Corona Aktif Sukoharjo Tinggal 49 Kasus, Berikut Update Data Sebarannya Tiap Kecamatan

Waspada virus Corona. (Ilustrasi)

Sukoharjonews.com (Sukoharjo) – Kasus positif corona di Kabupaten Sukoharjo mengalami penurunan signifikan dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan update pada 2 Oktober 2021, kasus positif corona aktif di Sukoharjo tinggal 49 kasus yang tersebar di 11 kecamatan. Sebaran positif corona aktif terbanyak masih di Kecamatan Kartasura dengan 13 kasus.




“Dari 12 kecamatan, saat ini kasus positif corona aktif paling banyak masih di Kecamatan Kartasura dengan 13 kasus, kemudian Sukoharjo enam kasus, dan Kecamatan Nguter serta Bendosari masing-masing lima kasus,” jelas Jubir Satgas Penanganan Corona Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, Kamis (30/9/2021).

Berikut ini data kasus positif corona aktif dan kasus kematian tiap kecamatan berdasarkan update per 2 Oktober 2021:

KECAMATANPOSITIF AKTIFKASUS KEMATIAN
GROGOL6199
KARTASURA5186
SUKOHARJO3146
BAKI3132
TAWANGSARI269
BENDOSARI2110
NGUTER292
WERU172
MOJOLABAN1136
GATAK160
POLOKARTO1115
BULU049
JUMLAH271.366

Jika melihat data tersebut, untuk kasus kematian positif corona terbanyak bergeser di Kecamatan Grogol dengan 196 kasus. Kemudian Kecamatan Kartasura 186 kasus kematian dan Sukoharjo dengan 145 kasus kematian.

Saat ini akumulasi kasus positif corona di Sukoharjo hingga 2 Oktober 2021 mencapai 14.881 kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.356 kasus meninggal dan 49 kasus aktif. Untuk kasus aktif tersebut terdiri dari 27 kasus isolasi mandiri dan 22 kasus rawat inap di rumah sakit. Ddari 12 kecamatan, satu kecamatan yakni Kecamatan Bulu sudah terbebas dari kasus positif aktif.

Yunia menambahkan, tren kenaikan kasus positif belum berhenti. Untuk itu, masyarakat diimbau untuk disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes), yakni 5M. Masing-masing memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menjauhi kerumunan, serta mengurangi mobilitas.

Disisi lain, untuk program vaksinasi corona terus dilakukan dimana sasaran penerima vaksin terus bertambah. Mulai dari tenaga kesehatan, petugas layanan publik, lanjut usia (lansia), guru, disabilitas, masyarakat umum usia 12+, ibu hamil, dan warga dengan penyakit kronis. Percepatan vaksinasi dilakukan dalam tiga hari ini untuk mengejar target vaksinasi 70%. (nano)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed