Sukoharjonews.com (Sukoharjo) – Kasus kematian positif corona di Sukoharjo naik signifikan. Seperti dalam update per 10 Juli kemarin dimana dalam sehari ada kenaikan 10 kasus kematin. Saat ini, total kematian positif corona di Sukoharjo mencapai 557 kasus. Kasus kematian terbanyak masih ada di Kartasura dengan 86 kasus dan paling sedikit di Kecamatan Gatak dengan tujuh kasus kematian.
“Harus dipahami jika pandemi belum berakhir, prokes tetap harus dijalankan. Saat ini total kasus positif sebanyak 8.440 kasus dan 557 diantaranya meninggal dunia,” tandas Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, Minggu (11/7/2021).
Berdasarkan data Instagram Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo, kasus kematian terbanyak ada di Kecamatan Kartasura dengan 86 kasus. Setelah Kartasura, disusul Mojolaban 77 kasus kematian, Sukoharjo 73 kasus, Grogol 59 kasus, Baki 54 kasus, Polokarto 55 kasus, Nguter 38 kasus, Bendosari 29 kasus, Weru 30 kasus, Tawangsari 28 kasus, Bulu 21 kasus, dan Gatak tujuh kasus kematian.
Kematian untuk kasus positif corona sudah menyebar di 12 kecamatan. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona meningkatkan kewaspadaan dan mengingatkan warga Sukoharjo untuk tetap disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan yakni 5M. Masing-masing memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun, menjauhi kerumunan, serta mengurangi mobilitas.
Saat ini, kasus aktif turun jadi 685 kasus, rinciannya Kecamatan Nguter 145 orang, Grogol 107 orang, Baki 122 orang, Mojolaban 99 orang, Bulu 68 orang, Sukoharjo 63 orang, dan Polokarto 45 orang. Kemudian Kecamatan Tawangsari lima orang, Gatak 14 orang, Weru tujuh orang, Kartasura sembilan orang, dan Kecamatan Bendosari satu orang.
Tinggalkan Komentar