Begini Fakta Sebenarnya Kasus Pencurian di Nglawu Desa Telukan

Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas menggelar rilis terkait hoax kasus pencurian di Dukuh Nglawu, Desa Telukan, Grogol, Rabu (29/4/2020).

Sukoharjonews.com (Sukoharjo) – Beberapa waktu sempat viral di media sosial mengenai kasus pencurian di Dukuh Nglawu RT 01/02, Desa Telukan, Grogol. Dalam info yang beredar di media sosial pada 28 April tersebut telah terjadi kasus pencurian dimana korban kebobolan dan menderita kerugian Rp80 juta. Korban merupakan pasutri Surono dan Ari Endiyani (AE) yang lapor ke Polsek Grogol. Ternyata, setelah dilakukan penyelidikan, fakta-fakta sebenarnya terungkap.



“Ternyata membuat laporan palsu sebagai korban pencurian. Direncanakan seakan-akan jadi korban pencurian,” ujar Kapolres Sukoharjo, AKBP Bambang Yugo Pamungkas, Rabu (29/4/2020).

Kapolres melanjutkan, kejadian tersebut bermula pada 28 April pukul 09.30 WIB dimana Polsek Grogol menerima laporan adanta tindak pidana pencurian uang di rumah Surono di Dukuh Nglawu. Kemudian dilakukan pengecekan oleh petugas dan didapati tidak ada kerusakan baik pintu maupun jendela, padahal rumah dalam keadaan kosong. Dari olah TKP, pemeriksaan saksi-saksi dan klarifikasi korban pasutri, petugas menyimpulkan tidak terjadi tindak pidana pencurian.

Kemudian AE mengaku jika suaminya sendiri yang mengobrak-abrik isi lemari pakaian agar seolah-olah telah terjadi pencurian. Uang Rp80 itu sendiri merupakan tabungan milik warga dalam kurun waktu satu tahun. Uang telah habis digunakan memenuhi kebutuhan sehari-hari dan juga membeli sejumlah barang elektronik seperti laptop dan lemari es.

Kapolres juga mengatakan, AE yang merupakan bendahara kampung merasa kebingungan mengembalikan uang yang telah dipakai karena menjelang Lebaran uang harus dibagikan pada warga. Dengan dibantu sang suami, kemudian membuat rencana seolah-olah telah menjadi korban pencurian. Pasutri tersebut diketahui telah menghabiskan uang Rp70 juta dan yang Rp10 juta ditemukan petugas di dalam jok sepeda motor.

“Kesimpulannya, tindak pidana pencurian di Dukuh Nglawu tersebut hoax. Pasutri yang membuat laporan palsu dijerat dengan Pasal 220 KUH Pidana dengan ancaman hukuman satu tahun empat bulan,” ujar Kapolres.

Surono sendiri mengakui perbuatannya membantu istri merencakan rekayasa pencurian tersebut. Dirinya mengaku mengobrak-abrik lemari pakaian agar terlihat telah terjadi pencurian. Surono mengaku selama ini bekerja sebagai buruh. (erlano putra)



Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *