecah. Selain itu, karena kadar air rendah sehingga membuat harga jual masih tinggi di atas HPP.

“Meski panen di musim hujan, syukurlah kualitas padi masih baik. Kadar air juga tidak terlalu tinggi,’ ujarnya.

Hal senada dikatakan asal Desa Geneng, Kecamatan Gatak, Widodo. Menurutnya, harga gabah petani sekarang sangat terpengaruh panen raya disejumlah daerah. Kondisi tersebut dimanfaatkan oleh para tengkulak dengan mempermainkan harga. Widodo mengaku petani tidak punya pilihan karena harus segera menjual gabah hasil panen untuk menghindari kerusakan dan kerugian.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo Netty Harjianti mengatakan, panen raya padi di Sukoharjo terjadi dimulai pada Maret sampai April. Sebaran panen raya disejumlah daerah berbeda menyesuaikan dengan awal panen. Panen raya padi membuat lega Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo. Pasalnya, gabah panen petani bisa membantu ketersediaan stok pangan daerah dan nasional. (erlano putra)



How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.