Menolak Ditipu, Jangan Tergiur Iming-Iming Biaya Umroh Murah

Kepala Kemenag Sukoharjo Ihsan Muhadi.

Sukoharjonews.com (Sukoharjo) – Kasus penipuan jamaah umroh terus saja terjadi. Setelah First Travel yang menghebohkan, satu persatu kasus penipuan biro perjalanan umroh terus muncul. Yang terbaru adalah Abu Tours yang menimbulkan kerugian calon jamaah hingga Rp1,8 triliun. Agar terhindar dari penipuan, Kementerian Agama (Kemenag) Sukoharjo mengimbau masyarakat untuk tidak tergiur dengan iming-iming biaya umroh murah lagi.



“Kasus penipuan yang muncul harus jadi pelajaran. Intinya, selektif memilih biro perjalanan dan jangan terbujuk jika ditawari biaya umrohnya murah,” tandas Kepala Kemenag Sukoharjo Ihsan Muhadi, Sabtu (31/3).

Menurutnya, selama ini masyarakat tergiur pergi umroh dengan biaya murah. Kondisi itu dimanfaatkan oleh biro perjalanan untuk menggaet masyarakat. Awalnya, ujar Ihsan, kemungkinan biro tersebut benar-benar memberangkatkan jamaah dengan biaya murah sehingga informasi tersebut tersebar dari mulut ke mulut sehingga menarik masyarakat yang lain.

Nah, saat banyak warga yang mendaftar dengan biaya murah, potensi penipuan akan semakin besar. Pasalnya, untuk memberangkatkan jamaah umroh tersebut ada batasan limit biayanya. “Mungkin awalnya biro rugi memberangkatkan jamaah dengan biaya murah, setelah banyak yang daftar, tentunya biro tidak mau rugi lagi,” tegasnya.

Dikatakan Ihsan, pemerintah telah menetapkan biaya umroh minimal Rp20 juta berlaku tahun 2018. Sehingga patokan harga ini bisa menjadi batasan rasional penawaran perjalanan ibadah umroh ke tanah suci. Untuk itu, ketika ada biro perjalanan yang menawarkan biaya umroh di bawah Rp20 juta, masyarakat harus mewaspadainya.

Dati berbagai kasus penipuan biro perjalanan umroh, dinilai Ihsan sudah bisa menjadi pelajaran masyarakat agar kasus serupa tidak terulang. Jika hendak menjalankan ibadah umroh, Ihsan meminta masyarakat untuk selektof memilih biro. Mencari informasi biro tertentu melalui situs resmi pemerintah, biro perjalanan ibadah mana saja yang terdaftar di Kemenag. Termasuk rekam jejak biro perjalanan tersebut dalam memberangkatkan jamaah umrohnya.

Disinggung warga Sukoharjo yang jadi korban penipuan umroh, Ihsan mengaku sejauh ini belum ada laporan yang masuk. Tapi, tidak menutup kemungkinan ada warga Sukoharjo yang jadi korban tapi malu untuk melapor. Bisa warga Sukoharjo mendaftar umroh melalui daerah lain.

“Saat ini belum ada biro perjalanan ibadah umroh resmi di Sukoharjo. Yang ada hanya kantor cabang atau perwakilan dari biro umroh daerah lain. Jumlah yang terdaftar hanya dua,” pungkasnya. (erlano putra)



How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.