
Sukoharjonews.com – Kebanyakan orang tua unggul dalam menjaga kesehatan fisik anak-anak mereka. Mereka bekerja untuk memastikan mereka makan dengan baik, mendapatkan imunisasi, dan tetap aktif secara fisik. Namun kesejahteraan emosional dan mental seorang anak sama pentingnya dengan kualitas hidup mereka seperti halnya kesehatan fisik.
Dikutip dari Verrywell Mind, yang dilansir dari beberapa sumber, pada Minggu (17/12/2023), menurut American Psychological Association, diperkirakan 15 juta anak muda di AS didiagnosis menderita gangguan kesehatan mental dan lebih banyak lagi yang berisiko terkena gangguan tersebut. Jika tidak ditangani, masalah kesehatan mental ini dapat berdampak signifikan pada kehidupan anak. Anak-anak sekolah dasar yang memiliki masalah kesehatan mental lebih besar kemungkinannya untuk tidak masuk sekolah dan tiga kali lebih besar kemungkinannya untuk diskors atau dikeluarkan dibandingkan teman-temannya. Selain itu, ada konsekuensi jangka panjang yang perlu dipertimbangkan, seperti gangguan mental atau kondisi medis kronis lainnya.
Bagaimana Orang Tua Dapat Mendukung Kesehatan Mental
Menjadi sehat secara mental selama masa kanak-kanak berarti mencapai tahap perkembangan dan emosional, mempelajari keterampilan sosial yang sehat, dan mengetahui cara mengatasi masalah. Anak yang sehat mental mempunyai kualitas hidup yang baik dan dapat berfungsi dengan baik di rumah, di sekolah, dan di komunitasnya.
Namun menjadi sehat secara mental tidak terjadi begitu saja. Orang tua dan pengasuh memainkan peran penting dalam membina kesehatan mental yang baik, mencari dukungan ketika dibutuhkan, dan membimbing anak-anak mereka menjalani kehidupan. Berikut beberapa cara untuk mendukung kesehatan mental anak Anda:
1. Tunjukkan Cinta Tanpa Syarat
Secara teratur beri tahu anak-anak Anda bahwa apa pun yang mereka hadapi atau hadapi, Anda mencintai mereka tanpa syarat dan bahwa Anda ada untuk mereka. Anak-anak perlu memahami bahwa kita semua melakukan kesalahan tetapi kita dapat belajar dari kesalahan ini, katanya. Pastikan Anda membingkai kesalahan anak Anda sebagai cara belajar, bukan mengomunikasikan kegagalan. Sekalipun Anda kecewa karena pilihan yang buruk, anak Anda harus tahu bahwa kekecewaan yang Anda rasakan tidak ada hubungannya dengan rasa cinta Anda terhadapnya.
2. Puji Karakter Mereka
Dorongan, pujian, dan afirmasi adalah cara-cara yang dilakukan orang tua tidak hanya untuk membangun kepercayaan diri dan harga diri anak mereka tetapi yang lebih penting, mendukung kesehatan mental mereka. Penelitian menunjukkan bahwa harga diri rendah dikaitkan dengan kecemasan, depresi, dan stres akademik, yang semuanya berdampak signifikan terhadap kualitas hidup anak. Harga diri yang rendah bahkan bisa memicu keinginan untuk bunuh diri.
3. Menghabiskan waktu bersama
Menghabiskan waktu bersama sebagai sebuah keluarga tidak hanya memperkuat ikatan keluarga tetapi juga memberikan waktu yang sangat dibutuhkan orang tua bersama anak-anak mereka untuk mengetahui apa yang mereka perjuangkan, dan apa impian mereka. Ini mengirimkan pesan bahwa anak-anak Anda penting dan Anda peduli dengan apa yang terjadi dalam hidup mereka. Anda juga akan lebih mungkin mengenali permasalahan dalam kehidupan anak Anda jika Anda rutin menghabiskan waktu bersama.
4. Berkomunikasi Secara Teratur
Berbicara secara konsisten berarti Anda dapat membantu anak Anda memecahkan masalah dalam situasi sulit. Anda juga dapat menjadi wadah bagi mereka untuk membicarakan emosi yang mereka hadapi. Komunikasi terbuka membuat anak bebas mengeksplorasi perasaannya. Orang tua akan lebih mungkin menyadari ketika ada sesuatu yang tidak beres jika mereka terus-menerus berbicara dengan anak mereka. Salah satu cara untuk memulai adalah dengan mengajak mereka berbagi tentang keseharian mereka sepulang sekolah, pesta, atau acara khusus. Mengajak anak Anda menceritakan hal-hal ini baik hal yang baik maupun yang buruk akan memberikan peluang bagi Anda untuk membantu mereka memecahkan masalah.(cita septa)



Facebook Comments