Sukoharjonews.com – Ada dua jenis jahe: kering dan segar. Pernahkah Anda berpikir mana yang lebih baik untuk Anda? Sebelum menebak jawabannya, simak artikel ini untuk mengetahuinya.
Dilansir dari Healthshots, Sabtu (17/10/2026), secangkir teh harian terasa kurang lengkap tanpa tambahan jahe, yang di India juga dikenal sebagai ‘adrak’. Jahe memberikan sentuhan rasa rempah yang lembut dan aroma yang menyegarkan. Selain sebagai penambah cita rasa teh, jahe juga memiliki khasiat obat; jahe dapat meredakan mual, masalah pencernaan, serta gejala flu musiman umum seperti pilek dan batuk. Namun pertanyaannya, jenis jahe mana yang sebaiknya digunakan—kering atau segar? Meskipun keduanya menawarkan berbagai manfaat kesehatan, kami meminta pendapat ahli untuk mengetahui mana yang lebih baik.
Apa saja manfaat jahe kering?
Jahe kering, yang juga dikenal sebagai “sonth”, dibuat dengan cara mengeringkan rimpang jahe segar lalu menggilingnya menjadi bubuk halus. Proses ini menghilangkan sebagian besar kandungan air serta memusatkan cita rasa dan khasiat obatnya. Berikut adalah manfaat jahe kering menurut Dr. Archana Batra, seorang ahli gizi, fisioterapis, dan edukator diabetes bersertifikat:
Meningkatkan pencernaan: Jahe kering dikenal luas karena kemampuannya dalam memperbaiki pencernaan. Jahe kering dapat meredakan gangguan pencernaan, mengurangi perut kembung, dan meringankan rasa tidak nyaman pada saluran pencernaan.
Sifat anti-inflamasi: Jahe kering mengandung senyawa dengan sifat anti-inflamasi yang berpotensi membantu mengatasi kondisi peradangan serta meredakan nyeri otot dan sendi.
Mendukung kesehatan pernapasan: Jahe kering dapat membantu meringankan masalah pernapasan. Jahe ini juga sering digunakan untuk meredakan batuk, pilek, dan sakit tenggorokan.
Apa saja manfaat jahe segar?
Jahe segar, dalam bentuknya yang mentah dan alami, sangat dihargai karena khasiat kuliner dan pengobatannya. Jahe memiliki cita rasa yang tajam, menyengat, dan sedikit manis. Manfaat jahe segar antara lain:
– Anti-mual: Jahe segar dikenal luas karena khasiatnya dalam mengatasi mual. Jahe sering digunakan untuk meredakan mabuk perjalanan, “morning sickness” (mual di pagi hari) saat hamil, dan mual akibat berbagai kondisi lainnya. Mengunyah potongan kecil jahe segar atau menyeduh teh jahe bisa menjadi cara yang efektif.
– Kandungan antioksidan: Jahe kaya akan antioksidan yang membantu melawan stres oksidatif dan berpotensi mengurangi risiko penyakit kronis.
– Baik untuk pencernaan: Sama seperti jahe kering, jahe segar mendukung pencernaan dengan merangsang produksi air liur dan empedu, yang membantu memecah makanan serta mencegah gangguan pada saluran pencernaan.
– Obat untuk pilek: Jahe segar juga umum dikonsumsi sebagai obat untuk pilek dan flu, karena dapat membantu meredakan gejala dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Mana yang lebih baik: jahe kering atau jahe segar?
Berlawanan dengan anggapan umum bahwa jahe segar lebih baik daripada jahe kering, kenyataannya justru sebaliknya. Menurut National Library of Medicine, proses pengeringan jahe segar meningkatkan kandungan antioksidannya dengan cara menghilangkan kadar air. Namun, ini bukan berarti jahe segar sama sekali tidak mengandung antioksidan; hanya saja kadar antioksidannya berkurang saat digunakan dalam masakan.
Selain itu, sebuah penelitian tahun 2013 yang diterbitkan di PubMed Central mengkaji efek jahe segar dan jahe kering terhadap virus pernapasan pada sel manusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jahe segar dapat membantu melindungi sistem pernapasan, sementara jahe kering tidak memberikan efek yang sama.
Selain itu, Dr. Batra menjelaskan bahwa menurut Ayurveda, jahe kering membantu menyeimbangkan “vata”, sedangkan jahe segar cenderung meningkatkannya—yang berpotensi menyebabkan penumpukan gas, perut kembung, dan masalah pencernaan. Oleh karena itu, untuk mengatasi flu musiman, pilek, batuk, dan masalah pernapasan, disarankan untuk memilih air atau teh jahe kering dibandingkan air jahe segar.
Jahe kering adalah pilihan yang baik, namun penting untuk tidak sepenuhnya menghindari jahe segar dari pola makan Anda, karena jahe segar tetap menawarkan manfaat yang berharga. Manfaatkanlah keunggulan dari kedua jenis jahe tersebut! (nano)
Tinggalkan Komentar