Gojek Solo Raya Mogok Tuntut Pengembalian Tarif Minimum

Ribuan driver Gojek Solo Raya mogok dan menggelar aksi demo menuntut tarif dikembalikan, Kamis (22/3). Aksi dilakukan di Kantor PT Gojek Indonesia Solo Baru.

Sukoharjonews.com (Grogol) – Mitra Gojek Solo Raya menggelar aksi mogok dan menggelar demo, Kamis (22/3). Aksi dilakukan di Solo Baru, Grogol, Sukoharjo. Mitra Gojek Solo Raya menuntut pada PT Gojek Indonesia (PT GI) untuk mengembalikan tarif minimum.



Aksi tersebut dilakukan dengan longmarch dari Jalan Proklamasi menuju Kantor PT GI di komplek Ruko selatan The Park Mall. Selama longmarch, mereka melakukan orasi dan menuntut PT GI untuk mengembalikan tarif minimum.

“Solo sebagai ujicoba dan kami tidak mau. Hari ini Gojek se-Solo Raya gelar aksi penolakan ke Kantor PT GI,” tandas Koordinator Aksi Budi BLS.

Dikatakan Budi, PT GI per 21 Maret kemarin menurunkan tarif pendapatan minimum dari Rp8.000 menjadi Rp5.000. Itupun dari Rp5.000 masih dipotong Rp1.000 oleh PT GI sehingga “driver” Gojek hanya menerima Rp4.000.

Baca Juga : Aksi Mogok Gojek Diperpanjang Hingga 28 Maret

Budi menegaskan, penurunan tarif tersebut sangat tidak manusiawi. “Bayangkan saja, nasi bandeng saja Rp2.000, es teh Rp2.000. Lantas, pengemudi Gojek dapat apa. Untuk itulah kami menuntut agar tarif dikembalikan seperti semula,” tandasnya.

Pengemudi Gojek peserta aksi Eko Haryadi juga mengatakan, para pengemudi baru mengetahuinya pada Rabu (21/3). Sejak tahu ada kebijakan baru tersebut, para pengemudi Gojek lantas bersepakat untuk menonaktifkan akun. Sehingga sejak Rabu siang hingga saat ini Solo Raya menjadi zona merah karena tidak ada “driver” Gojek yang aktif.

“Tahunya baru kemarin kalau ada penurunan tarif minimum dari Rp8.000 jadi Rp4.000,” ujarnya.

Eko juga mengatakan, aksi keprihatinan tersebut diikuti semua pengemudi Gojek se-Solo Raya. Untuk itu, bisa dipastikan saat ini wilayah Solo Raya tidak ada “driver” Gojek yang aktif. Artinya, masyarakat tidak bisa melakukan order Gojek.

“Coba saja dilihat dalam peta Gojek, Solo Raya jadi zona merah semua. Artinya, tidak ada Gojek yang aktif,” ujarnya sembari menunjukkan peta Gojek Solo.

Pengemudi yang lain Tri Hariono dari Sukoharjo juga mengaku senada. Menurutnya, penurunan tarif tersebut diujicobakan di Solo Raya. Kemungkinan besar, jika Solo berhasil akan diteruskan di kota-kota lainnya. Untuk itulah dia berharap pengemudi Gojek kompak untuk menolak penurunan tarif tersebut.

“Kami harap tarif dikembalikan seperti semula dan kami aktif kembali sehingga masyarakat bisa order Gojek lagi” ujarnya. (etlano putra)



How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.