Sukoharjonews.com – Baseus telah membuka pemesanan awal (pre-order) untuk pengisi daya GaN berdaya tinggi yang ringkas. Perangkat ini dirancang untuk mengatasi dua keluhan umum terkait pengisian daya cepat untuk banyak perangkat sekaligus: penumpukan panas dan penurunan daya keluaran seiring berjalannya waktu.
Dilansir dari Gizmochina, Selasa (27/10/2026), Baseus EnerGeek GH21 adalah pengisi daya GaN 160W yang mendukung berbagai protokol pengisian daya dan dilengkapi dengan layar. Perangkat ini cukup ringkas dengan dimensi 45 × 47 × 77,4 mm dan berat sekitar 230 g (tanpa kemasan). Input mendukung rentang tegangan standar 100–240V. Masing-masing dari ketiga port USB-C yang tersedia mampu menyalurkan daya hingga 140W secara mandiri; jika digunakan secara bersamaan (dua atau tiga port), total daya maksimum yang dihasilkan adalah 160W.
Fitur unggulannya adalah sistem pendingin aktif. Baseus mengadopsi desain pendingin udara ala perangkat e-sports dengan jalur aliran udara melingkar, yang diklaim mampu meningkatkan pembuangan panas sebesar 35%. Di dalamnya terdapat turbofan sentrifugal DC berkecepatan tinggi dengan motor levitasi magnetik yang berputar hingga 12.500 RPM dan menghasilkan aliran udara sebesar 0,96 CFM—128% lebih besar dibandingkan desain konvensional. Tersedia pula mode tidur (sleep mode) yang memungkinkan Anda mematikan kipas secara manual agar perangkat lebih senyap saat digunakan di malam hari.
Tampilan bagian dalam pengisi daya Baseus EnerGeek GH21 yang memperlihatkan kipas pendingin dan chip AI. Berkat area termal berbahan grafena seluas 2.584 mm² yang dipadukan dengan kontrol suhu adaptif berbasis AI, pengisi daya ini diklaim mampu menurunkan suhu sebesar 18°C dalam 10 menit pertama penggunaan daya penuh, lalu stabil di kisaran 66°C—sekitar 15°C lebih dingin dibandingkan kebanyakan pengisi daya berdaya tinggi dengan sistem pendingin pasif. Baseus menyatakan bahwa perangkat ini dapat mempertahankan daya penuh hingga 72 jam tanpa mengalami penurunan performa akibat panas (thermal throttling).
Manajemen daya ditangani oleh teknologi PowerTune 3.0, yang memantau port setiap tiga detik dan mengatur distribusi daya agar proses pengisian tidak terganggu saat perangkat lain disambungkan atau dilepas. Port C3 secara khusus mendukung protokol Hyper Charge 120W dari Xiaomi, sehingga perangkat seperti Xiaomi 17 Pro dapat terisi hingga 80% dalam waktu sekitar 30 menit.
Di bagian depan terdapat layar TFT penuh warna berukuran 1,8 inci yang menjalankan antarmuka BaseusView 2.0. Layar ini menampilkan daya secara waktu nyata (real-time), estimasi waktu yang tersisa, suhu, serta statistik lainnya. Selain itu, perangkat ini menyajikan ringkasan singkat setelah pengisian daya selesai, mendukung fitur ketuk dua kali untuk memutar orientasi layar, bahkan menyediakan beberapa pilihan screensaver yang menarik.
Pemesanan awal (pre-order) telah dibuka di China dengan harga 399 yuan, atau sekitar Rp1 jutaan. (nano)
Tinggalkan Komentar