Sukoharjonews.com – Penyakit autoimun terjadi ketika sistem pertahanan tubuh justru menyerang dirinya sendiri. Dalam kondisi ini, sistem imun yang seharusnya melindungi tubuh dari ancaman luar seperti virus atau bakteri, malah keliru dan menganggap jaringan tubuh sendiri sebagai musuh.
Dilansir dari WebMD, Rabu (23/4/2025), sistem imun menghasilkan antibodi untuk melawan zat berbahaya. Namun pada penderita autoimun, antibodi tersebut justru menyerang sel-sel tubuh yang sehat.
Hingga kini, para ahli telah menemukan lebih dari 100 jenis penyakit autoimun yang memengaruhi lebih dari 24 juta orang di Amerika Serikat. Penyebab pastinya belum diketahui, tetapi pengobatan umumnya bertujuan untuk mengurangi reaksi berlebihan dari sistem imun.
Beberapa Jenis Penyakit Autoimun yang Perlu Diketahui
🔹 Rheumatoid Arthritis (RA)
Pada RA, antibodi menyerang lapisan sendi sehingga menyebabkan nyeri, bengkak, dan peradangan. Bila tidak ditangani, kondisi ini bisa menyebabkan kerusakan sendi permanen. Pengobatannya biasanya menggunakan obat yang menekan sistem imun, baik dalam bentuk pil maupun suntikan.
🔹 Lupus (Lupus Eritematosus Sistemik)
Lupus menyebabkan antibodi menyerang berbagai organ tubuh seperti sendi, paru-paru, darah, ginjal, hingga sistem saraf. Biasanya diobati dengan prednison, sejenis steroid yang berfungsi mengurangi aktivitas sistem imun.
🔹 Multiple Sclerosis (MS)
Penyakit ini menyerang sistem saraf pusat dan bisa memicu gejala seperti nyeri, lemah otot, gangguan koordinasi, bahkan kebutaan. Obat-obatan penekan sistem imun digunakan untuk membantu mengendalikan gejalanya.
🔹 Diabetes Tipe 1
Dalam kondisi ini, antibodi menghancurkan sel penghasil insulin di pankreas. Penderita diabetes tipe 1 membutuhkan suntikan insulin seumur hidup untuk mengontrol kadar gula darah.
🔹 Guillain-Barre Syndrome (GBS)
Sistem imun menyerang saraf di bagian bawah tubuh seperti kaki, dan terkadang juga menyerang lengan serta tubuh bagian atas. Kondisi ini menyebabkan kelemahan otot yang bisa menjadi parah. Terapi utama yang digunakan adalah plasmapheresis, yaitu proses penyaringan darah untuk mengurangi antibodi berlebih.
🔹 Chronic Inflammatory Demyelinating Polyneuropathy (CIDP)
CIDP memiliki gejala yang mirip dengan GBS, namun berlangsung lebih lama. Jika tidak segera ditangani, bisa menyebabkan kelumpuhan sehingga penderita perlu menggunakan kursi roda. Pengobatan CIDP umumnya sama dengan GBS.(patrisia argi)
Tinggalkan Komentar