Yang Belum Tahu, Berikut Ini 4 Macam Penghalang Terkabulnya Doa

banner 468x60
Ilustrasi. (Foto: Freepik)

Sukoharjonews.com – Doa adalah ibadah yang sangat penting dalam Islam. Doa merupakan sarana bagi seorang hamba untuk berkomunikasi dengan Allah SWT. Melalui doa, seorang hamba dapat memohon segala hal yang diinginkannya kepada Allah SWT, baik hal-hal yang bersifat duniawi maupun ukhrowi. Namun, tidak semua doa akan terkabul. Ada 4 hal yang dapat menjadi penghalang terkabulnya doa.

Dilansir dari Bincang Syariah, Rabu (2/9/2026), kita ketahui bahwa doa merupakan senjata umat muslim. Dimana melalui doa yang kita panjatkan pada Allah SWT. Kita bisa meminta sejumlah hajat maupun pertolongan atas segala sesuatunya. Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Al-Mu’min Ayat 60

وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدْعُونِىٓ أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِى سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

Artinya: “Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”.

Namun perlu kita ketahui, ada beberapa hal yang bisa menjadi penghalang terkabulnya doa loh! Berikut beberapa penghalang terkabulnya doa yang lainnya juga:

1. Makan yang haram
Sebagai seorang muslim, kita harus berhati-hati dalam memilah-milah makanan. Jadi jangan sampai kita memakan barang haram. Karena barangsiapa makan sesuatu yang haram, baik itu zat makanannya atau hasil usahanya seperti riba, bunga dan sebagainya, doanya tidak akan terkabulkan.

Hal ini sesuai dengan hadits Rasulullah yang diriwayatkan dari Abu Hurairah:

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan tentang seorang laki-laki yang telah menempuh perjalanan jauh, sehingga rambutnya kusut dan berdebu. Orang itu mengangkat tangannya ke langit seraya berdoa:

‘Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku.’ Padahal, makanannya dari barang yang haram, minumannya dari yang haram, pakaiannya dari yang haram dan diberi makan dari yang haram, maka bagaimanakah Allah akan mengabulkan doanya? (HR Muslim).

Menurut Yahya bin Muadz ar-Rozi berkata: “Bagaimana mungkin aku berdoa kepada-Mu, sedangkan aku memaksiati-Mu? Dan bagaimana pula aku tidak berdoa kepada-Mu, sedangkan Engkau Maha Pemurah?”

2. Meninggalkan kewajiban dan menerjang larangan
Penyebab lain tidak terkabulnya doa adalah terhalang oleh dosa dan maksiat, yakni mereka yang sering tinggalkan kewajiban dan menerjang larangan. Seseorang yang rajin beribadah dan berdoa, namun juga gemar berbuat dosa dan maksiat, maka dosa dan maksiat itu berpotensi menjadi penghalang terkabulnya doa.

Rasulullah SAW bersabda: “Doa seseorang akan dikabulkan selama dia tidak berbuat dosa dan memutus silaturahim.” (HR. Ahmad).

Selain itu sebagian salaf mengatakan: “Jangan engkau berprasangka lambat tekabulnya doa. Karena sungguh engkau telah menutup jalannya dengan berbuat maksiat”.

3. Tergesa-gesa supaya dikabulkan
Jangan tergesa-gesa ingin doanya dikabulkan. Hingga apabila doanya belum terkabulkan menjadi malas dan malah tak berdoa lagi. Nabi melarang hal ini dan menjadikan tergesa-gesa ingin dikabulkannya doa termasuk penghalang terkabulnya doa. Beliau SAW bersabda:

يُسْتجَابُ لأَحَدِكُم مَا لَم يعْجلْ: يقُولُ دَعوتُ فَلم يسْتَجبْ لِي.

Akan dikabulkan doa salah seorang di antara kalian selama ia tidak tergesa-gesa. Dia malah berkata: aku sudah berdoa, tetapi tidak dikabulkan (HR Bukhari dan Muslim).

Imam Ibnul Qayyim Rahimahullah berkata:

“Termasuk yang mencegah terkabulnya doa adalah tergesa-gesanya seorang hamba dan berputus asa dari terkabulnya doa, hingga ia lemas dan meninggalkan doanya. Orang yang semacam ini ibarat orang yang menebar benih, atau menanam tanaman, setiap hari dia rawat dan diberi air, tatkala belum membuahkan hasil, lantas mengabaikan dan meninggalkannya begitu saja”.

4. Doa yang berisi dosa atau memutus hubungan kerabat
Agar doa kita diterima di sisi Allah, maka jadikanlah untaian doa yang kita panjatkan tidak mengandung kejelekan dan dosa. Rasulullah ﷺ bersabda:

لا يزال يستجاب للعبد ما لم يَدْعُ بإثم، أو قطيعة رحِم

Doa seorang hamba akan dikabulkan selama dia tidak berdoa dengan dosa dan memutus silaturahim (HR Muslim).

Oleh karena itu, agar doa kita terkabul, kita harus berusaha untuk menjauhi segala hal yang dapat menjadi penghalangnya. Kita juga harus senantiasa taat kepada Allah SWT, beribadah dengan sungguh-sungguh, dan berdoa dengan penuh keyakinan. (nano)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *