BYD Tantang Tesla dan Xpeng dengan Teknologi Self-Driving Gratis di EV Murah

Mobil listrik BYD. (Foto: Gizmochina)

Sukoharjonews.com – BYD telah mengumumkan bahwa sistem bantuan pengemudi (ADAS) canggihnya, yang disebut “God’s Eye,” kini akan disertakan di semua kendaraan listriknya tanpa biaya tambahan.

Dikutip dari Gizmochina, Senin(17/2/2025), sistem ini memungkinkan pengemudian jalan raya otonom hingga 600 mil tanpa campur tangan pengemudi. Kini sistem ini tersedia di lebih dari dua lusin model BYD, termasuk Seagull mini EV, sedan Qin Plus, dan hatchback Dolphin, tanpa kenaikan harga apa pun.

Sistem baru BYD membuat teknologi self-driving dapat diakses oleh pembeli yang sadar anggaran. Seagull mini EV, dengan harga RMB 69.800 atau Rp158,3 jutaan, kini menyertakan versi “God’s Eye” tingkat pemula.

Semua model BYD dengan harga di atas RMB 100.000 atau Rp226,8 jutaan dilengkapi dengan versi lengkap sistem tersebut. Tidak seperti pesaingnya, BYD tidak menggunakan sensor LiDAR yang mahal pada model kelas bawahnya, membantu menekan biaya sekaligus mempertahankan fungsionalitas otonom.

Bagaimana teknologi gratis BYD memengaruhi pasar?
Pengumuman tersebut telah mengguncang industri otomotif. Analis memperkirakan kenaikan harga sebesar RMB 3.000 atau Rp6,8 jutaan karena penyertaan ADAS, tetapi BYD mempertahankan harga yang ada.

Langkah perusahaan tersebut menempatkannya di depan Tesla, yang sistem Full Self-Driving (FSD)-nya berharga RMB 64.000 atau Rp145,1jutaan dan hanya tersedia untuk kendaraan dengan harga di atas RMB 227.500 atau Rp515,9 jutaan. Sementara itu, sistem BYD tersedia pada mobil dengan harga semurah RMB 69.800 atau Rp158,3 jutaan.

Apa rencana BYD di masa mendatang?
BYD bertujuan menjadikan teknologi self-driving sebagai fitur standar di semua mobil, mirip dengan sabuk pengaman dan kantung udara. Perusahaan berencana untuk memperluas kemampuan “God’s Eye” melalui pembaruan over-the-air (OTA), yang memungkinkan navigasi mandiri di perkotaan pada tahun 2025. Dengan hampir 4,3 juta kendaraan listrik terjual pada tahun 2024 dan pertumbuhan yang diharapkan sebesar 22% pada tahun 2025, BYD memposisikan dirinya sebagai pemimpin dalam kendaraan listrik otonom.

Bagaimana ini akan memengaruhi persaingan?
Kemajuan pesat BYD telah memberi tekanan pada pesaing seperti Xpeng dan Tesla. Tesla masih menunggu persetujuan regulasi untuk sistem FSD-nya di China, sementara BYD telah mendapatkan lisensi uji mengemudi berbantuan Level 3. Sementara itu, produsen mobil Jepang seperti Nissan dan Honda berjuang untuk mengikuti transisi kendaraan listrik.

Kemitraan BYD dengan perusahaan AI DeepSeek semakin memperkuat posisinya. Sistem “DiPilot”, yang disertakan dalam model BYD di bawah USD10.000 atau Rp162,6 jutaan, menawarkan otonomi Level 2, yang memungkinkan fitur-fitur seperti perubahan jalur, pengereman otomatis, dan parkir jarak jauh. Sistem ini menggunakan jaringan saraf yang digerakkan oleh AI untuk pengambilan keputusan secara real-time, yang terus ditingkatkan dengan data dari armada BYD yang terus bertambah.

Dengan keterjangkauan dan kemajuan teknologi yang luar biasa, BYD sedang membentuk kembali masa depan mobil self-driving, menjadikan berkendara secara otonom dapat diakses oleh semua orang. (nano)

Nano Sumarno:
Tinggalkan Komentar