Sukoharjonews.com – Jagung adalah jajanan kaki lima yang populer; tidak hanya lezat, tetapi juga menyehatkan. Berikut adalah beberapa manfaat mengonsumsi jagung.
Dilansir dari Healthshots, Rabu (9/9/2026), selain rasanya yang sangat lezat dan sedikit manis, jagung memiliki manfaat kesehatan yang luar biasa. Jajanan populer ini merupakan camilan enak yang mengenyangkan sekaligus menyehatkan. Jagung kaya akan serat, karbohidrat, dan protein. Jagung juga mengandung vitamin A, B, dan C, serta mineral penting seperti magnesium, fosfor, dan kalium.
Jagung bisa menjadi tambahan yang lezat untuk sup, salad, dan tumisan, serta membantu memberikan tambahan energi secara instan. Jagung juga memiliki khasiat melawan kanker dan membantu melancarkan pencernaan. Namun, konsumsi jagung yang berlebihan dapat menyebabkan kenaikan berat badan; oleh karena itu, kita perlu memperhatikan porsi makannya. Simak terus artikel ini untuk mengetahui lebih lanjut tentang nilai gizi jagung, manfaat mengonsumsinya, serta cara mengonsumsi yang tepat.
Apa itu jagung?
Jagung atau “Zea mays” adalah tanaman serealia yang termasuk dalam keluarga rumput-rumputan “Poaceae” dan menghasilkan biji-bijian yang dapat dimakan. “Jagung merupakan makanan pokok di banyak budaya di seluruh dunia dan umum dikonsumsi dalam berbagai bentuk, seperti jagung goreng, jagung rebus, “cornmeal” (tepung jagung kasar), tepung jagung halus, dan sirup jagung,” ujar ahli gizi Veena V.
Jagung kaya akan serat, vitamin, dan mineral. Menurut “Annals of New York Academy of Sciences”, jagung berasal dari Meksiko sejak 7.000 tahun yang lalu. Tanaman ini awalnya tumbuh sebagai rumput liar sebelum akhirnya dikembangkan menjadi sumber pangan yang baik oleh penduduk asli Amerika. Dengan kepadatan energi sebesar 365 kkal/100 g, jagung dapat ditemukan di seluruh dunia.
Nilai gizi jagung
Apakah jagung baik untuk kesehatan Anda? Ya, Departemen Pertanian AS (USDA) mencatat nilai gizi jagung untuk takaran 3,5 ons (100 gram) jagung kuning rebus.
– Kalori: 96 kkal
– Protein: 3,4 gram
– Karbohidrat: 21 gram
– Serat: 2,4 gram
– Lemak: 1,5 gram
Jagung kaya akan karbohidrat, serat, vitamin (seperti vitamin C dan folat), serta mineral penting, termasuk seng (zinc), magnesium, tembaga, zat besi, dan mangan. “Jagung terutama mengandung serat tidak larut, sehingga dicerna secara perlahan. Oleh karena itu, salah satu manfaat kesehatan terbesar jagung adalah tidak menyebabkan lonjakan kadar gula darah yang tidak sehat, menjadikannya makanan dengan indeks glikemik rendah,” jelas Veena.
Apa itu minyak jagung?
Digunakan untuk memasak, minyak jagung merupakan jenis minyak nabati olahan. Minyak ini khususnya digunakan untuk teknik menggoreng dengan banyak minyak. Jagung menjalani proses pemurnian untuk menghasilkan minyak jagung. Meskipun kaya akan vitamin E, banyak vitamin dan mineral yang hilang selama proses ekstraksi minyak dari jagung ini. Minyak jagung juga digunakan sebagai pelumas dan bahan pembersih industri.
Vitamin dan mineral
Penasaran apakah jagung itu menyehatkan? Ya, jagung mengandung beragam vitamin dan mineral; namun, jumlah kandungan vitamin dan mineral tersebut bergantung pada jenis jagung yang dimaksud.
