
Sukoharjonews.com – Rendah kalori namun kaya akan serat, vitamin, mineral, dan antioksidan, buah delima sangat menyehatkan bagi Anda. Berikut adalah 9 manfaat kesehatan buah delima untuk kesejahteraan Anda secara menyeluruh.
Dilansir dari Healthshot, Jumat (4/9/2026), dikenal karena rasanya yang manis dan sedikit asam, buah delima memiliki banyak khasiat obat. Buah yang kaya nutrisi ini mengandung vitamin C dan K, folat, dan kalium, serta antioksidan kuat seperti punicalagin dan flavonoid. Jika dikonsumsi secara rutin, buah ini dapat mendukung kesehatan jantung dengan menurunkan tekanan darah dan memperbaiki kadar kolesterol.
Sifat anti-inflamasinya membantu melawan berbagai penyakit, termasuk radang sendi (artritis) dan jenis kanker tertentu. Hal menarik lainnya dari buah delima adalah setiap bagiannya—mulai dari bijinya yang berair, kulitnya, hingga bunganya—memberikan manfaat kesehatan. Tanpa berlama-lama lagi, mari kita simak manfaat kesehatan buah delima dan alasan mengapa Anda sebaiknya memasukkannya ke dalam pola makan Anda.
Manfaat kesehatan buah delima
Berikut adalah 9 alasan mengapa buah delima sebaiknya menjadi bagian dari pola makan harian Anda:
1. Kaya akan antioksidan
Baik daging buah maupun kulit delima kaya akan antioksidan kuat, termasuk polifenol dan flavonoid, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan oleh “Iranian Journal of Pharmaceutical Research”. Antioksidan ini membantu menetralkan radikal bebas berbahaya di dalam tubuh yang dapat menyebabkan stres oksidatif dan kerusakan sel. “Mengonsumsi makanan super ini secara rutin dapat membantu melindungi tubuh dari penyakit kronis seperti penyakit jantung, kanker, dan diabetes dengan cara mengurangi stres oksidatif dan peradangan,” jelas ahli gizi Gauri Anand.
2. Sifat anti-inflamasi
Peradangan kronis dikaitkan dengan berbagai penyakit, termasuk masalah sendi, penyakit jantung, kanker, dan diabetes. Buah delima mengandung senyawa anti-inflamasi kuat yang dapat membantu mengurangi peradangan di seluruh tubuh. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam “Oxidative Medicine and Cellular Longevity” menunjukkan bahwa ekstrak buah delima dapat menghambat gejala aktivitas peradangan pada sel kanker usus besar dan mengurangi peradangan pada saluran pencernaan. Jadi, konsumsilah buah ini secara rutin untuk meningkatkan kesehatan Anda secara keseluruhan.
3. Melindungi kesehatan jantung
Berkat sifat antioksidan dan anti-inflamasinya, buah delima dapat meningkatkan kesehatan jantung secara signifikan. Buah ini diketahui dapat menurunkan tekanan darah, mengurangi kadar kolesterol, dan memperbaiki fungsi kardiovaskular secara keseluruhan. Sebuah penelitian yang diterbitkan oleh “Complementary Therapies in Clinical Practice” menemukan bahwa mengonsumsi 50 ml jus delima setiap hari selama dua minggu menghasilkan penurunan tingkat tekanan darah yang signifikan. Selain itu, kandungan antioksidan dalam buah delima membantu mencegah oksidasi kolesterol LDL (kolesterol jahat), yang merupakan langkah penting dalam pencegahan penyakit jantung.
4. Memiliki sifat antikanker
Delima dikenal karena manfaatnya dalam pencegahan dan pengobatan kanker, berkat kandungan antioksidannya yang tinggi. Antioksidan ini membantu mencegah serta memperbaiki kerusakan DNA yang dapat memicu kanker. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal “Nutrients” menyoroti kemampuan delima dalam menghambat pertumbuhan tumor pada tahap awal kanker hati. Selain itu, studi lain dalam “Prostate Cancer and Prostatic Diseases” mencatat bahwa ekstrak delima dapat menekan penyebaran sel kanker, khususnya pada kasus kanker prostat.
