DPRD Gelar Sidang Paripurna Istimewa Hari Lahir Kabupaten Sukoharjo ke-76

Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menyerahkan dokumen Hari Lahir Kabupaten Sukoharjo kepada Ketua DPRD. Wawan Pribadi, Jumat (15/7/2022).

Sukoharjonews.com (Sukoharjo) – DPRD Kabupaten Sukoharjo menggelar Sidang Paripurna Istimewa Peringatan Hari lahir Kabupaten Sukoharjo ke-76. Dalam sidang paripurna tersebut dilakukan proses penyerahan dokumen Petikan PP Nomor: 16/SD/1976 dari Bupati Sukoharjo, Etik Suryani kepada Ketua DPRD, Wawan Pribadi. Sidang Paripurna Istimewa tersebut dihadiri segenap pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) plus dan jajaran pejabat di lingkungan Pemkab Sukoharjo.



Sidang Paripurna sendiri dimulai ketika rombongan Bupati dan Pejabat Forkopimda tiba di Kantor DPRD usai melakukan kirab dari halaman Setda Pemkab Sukoharjo. Terlihat, pimpinan dan anggota DPRD, Bupati, Wakil Bupati, dan seluruh pejabat yang hadir mengenakan busana jawa, beskap untuk laki-laki dan kebaya untuk perempuan.

“Sebelum sidang paripurna kita mulai marilah kita mengingat sejarah berdirinya Kabupaten Sukoharjo dimana Kabupaten Sukoharjo berdiri dari bersatunya tiga kawedanan, yakni Kawedanan Sukoharjo, Kawedanan Bekonang, dan Kawedanan Kartasura,” ujar Wawan.

Menurutnya, tiga kawedanan tersebut merupakan wilayah dari Kasunanan Surakarta hingga pimpinan pada saat itu memiliki ide untuk membuat kabupaten baru. Selanjutnya, Komite Nasional Indonesia Wilayah Surakarta memberikan perintah kepada KRMT Soewarno Honggopati Tjitrohoepoyo untuk menjadi bupati. Hal itu berdasarkan pada PP Nomor: 16/SD/1946 yang kemudian dijadikan Hari lahir Kabupaten Sukoharjo.

Penetapan tersebut kemudian dikukuhkan melalui Perda Sukoharjo Nomor 17 tahun 1986 tentang Hari Lahir Kabupaten Sukoharjo. Usai penyerahan dokumen Petikan PP Nomor: 16/SD/1945, agenda sidang paripurna selanjutnya adalah mendengarkan pidato Bupati Sukoharjo.

Suasana Sidang Paripurna Istimewa Hari Lahir Kabupaten Sukoharjo di DPRD, Jumat (15/7/2022).

Dalan pidatonya, Bupati Etiuk Suryani menyampaikan, peringatan Hari Lahir Kabupaten Sukoharjo merupakan kenangan masa lalu, untuk menginspirasi menghadapi masa depan atas pembangunan yang berjalan lambat. Masyarakat dan segenap kekuatan yang ada di Kabupaten Sukoharjo, tidak lupa atau melupakan sejarah. Dalam masa pandemi seperti saat ini, sangat penting untuk kembali menumbuhkan ekonomi masyarakat. Hal tersebut sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Sukoharjo yaitu “Mewujudkan Masyarakat Sukoharjo yang Lebih Sejahtera”.

Seperti yang kita ketahui bersama, ujar Bupati, pandemi corona sudah melandai dan menjadi kelegaan bagi seluruh masyarakat untuk bergerak maju menciptakan kehidupan ekonomi yang lebih luas. Turunnya status PPKM ke tahap 1 membuat semua mata pencaharian berangsur pulih sehingga perekonomian masyarakat dapat tumbuh menuju Sukoharjo yang lebih sejahtera.

Mempertahankan penurunan status PPKM merupakan kerja bersama antara eksekutif dengan dukungan legislatif, dan seluruh masyarakat Sukoharjo termasuk TNI-Polri. Hal tersebut juga didukung dengan perilaku masyarakat yang patuh, patuh terhadap protokol kesehatan sehingga status PPKM di Kabupaten Sukoharjo dapat diturunkan.



“Kabupaten Sukoharjo berupaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Semua pemimpin bekerja sama untuk pemulihan ekonomi masyarakat. Masyarakat belum pada tahap yang paling buruk akibat pandemi corona, kami dukung melalui berbagai program yang dapat membantu masyarakat diantaranya Festival Kuliner UMKM dan bantuan subsidi kepada para pelaku UMKM,” terang Bupati.

Bupati juga menyampaikan, Hari Lahir Kabupaten Sukoharjo ke-76 merupakan momentum bagi kita untuk bercermin pada masa depan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo. Bupati juga mengajak kepada eluruh elemen masyarakat untuk menjaga rasa persatuan dan kesatuan, menjaga semangat membangun Sukoharjo tercinta untuk pemulihan ekonomi masyarakat dalam rangka mewujudkan Kabupaten Sukoharjo yang lebih sejahtera.

Selain itu, Bupati juga mengibau kepada masyarakat untuk tetap waspada untuk menjaga kebiasaan hidup sehat, disiplin dan taat hukum dalam penyelenggaraan pemerintahan, masyarakat dan pelayanan publik, serta bekerja lebih keras, lebih sehat, lebih produktif, lebih ikhlas, dan lebih inovatif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. (nano)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.