1. Popcorn
Popcorn adalah salah satu camilan paling populer, terutama saat menonton film. Popcorn juga kaya akan vitamin dan mineral. Popcorn mengandung mangan, meskipun penyerapannya dari jagung mungkin tidak terlalu optimal. Selain itu, kandungan fosfor dalam popcorn membantu pertumbuhan serta pemeliharaan jaringan tubuh. Popcorn juga mengandung magnesium, seng, dan tembaga.
2. Jagung manis
Jagung manis mengandung asam pantotenat (vitamin B5), asam folat, vitamin B6, serta niasin. Selain itu, jagung manis juga mengandung kalium. Namun, kandungan mineral dalam popcorn lebih tinggi dibandingkan dengan jagung manis.
Apa saja manfaat kesehatan jagung?
Jagung merupakan sumber nutrisi penting yang baik—seperti serat, vitamin, dan mineral—yang berkontribusi pada kesehatan dan kesejahteraan tubuh secara keseluruhan, ujar ahli gizi Ekta Singhwal.
1. Jagung dapat meningkatkan kesehatan pencernaan
Serat dalam jagung membantu proses pencernaan dan melancarkan buang air besar secara teratur. Jagung juga dapat membantu mencegah sembelit. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam JAMA menyatakan bahwa konsumsi kacang-kacangan, jagung, serta popcorn dapat mengurangi risiko divertikulitis, yaitu kondisi terbentuknya kantong-kantong menonjol pada saluran pencernaan.
2. Jagung meningkatkan kesehatan jantung
Jagung mengandung antioksidan dan dapat membantu menurunkan kadar kolesterol. Jagung mengandung senyawa seperti folat, kalium, dan sterol tumbuhan yang bermanfaat bagi kesehatan jantung. Folat membantu menurunkan kadar homosistein, sehingga mengurangi risiko penyakit jantung. Kalium membantu mengatur tekanan darah, sementara sterol tumbuhan membantu menurunkan kadar kolesterol, menurut American Heart Association. Jagung kaya akan serat, dan menurut Academy of Nutrition and Dietetics, mengonsumsi 25 gram serat per hari bagi wanita dapat mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.
3. Mengonsumsi jagung dapat meningkatkan energi
Karbohidrat yang terkandung dalam jagung memberikan tambahan energi dengan cepat. Oleh karena itu, jagung menjadi pilihan yang tepat bagi orang yang aktif. Jagung memiliki karbohidrat yang dengan cepat memberikan energi bagi tubuh. Karbohidrat dalam jagung dipecah menjadi glukosa, yang digunakan oleh sel-sel tubuh untuk memproduksi energi, sehingga mendukung vitalitas dan stamina secara keseluruhan.
4. Meningkatkan kesehatan mata
Jagung merupakan sumber karotenoid yang baik, termasuk lutein dan zeaxanthin, yang bermanfaat bagi kesehatan mata. Senyawa-senyawa ini membantu melindungi mata dari degenerasi makula terkait usia dan katarak dengan cara menyaring cahaya biru yang berbahaya serta mengurangi kerusakan oksidatif pada retina. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam JAMA mengamati bahwa partisipan yang mengonsumsi karotenoid seperti lutein dan zeaxanthin memiliki risiko 43% lebih rendah terkena AMD (degenerasi makula terkait usia), yaitu suatu penyakit mata.
5. Membantu pengelolaan berat badan
Kandungan serat dalam jagung memberikan rasa kenyang, menjadikannya camilan yang sehat. Hal ini membantu pengelolaan berat badan dengan mengurangi asupan kalori secara keseluruhan. Jagung memiliki kandungan kalori dan lemak yang relatif rendah, sehingga cocok dimasukkan dalam pola makan untuk menjaga berat badan. Kandungan seratnya meningkatkan rasa kenyang, membantu mengendalikan nafsu makan, dan mencegah makan berlebihan. Sebuah penelitian pada tikus yang diterbitkan dalam “Nutrition Research and Practice” mengamati bahwa kelompok tikus yang diberi asupan rambut jagung selama 8 minggu memiliki berat badan yang jauh lebih rendah.