5. Mendukung fungsi otak
Penurunan kesehatan kognitif atau hilangnya daya ingat merupakan bagian dari proses penuaan. Hal ini terjadi akibat proses oksidasi di dalam otak. Namun, mengonsumsi makanan yang kaya akan antioksidan dan anti-inflamasi, seperti delima, bermanfaat bagi kesehatan otak. Sebuah studi yang diterbitkan oleh *International Journal of Molecular Sciences* menunjukkan bahwa “ellagitannin” dalam delima—sejenis antioksidan—dapat membantu melindungi tubuh dari penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer dan Parkinson dengan cara mengurangi kerusakan akibat stres oksidatif.
6. Meningkatkan pencernaan
Delima merupakan sumber serat pangan yang baik dan penting bagi kesehatan pencernaan. “Serat melancarkan buang air besar dan mendukung mikrobioma usus yang sehat dengan meningkatkan jumlah bakteri usus yang bermanfaat,” ujar Anand. Selain itu, menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal “Anaerobe”, sifat anti-inflamasi dan antioksidan pada delima dapat membantu menjaga kesehatan mikrobioma usus dengan cara mengurangi peradangan pada sistem pencernaan serta memperbaiki gejala penyakit radang usus (inflammatory bowel disease), seperti penyakit Crohn dan kolitis ulseratif.
7. Mendukung kesehatan kandung kemih
Meskipun jus cranberry dikenal luas karena kemampuannya mendukung kesehatan kandung kemih, jus delima juga bisa menjadi pilihan yang sangat baik! Sebuah penelitian yang diterbitkan oleh “Nutrients” mengungkapkan bahwa pada individu yang rentan terhadap batu ginjal, ekstrak delima dapat membantu mencegah pembentukan batu tersebut. Hal ini disebabkan oleh kandungan polifenol dalam buah delima, yang dapat mengurangi kadar oksalat dan kalsium dalam darah—komponen umum yang ditemukan dalam batu ginjal.
8. Meningkatkan kekebalan tubuh
Buah delima kaya akan berbagai vitamin dan mineral penting, termasuk vitamin C, nutrisi yang dikenal dapat mendukung fungsi kekebalan tubuh. “Vitamin C merangsang produksi sel darah putih, yang sangat penting untuk melawan infeksi dan melindungi tubuh dari patogen berbahaya,” ujar Anand. Selain itu, antioksidan dalam buah delima juga berkontribusi pada kesehatan sistem kekebalan tubuh dengan mengurangi stres oksidatif dan peradangan, yang dapat melemahkan sistem imun.
9. Mendukung kesehatan kulit
Kombinasi antioksidan dan vitamin C dalam buah delima berperan penting dalam menjaga kesehatan kulit. Senyawa-senyawa ini membantu melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar matahari, mengurangi tanda-tanda penuaan, dan mendorong produksi kolagen yang menjaga kulit tetap kencang dan tampak awet muda. Menurut penelitian yang diterbitkan oleh “Journal of Foods”, ekstrak delima juga digunakan dalam produk perawatan kulit karena sifat pelembap dan anti-peradangannya, sehingga bermanfaat untuk mengatasi kondisi seperti jerawat dan eksim.
Apakah biji delima menyehatkan?
Jika Anda cenderung menghindari biji delima, Anda melewatkan berbagai nutrisi penting yang terkandung di dalamnya. “Biji delima aman dikonsumsi dan merupakan sumber antioksidan yang baik, khususnya punicalagin dan antosianin, yang membantu melawan stres oksidatif, mengurangi peradangan, serta melindungi sel dari kerusakan,” kata Anand. Antioksidan ini dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit kronis, termasuk penyakit jantung dan jenis kanker tertentu. Biji delima juga mengandung serat dalam jumlah signifikan yang membantu sistem pencernaan dan menjaga kesehatan saluran cerna.
