Sukoharjonews.com – Pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Sukoharjo mendapat perhatian Bupati Etik Suryani yang melakukan pantauan ke lokasi, Senin (15/6/2026). Proyek Sekolah Rakyat di Sukoharjo menempati lahan 5,1 hektar dan dikerjakan oleh Kementerian PU.
Progres pembangunan sendiri sudah mencapai 82% hingga medio Juni ini dan ditargetkan difungsionalkan pada tahun ajaran baru ini.
“Saya ingin melihat sejauh mana pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Sukoharjo. Alhamdulillah progresnya sudah mencapai 82%,” ujar Etik.
Menurutnya, pemerintah daerah menargetkan seluruh pekerjaan utama dapat diselesaikan pada 20 Juni 2026. Sementara pihak penyedia jasa konstruksi menyatakan kesiapan untuk menuntaskan pekerjaan hingga awal Juli guna mengejar pelaksanaan penerimaan siswa dan dimulainya tahun ajaran baru.
“Nanti target tanggal 20 Juni 2026 harus sudah selesai untuk mengejar penerimaan murid baru. Penyedia jasa juga siap menyelesaikan pekerjaan sampai 5 Juli. Tentunya kami berterima kasih kepada pemerintah pusat, khususnya Bapak Presiden, yang telah memberikan kepercayaan kepada Kabupaten Sukoharjo untuk mendirikan Sekolah Rakyat,” katanya.
Etik berharap keberadaan Sekolah Rakyat mampu menjadi solusi bagi persoalan pendidikan, terutama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang selama ini berisiko putus sekolah karena keterbatasan ekonomi.
“Mudah-mudahan ini bermanfaat bagi anak-anak kami di Kabupaten Sukoharjo. Sehingga tidak ada lagi anak putus sekolah. Semua anak bisa sekolah dan para orang tua dapat terbantu karena kebutuhan pendidikan anak sudah difasilitasi melalui Sekolah Rakyat,” ungkapnya.
Ia optimistis program tersebut dapat melahirkan generasi muda yang cerdas dan berprestasi.
“Harapan kami anak-anak menjadi generasi yang hebat dan cerdas sesuai cita-cita bersama,” lanjutnya.
Dari hasil peninjauan, bangunan untuk jenjang SMA disebut telah hampir selesai dan siap digunakan. Selain itu, minat masyarakat terhadap Sekolah Rakyat juga cukup tinggi. Hal tersebut terlihat dari kuota peserta didik jenjang SMP dan SMA yang telah terpenuhi.
“Alhamdulillah untuk SMP dan SMA kuotanya sudah terpenuhi masing-masing tiga rombongan belajar. Untuk SD memang belum terpenuhi, saat ini baru sekitar 23 anak yang mendaftar dari Sukoharjo,” jelas Etik.
Ia berharap pemerintah pusat melalui berbagai lembaga sosial dapat membantu memperluas sosialisasi kepada masyarakat agar semakin banyak keluarga yang mengetahui keberadaan dan manfaat Sekolah Rakyat.
“Karena sebenarnya masyarakat banyak yang menanti. Terbukti kuota SMP dan SMA sudah terpenuhi. Banyak masyarakat yang membutuhkan dan berharap anaknya bisa sekolah di sini,” tambahnya. (nano)
Tinggalkan Komentar