Sukoharjonews.com (Jakarta) – Pembangunan proyek strategis New Priok Eastern Access (NPEA) Seksi 1, yakni dari STA.0+000 (IC NPEA) hingga STA.2+777 (P38) dikerjakan oleh PT Hutama Karya (Persero). Serah terima kontrak telah dilakukan beberapa waktu lalu.
EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Adjib Al Hakim, mengatakan proyek ini bersifat strategis karena akan mengurangi kemacetan dan mempercepat arus logistik.
Jalur sepanjang 2,78 kilometer tersebut akan menghubungkan Terminal Kalibaru Pelabuhan Tanjung Priok ke Jalan Tol Cibitung-Cilincing (JTCC), dimulai dari KM 108 JTCC sampai Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Utara.
“Pembangunan akses baru ini akan memberikan alternatif jalur logistik yang selama ini hanya mengandalkan satu akses melalui gerbang masuk New Priok Container Terminal,” terang Adjib, dikutip dari laman KabarBUMN, Senin (21/7/2025)
Proyek ini merupakan kerja sama antara Hutama Karya dan Brantas Abipraya (Hutama Abipraya KSO) dengan proporsi 55% dikerjakan oleh Hutama Karya. Jalan utama selebar 29,8 meter terdiri atas dua jalur dan masing-masing tiga lajur.
Ruang lingkup pekerjaan mencakup jalan utama sepanjang 2,7 km dan pembangunan 4 ramp di Area IC NPEA.
Selain itu, akan dibangun 4 ramp di Simpang Marunda, yaitu 2 ramp on dan off di sisi selatan serta 2 ramp on dan off di sisi utara. Konstruksi jalan utamanya berupa jalan layang, yang meliputi Jembatan Balance Cantilever, Jembatan Gelagar Beton, Jembatan Gelagar Baja, serta Jembatan Pile Slab.
Adjib menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan proyek ini digunakan berbagai teknologi mutakhir untuk memastikan kualitas dan efisiensi.
“Untuk membantu mengkoordinasikan seluruh tahapan pembangunan dengan lebih efisien dan berkualitas.”
“Kami memanfaatkan teknologi terdepan meliputi alat uji khusus yang dapat mengecek kekuatan beton secara langsung di lapangan, penggunaan bahan ringan khusus untuk mengatasi tanah yang lembek, drone LiDAR untuk pemetaan area konstruksi, dan sistem manajemen digital yang membantu,” jelasnya.
Dalam upaya mendukung pembangunan berkelanjutan, proyek ini juga dirancang menggunakan material ramah lingkungan. Adjib menyebutkan bahwa proyek ini memanfaatkan bahan seperti beton dengan fly ash, slag, dan material daur ulang untuk mengurangi emisi karbon. Selain itu, pengelolaan limbah dilakukan melalui sistem manajemen limbah konstruksi untuk mengurangi dampak lingkungan.
Pembangunan ini akan memperkuat posisi Pelabuhan Kalibaru yang nantinya memiliki sembilan terminal modern dan kapasitas jutaan kontainer per tahun. Proyek ini juga akan memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian lokal dengan menyerap ribuan tenaga kerja selama fase konstruksi.
“Kehadiran jalan akses tambahan ini diharapkan menjadi solusi strategis untuk mengurai kemacetan di wilayah DKI Jakarta.”
“Jalan ini akan menjadi jalur alternatif yang mengakomodasi pergerakan kendaraan dari dan menuju pusat kota, kawasan pelabuhan, kawasan industri, serta area strategis lainnya, termasuk kawasan presidensial,” terang Adjib.
Manfaat dari proyek ini juga mencakup efisiensi biaya dan waktu perjalanan logistik, mempercepat kegiatan bongkar muat pelabuhan, serta memperlancar distribusi barang. Efek domino dari hal ini akan meningkatkan produktivitas dan mempercepat pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Jakarta dan area pelabuhan.
“Pembangunan ini akan memecah konsentrasi kepadatan lalu lintas container dari dan menuju Pelabuhan Terminal Kalibaru yang selama ini hanya terdapat satu akses,” imbuh Adjib.
Komitmen Hutama Karya Abipraya KSO sebagai pelaksana konstruksi diwujudkan dalam mendukung inisiatif strategis PT Pelindo guna mengembangkan infrastruktur transportasi nasional.
Proyek ini menyentuh dua kawasan penting yaitu Kawasan Berikat Nusantara (KBN), kawasan TNI AL, serta Jalan Tol Cibitung – Cilincing yang merupakan bagian dari Jakarta Outer Ring Road 2.
Adjib menyampaikan bahwa untuk menjamin kelancaran aktivitas di kedua wilayah strategis tersebut, pihaknya akan melakukan analisis teknis yang komprehensif dan menjalin komunikasi intensif dengan para pemangku kepentingan.
“Untuk menjaga kelancaran aktivitas di kedua wilayah tersebut, kami akan melakukan analisis teknis menyeluruh, serta koordinasi intensif dengan pemangku kepentingan dan instansi terkait, khususnya dalam memastikan pergerakan lalu lintas dari dan menuju KBN tetap berjalan lancar,” tambah Adjib. (nano)
Tinggalkan Komentar