Dwarflab Luncurkan Draco, Teleskop Pintar Portabel yang Dirancang untuk Astrofotografi Serius

Teleskop Dwarflab Draco. (Foto: Gizmochina)

Sukoharjonews.com – Dwarflab telah mengumumkan Draco, sebuah teleskop pintar baru yang memadukan apertur 90mm dan pelacakan otomatis dalam satu unit seberat 5,5 kg (12,1 pon). Perangkat ini dirancang untuk menyederhanakan astrofotografi objek langit dalam (deep-sky) dengan mengotomatiskan proses penyelarasan dan pengambilan gambar, sembari tetap menyediakan perangkat keras yang diperlukan untuk pemotretan dengan waktu eksposur lama.

Spesifikasi Dwarflab Draco
Dilansir dari Gizmochina, Kamis (17/9/2026), Draco mampu melakukan pengambilan gambar dengan eksposur tunggal hingga durasi 300 detik. Dudukan teleskop “alt-azimuth” standar sering kali mengalami masalah rotasi bidang (field rotation) selama eksposur lama, yang dapat menyebabkan bintang tampak kabur seiring pergerakan langit.

Untuk mengatasinya, Draco memutar sensor gambar CMOS-nya secara fisik guna mengikuti pergerakan langit. “Guide scope” bawaannya memantau pelacakan dan mengoreksi kesalahan secara real-time. Dudukan logamnya juga dapat dimiringkan untuk mengubah mode teleskop menjadi mode ekuatorial, sehingga tidak diperlukan sistem dudukan terpisah.

Dari segi optik, teleskop ini mengusung desain “folded” (lipat) f/3.8 dengan panjang fokus 340mm. Kamera telefoto utamanya menggunakan sensor 50 megapiksel berukuran 1/1,3 inci. Saat memotret objek langit dalam yang redup seperti galaksi, sistem ini menerapkan teknik pixel binning 2×2 untuk menghasilkan gambar 12 megapiksel. Hal ini meningkatkan ukuran piksel efektif menjadi 2,4µm, yang memperbaiki kemampuan penangkapan cahaya dan mengurangi noise.

Untuk objek yang lebih terang di dalam tata surya, Draco menggunakan resolusi penuh sensor sebesar 50 megapiksel guna menangkap detail yang lebih halus. Teleskop ini juga dilengkapi kamera sudut lebar (wide-angle) sekunder dengan panjang fokus setara 23,3mm untuk memotret lanskap yang lebih luas dan gambar Bima Sakti.

Dwarflab menawarkan Draco dalam dua konfigurasi. Edisi Standar dibanderol seharga USD1.399 atau Rp24,6 jutaan dan dilengkapi dengan filter “dual-narrowband” H+O bawaan untuk memotret nebula emisi, serta filter ND internal untuk pemotretan Matahari. Aplikasi akan beralih secara otomatis ke filter ND saat Anda ingin mengamati Matahari.

Jika Anda menginginkan data “narrowband” yang lebih kompleks, tersedia Edisi SHO dengan harga USD1.599 atau Rp. Model ini mengganti filter ND internal dengan filter S+O. Sistem dapat mengatur urutan kedua filter internal tersebut secara otomatis untuk menangkap data Sulfur, Hidrogen, dan Oksigen, yang kemudian digabungkan oleh aplikasi menjadi citra SHO standar dengan nuansa biru dan emas. Untuk pemotretan Matahari pada model SHO, filter ND eksternal (yang sudah disertakan dalam paket) harus dipasang secara manual.

Aplikasi pendampingnya menangani fungsi-fungsi utama teleskop pintar seperti fokus otomatis (autofocus), “plate solving”, dan “live stacking” dengan kalibrasi “dark-frame” otomatis. Mode Pro memberikan kendali manual atas eksposur dan “gain”, sementara dukungan ekspor format FITS dan TIFF memungkinkan Anda memproses data mentah menggunakan perangkat lunak penyuntingan eksternal.

Perangkat keras ini ditenagai oleh baterai 10.000 mAh yang mampu bertahan hingga lima jam penggunaan. Teleskop ini juga dilengkapi fitur pendinginan sensor aktif untuk meminimalkan “thermal noise” selama sesi pengamatan yang lama. Pemesanan awal saat ini sudah dibuka di situs web Dwarflab, dengan estimasi pengiriman dalam waktu tiga bulan. (nano)

Nano Sumarno:
Tinggalkan Komentar