Inbox SCTV Sukoharjo, Kepala Orang Dipukul Balok Beton dan Besi

Prajurit Grup 2 Kopassus Kandang Menjangan mengadu kepalanya dengan balok beton di Panggung Inbox Sukoharjo, Sabtu (9/12).

Sukoharjonews.com – Event akbar Inbox SCTV di Alun-alun Satya Negara semakin lengkap dengan atraksi mengagumkan prajurit TNI AD. Selain mengirim kendaraan perang, TNI juga mempersiapkan prajurit-prajurit dengan kemampuan yang tidak lazim.

Ya siang itu, host-host dan penonton Inbox SCTV dibuat terkagum-kagum dengan kempampuan personel Grup 2 Kopassus Kandang Menjangan, Kartasura tersebut. Betapa tidak, prajurit-prajurit itu mengadu anggota badannya dengan besi dan beton. Balok beton hancur dan besi-besi patah dengan sekali pukulan tangan.

Besi-besi yang dipukulkan ke kepala, paha, dan betis mereka juga langsung patah. Tidak hanya itu, salah satu prajurit juga mengadu kepalanya dengan sejumlah balok beton dalam satu tempo. Dengan konsentrasi penuh satu persatu balok beton yang ditata berjajar hancur setelah kepala prajurit itu menyentuh balok tersebut.

Yang paling unik, aksi mematahkan besi yang ditaruh diatas dua lampu neon yang dilakukan dua prajurit siang itu. Satu orang tampak memegang dua lampu yang terbuat dari kaca dan satu orang lainnya menaruh besi di atas lampu itu.

Dengan penuh keyakinan dan konsentrasi dia mengayunkan tanggannya ke arah besi itu. Besi tersebut patah dan lampu yang terbuat dari kaca itu masih tetap utuh. Para host Inbox SCTV tampak penasaran dengan kemampuan para prajurit tersebut.



Mereka bertanya bagimana cara bisa memperoleh kemampuan tersebut. Salah satu prajurit mengatakan mereka adalah perwakilan Grup 2 Kopassus Kandang Menjangan. Atraksi yang ditampilkan siang itu dalah kemampuan bela diri Merpati Putih.

“Merpati Putih merupakan seni bela diri asli Indonesia,” kata salah satu prajurit.

Dia menjelaskan, Bela Diri Merpati Putih digunakan orang-orang Indonesia sejak jaman kerajaan. “Awalnya hanya diajarkan untuk peronel Kopassus, Polisi dan Paspampres. Tapi sekarang masyarakat sudah bisa mempelajarinya,” jelas prajurit baret merah itu.

Dia menjelaskan, setiap orang bisa mempunyai kemampuan tersebut. Menurutnya, prajurit Kopassus sudah bisa menguasai ilmu itu hanya dengan belajar dalam waktu enam bulan. “Semua orang bisa, tinggal latihan dan konsentrasi,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, para host Inbox SCTV berpesan, untuk tidak meniru adegan-adegan berbahaya tersebut. Atraksi itu hanya dilakukan orang-orang dengan kemampuan khusus. “Jangan meniru adegan ini tanpa latihan khusus,” ujar para host Inbox SCTV.

Mereka juga berpesan untuk tidak menggunakan ilmu bela diri untuk kejahatan. “Ilmu bela diri seperti ini hanya untuk ‘save defense’ bukan untuk jago-jagoan,” imbuh mereka. (Sofarudin)

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.