Selain itu, biji delima juga rendah kalori. Untuk mendapatkan manfaat tersebut, pastikan Anda turut mengonsumsi bijinya.
Apakah kulit buah delima menyehatkan?
Sebagai buah, delima sangat lezat dan menyehatkan, begitu pula dengan kulitnya. Kulitnya memiliki rasa pahit dan sepat, serta dapat digunakan untuk mengobati berbagai penyakit. Kulit delima membantu mengurangi pembengkakan dan peradangan, memperbaiki pencernaan, serta mendukung kesehatan hati. Berkat kandungan antioksidannya, kulit buah delima lebih menyehatkan dibandingkan bijinya.
Bagaimana cara membuat bubuk kulit delima?
Setelah menjemur kulit delima di bawah sinar matahari selama setidaknya 2–3 hari, haluskan kulit tersebut hingga menjadi bubuk yang lembut. Simpan bubuk ini pada suhu ruangan di dalam wadah kedap udara.
Bagaimana cara menggunakan bubuk kulit delima?
– Campurkan setengah sendok teh madu dengan satu sendok teh bubuk kulit delima dan konsumsi saat mengalami batuk atau pilek.
– Ambil 2 sendok teh bubuk kulit delima dan 1 sendok makan air mawar, aduk rata, lalu oleskan masker wajah delima ini untuk mengatasi tanda-tanda penuaan dan jerawat.
– Campurkan 1 sendok makan bubuk kulit delima dengan air jeruk nipis dan sejumput garam, lalu konsumsi untuk detoksifikasi.
– Campurkan 2 sendok makan bubuk kulit delima dengan minyak rambut dan oleskan pada rambut untuk mengatasi ketombe.
Apakah mengonsumsi jus delima menyehatkan?
Delima juga dapat dinikmati sebagai jus, minuman populer yang kaya akan nutrisi seperti antioksidan, protein, serat, kalium, dan magnesium. Penelitian dari “Clinical Nutrition ESPEN” menunjukkan bahwa meminum sekitar 200 ml jus delima setiap hari selama 6 minggu dapat menurunkan tekanan darah pada penderita diabetes tipe 2. Temuan awal mengindikasikan bahwa jus ini juga dapat memperbaiki resistensi insulin pada penderita diabetes tipe 2, meskipun penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memastikan manfaat tersebut.
Selain itu, jus delima mengandung kalori dan gula dalam jumlah cukup tinggi, yang bisa menjadi masalah jika dikonsumsi secara berlebihan. Oleh karena itu, disarankan untuk mengonsumsinya dalam jumlah wajar demi meningkatkan kesehatan secara keseluruhan dengan aman.
Siapa yang sebaiknya menghindari delima?
Delima adalah salah satu buah paling menyehatkan yang bisa Anda tambahkan ke dalam pola makan Anda. Namun, ada beberapa risiko terkait konsumsi delima yang perlu Anda ketahui. Berikut adalah kelompok orang yang sebaiknya menghindari superfood ini:
– Delima dapat menyebabkan reaksi alergi seperti gatal-gatal, pembengkakan, atau kesulitan bernapas. Oleh karena itu, orang dengan alergi parah sebaiknya menghindarinya.
– Jika Anda sedang hamil atau menyusui, mengonsumsi buah delima atau minum jus delima tergolong aman, namun hindarilah konsumsi ekstrak delima.
– Jika Anda menderita diabetes, konsultasikan dengan dokter sebelum minum jus delima.
– Jika Anda mengalami diare atau masalah pencernaan lainnya, hindari minum jus delima atau mengonsumsi ekstrak delima.
– Orang yang sedang mengonsumsi obat penurun tekanan darah sebaiknya menghindari delima. (nano)














Facebook Comments