Gara-Gara Masalah Harga, Kapolres Sukoharjo Melakukan Ini

Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi bersama instansi terkait melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga kebutuhan pokok di Pasar Ir Soekarno Sukoharjo dan Pasar Telukan, Grogol, Rabu (20/12).

Sukoharjonews.com (Sukoharjo) – Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi nekat melakukan blusukan pasar, Rabu (20/12). Aksi Kapolres tersebut dalam rangka melakukan inspeksi mendadak (sidak) terkait harga kebutuhan pokok masyarakat menjelang Natal dan Tahun baru. Sidak dilakukan di Pasar Ir Soekarno Sukoharjo dan Pasar Telukan, Grogol.

Dalam sidak tersebut, Kapolres juga disertai sejumlah pejabat terkait. Seperti Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Sutarmo, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan, serta Wakil Kepala Bulog Subdivre Surakarta Sasmito Arya dan lainnya. Sidak tersebut fokus memantau perkembangan harga kebutuhan pokok utamanya daging sapi, telur, gula pasir, dan beras.

“Pantauan harga ini dilakukan menindaklanjuti instruksi Kapolrti melakui Kapolda dimana untuk menjaga kondusivitas Kamtibmas salah satunya memastikkan ketersediaan 11 bahan pokok masyarakat,” ujar Kapolres usai sidak.

Menurutnya, data dari stake holder sebelumnya ketersedian 11 bahan pokok aman dan ditindaklanjuti dengan cek ke lapangan. Dari pengecekan itu akan diketahui bagaimana stok barang, daya beli, dan terpenting adalah harga. Dalam pantauan pihaknya fokus tiga kebutuhan pokok, yakni daging sapi, telur dan gula putih, ditambah beras.

Dari pantauan di dua pasar, ujarnya, hingga kini komoditas kebutuhan pokok masyarakat dalam kondisi yang normal. Artiya, ketersediaan stok masih cukup bahkan melebihi. Dari sisi hargapun kalau ada kenaikan secara segmen pasar masib cukup wajar. “Dari dialog dengan pedagang, stok tidak ada kesulitan. Intervensi pasar mengenai harga menjelang Natal dan Tahun Baru juga tidak berpengaruh. Kalau ada kenaikan tidak signifikan,” tegasnya.



Disinggung soal indikasi penimbunan, Kapolres mengaku cukup mudah pengecekannya. Yakni, ketika dicek kondisi pasar harganya mengalami lonjakan. Kalau harga ada lonjakan sementara pemerintah menyatakan stok siap, artinya ada masalah di jalur distribusi. Kapolres juga mengatakan, Kapolri sudah menekankan pada jajaran hingga level bawah Polres dan Polsek untuk terus berkoordinasi dnegan stake holder dan memastikan jalur distruibusi aman.

“Kalau ada spekulan atau tengkulak yang mencoba memainkan harga pada jalur tersebut bisa diantisipasi dan sedini mungkin. Kalau terbukti kami akan bertindak tegas,” ujarnya.

Disisi lain, Kapolres juga mengaku sudah melakukan pemantauan terkait peredaran gas LPG 3 kg yang sempat dikeluhkan sulit didapat. Menurutnya, terkait gas LPG 3 kg bersubsidi sudah melakukan pantauan bersama Hiswana Migas, Pertamina dan dinas terkait.
Pengecekan dilakukan di sejumlah rumah makan dan juga tempat-tempat yang diduga menggunakan gas LPG 3 kg bersubsidi untuk sumber daya.

Dikatakan Kapolres, dalam pantauan tersebut diketahui masih banyaknya masyarakat yang tidak paham jika gas LPG 3 kg hanya boleh digunakan untuk usaha kecil saja. Untuk itu, petugas Pertamina mengarahkan masyarakat menengah ke atas menggunakan gas dengan level yang sesuai, yakni gas nonsubsidi.

Sedangkan Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Sukoharjo Sutarmo mengakui jika harga kebutuhan pokok terus dipantau. Selama ini, pantauan rutin dilakukan di tiga pasar masing-masing Pasar Tawangsari, Pasar Ir Soekarno, dan Pasar Bekonang. Dari pantauan tersebut diketahui pergerakan harga masih wajar.

“Untuk tiga pasar itu pergerakan harga dipantau secara rutin dan hingga kini belum ada lonjakan harga. Kalau ada kenaikan sifatnya masih wajar,” ujarnya.

Terpisah, sejumlah pedagang di Pasar Ir Soekarno dan juga Pasar Telukan mengaku belum ada lonjakan harga barang kebutuhan. Kalaupun ada kenaikan, nilainya belum terlalu besar. Salah seorang pedagang daging sapi di Pasar Telukan, Purwanti mengaku harga daging sapi super mencapai Rp110 ribu. Sedangkan untuk daging sapi kelas dua Rp90 ribu per kilogram.

“Harganya stabil tidak ada kenaikan. Yang cepat laku yang daging kelas dua,” ujar Purwanti yang mengaku daging kelas duanya sudah habis.

Begitu juga untuk harga telur ayam dan gula pasir dimana saat ini untuk telur Rp25 ribu per kg. Salah satu pedagang Rumini mengaku kenaikan dalam beberapa hari ini dimana sebelumnya harga teluar berkisar Rp22 ribu hingga Rp23 ribu per kg. Dia juga mengaku untuk harga beras sedikit mengalami kenaikan. (erlano putra)

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.