6. Jagung dapat meningkatkan kesehatan kulit
Karena jagung merupakan sumber antioksidan dan vitamin, jagung membantu menjaga kesehatan kulit. Jagung berpotensi mencegah tanda-tanda penuaan. Studi yang diterbitkan dalam jurnal *Molecules* ini mengevaluasi efek ekstrak rambut jagung terhadap produksi melanin. Hasilnya menunjukkan adanya penurunan signifikan pada pigmentasi kulit.
7. Jagung mendukung sistem kekebalan tubuh
Menurut Singhwal, vitamin seperti vitamin C yang terkandung dalam jagung berperan dalam mendukung sistem kekebalan tubuh. Hal ini membantu tubuh melawan penyakit. Selain itu, sebuah studi yang diterbitkan dalam “Food Science and Human Wellness” menyatakan bahwa jagung juga dapat menurunkan risiko penyakit kronis.
8. Mengurangi risiko anemia
Jagung mengandung zat besi yang penting untuk mencegah anemia akibat kekurangan zat besi. Kandungan ini sangat bermanfaat bagi orang dengan kadar zat besi rendah. Sebuah studi dalam “The American Journal of Clinical Nutrition” menyebutkan bahwa suplementasi prenatal menggunakan campuran jagung dan kedelai dapat membantu mencegah anemia pada ibu hamil.
Bagaimana cara memasak dan mengonsumsi jagung?
Anda bisa memasak jagung dengan cara merebusnya selama 3–5 menit atau memanggangnya selama sekitar 10–15 menit hingga empuk. Setelah matang, jagung bisa dinikmati langsung dari tongkolnya, dipipil untuk campuran salad atau salsa, atau diolah ke dalam berbagai hidangan seperti “casserole”, taco, roti gulung, bahkan kari.
Apa cara paling sehat untuk mengonsumsi jagung?
Baik jagung bakar maupun jagung kukus, ada banyak cara untuk menikmatinya. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum mengonsumsi jagung.
1. Hindari jagung olahan
Jagung juga tersedia dalam kemasan kaleng yang menarik, namun memilih biji jagung utuh jauh lebih sehat dibandingkan produk jagung olahan.
2. Pilih metode memasak yang tepat
Anda bisa mengukus, memanggang, atau merebus jagung, dan rasanya tetap lezat. Hindari menggoreng jagung karena metode ini dapat mengurangi kandungan nutrisinya.
3. Gunakan bumbu yang sehat
Saat membeli jagung dari penjual, perhatikan kesehatan Anda jika ingin menambahkan mentega, bubuk cabai, atau garam secara berlebihan. Konsumsi mentega dan garam yang berlebihan tidak baik bagi berat badan maupun kesehatan jantung Anda. Cobalah menggunakan rempah-rempah sebagai alternatif bumbu.
Apakah ada efek samping dari mengonsumsi jagung?
Singhwal menyarankan agar Anda menikmati jagung sebagai bagian dari pola makan seimbang dan dalam porsi yang wajar. Anda juga perlu mempertimbangkan kebutuhan nutrisi serta kondisi kesehatan pribadi. Mengonsumsi jagung secara berlebihan dapat menimbulkan beberapa efek samping.
1. Lonjakan gula darah
Karena jagung mengandung cukup banyak pati, konsumsinya dapat meningkatkan kadar gula darah Anda. Oleh karena itu, penderita diabetes perlu lebih berhati-hati dan membatasi asupan jagung.
2. Perut kembung
Serat memang baik untuk kesehatan pencernaan, namun asupan yang berlebihan dapat menyebabkan perut kembung atau penumpukan gas. Hal ini bisa terjadi karena tubuh tidak dapat mencerna serat sepenuhnya.
3. Kelebihan kalori
Mengonsumsi terlalu banyak jagung dapat berkontribusi pada asupan kalori yang berlebihan. Asupan kalori yang terlalu tinggi tentu tidak baik bagi mereka yang sedang berupaya menurunkan berat badan.
4. Alergi
Menurut Singhwal, mungkin terdapat kasus alergi jagung yang jarang terjadi. Hal ini dapat menyebabkan reaksi yang merugikan, seperti munculnya bentol-bentol merah yang gatal pada kulit, muntah, diare, atau hidung meler. (nano)
Tinggalkan Komentar