Tak Berkategori  

Penderita Diabetes dan Terluka Hingga Bernanah? Simak Cara Merawatnya Disini!

banner 468x60
Mengatasi luka pada penderita diabetes. (Foto: honestdocs)

Sukoharjonews.com – Merawat luka bernanah pada penderita diabetes tidaklah mudah. Tingginya kadar gula darah penderita diabetes bisa membuat sirkulasi darah memburuk dan proses perbaikan jaringan tubuh jadi lebih lambat. Inilah alasan utama kenapa luka pada penderita diabetes cenderung sulit disembuhkan.


Luka yang bernanah menunjukkan adanya infeksi bakteri yang cukup parah, dan telah terjadi pembusukan. Cara rawat luka bernanah jelas lebih rumit ketimbang luka biasa, mengingat luka ini lebih sulit disembuhkan, berpotensi lebih cepat menyebar dan merusak jaringan tubuh yang berada di dekatnya.

Jika terus dibiarkan, pembusukan akan menyebar dan risiko amputasi jadi lebih meningkat. Maka dari itu, sebelum hal buruk terjadi. Dikutip dari Aido Health, pada Rabu (15/11/2023), berikut cara merawat luka yang bernanah bagi penderita diabetes:

1. Kurangi Tekanan Pada Luka
Hindari tekanan langsung pada luka, atau area sekitar luka, misalnya dengan tidak menggunakan pakain ketat yang dapat menutupi dan memberikan tekanan pada luka. Jika harus diperban karena akan keluar rumah, sebaiknya jangan terlalu kencang saat mengikatnya.

Jika masih bisa ditutupi dengan pakaian, maka tutupi dengan pakaian agar sirkulasi udara tetap terjaga dan tidak terlalu menekan pada luka. Jika luka terdapat di telapak kaki, sebaiknya gunakan bantalan empuk atau alas kaki khusus. Hindari menjadikan area luka sebagai tumpuan saat berjalan.


2. Bersihkan Luka Secara Berkala
Pastikan untuk membersihkan luka secara berkala. Idealnya, Bersihkan luka di pagi hari dan sore atau malam menjelang tidur. Gunakan kain kasa halus untuk membersihkan luka, jangan gunakan kapas karena bisa meninggalkan partikel pada luka yang masih basah.

Gunakan campuran air hangat dan cairan antiseptik untuk membersihkan luka, kemudian keringkan dengan menggunakan kain kasa kering. Jangan ditutup, biarkan terbuka agar sirkulasi udara tetap terjaga.

3. Kontrol Kadar Gula Darah
Perhatikan kadar gula darah dalam tubuh, jangan sampai terlalu tinggi. Anda bisa menggunakan alat tes gula darah mandiri. Gunakan untuk mengecek kadar gula darah secara berkala, termasuk beberapa jam sebelum dan sesudah makan. Jika dibutuhkan, konsumsi obat-obatan penurun kadar gula darah.

Jangan lupa untuk menjaga pola makan. Ganti sumber karbohidrat dengan karbohidrat kompleks, seperti gandum utuh, beras merah dan beras hitam. Penuhi juga asupan protein, zinc, selenium, asam lemak omega 3 dan nutrisi lainnya yang dibutuhkan untuk mempercepat proses pembentukan jaringan tubuh.

Luka diabetes yang sudah bernanah harus ditangani dengan sangat hati-hati. Jika dibutuhkan, libatkan perawat profesional untuk menangani luka Anda.(cita septa)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *