Sukoharjonews.com – Hujan yang berlangsung semalaman membuat Desa Gentan Kecamatan Baki Sukoharjo dilanda banjir, Rabu (15/4/2026). Akbatnya, sebanyak 108 kepala keluarga (KK) di Dukuh Keden RT 01 RW VII harus mengungsi karena rumah terencam air sejak Selasa (14/4/2026) malam.
Pada Rabu (15/4/2026) pagi, sejumlah warga sudah mulai balik ke rumah masing-masing. Salah satu warga, Wawan Juniadi, mengatakan banjir dipicu hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Solo Raya sejak Selasa siang hingga Rabu dini hari.
“Untuk di Desa Gentan, hujan sudah turun sejak Selasa siang dan terus berlangsung sampai sekitar pukul 02.00 WIB dini hari. Air mulai naik sekitar pukul 18.00 WIB, terus meninggi hingga warga akhirnya mengungsi pada malam hari,” ujarnya.
Menurut Wawan, ketinggian air pada puncak banjir mencapai selutut orang dewasa, bahkan di beberapa titik mencapai 80 sentimeter hingga 1 meter. Di dalam rumahnya sendiri, air tercatat setinggi 70 hingga 80 sentimeter.
Setelah sempat surut pada Rabu subuh, debit air kembali mengalami kenaikan akibat hujan yang masih mengguyur wilayah tersebut. Warga pun tetap waspada mengingat kondisi cuaca masih mendung dan berpotensi hujan kembali.
“Kalau melihat kondisi awan masih mendung, kemungkinan hujan bisa turun lagi. Ini yang membuat warga tetap bertahan di tempat pengungsian,” ungkapnya.
Ia menilai banjir kali ini tergolong cukup parah karena hampir seluruh warga di RT 01 terdampak dan harus mengungsi. Para warga memilih mengungsi ke wilayah yang lebih tinggi untuk menghindari genangan air.
Wawan juga menyebut banjir besar terakhir yang melanda wilayah tersebut terjadi pada tahun 1997, sementara pada tahun 2006 sempat terjadi banjir namun dengan skala lebih kecil.
“Kalau dibandingkan, ini termasuk parah. Karena semua warga di RT ini, sekitar 108 KK terdampak. Ini belum termasuk RT lain seperti RT 03 dan RT 04,” jelasnya.
Diduga, banjir terjadi akibat tingginya intensitas hujan yang merata di wilayah Solo Raya, termasuk daerah hulu seperti Boyolali dan Kartasura, sehingga menyebabkan aliran air melimpah ke wilayah Gentan. (nano)
Tinggalkan Komentar