
Sukoharjonews.com – Casio telah memperkenalkan jam tangan G-Shock seri G-LIDE yang berfokus pada kebugaran ke pasar AS, menyusul peluncuran awalnya di Jepang bulan lalu. Model GBX-H5600KI-5, yang dibanderol dengan harga USD370 atau Rp6,5 jutaan, merupakan jam tangan edisi khusus keempat yang dirancang bersama peselancar profesional Kanoa Igarashi. Jam tangan ini sudah tersedia melalui situs web Casio AS dan memadukan fitur jam tangan digital standar dengan pemantauan kesehatan modern serta data khusus selancar.
Dilansir dari Gizmochina, Kamis (27/8/2026), dari segi desain, jam tangan ini menggunakan resin berbahan dasar hayati (bio-based resin) dengan perpaduan warna cokelat untuk bagian bezel dan talinya. Casio menyatakan bahwa warna tersebut dirancang menyerupai tebing pesisir Portugal, dan karena proses pembuatannya, pola spesifik pada setiap jam tangan akan berbeda-beda. Layarnya menggunakan teknologi LCD Memory in Pixel (MIP), yang merupakan standar bagi jam tangan kebugaran yang harus tetap terlihat jelas di bawah sinar matahari langsung maupun di dalam air.
Perusahaan juga mengurangi bobot jam tangan ini dibandingkan model pemantau detak jantung sebelumnya, yaitu DWH5600. Dengan menggunakan bagian belakang casing berbahan resin yang diperkuat serat karbon, model baru ini memiliki berat 47 gram—sekitar 18 gram lebih ringan—sehingga lebih praktis untuk penggunaan sehari-hari maupun saat berolahraga.
Dari sisi perangkat keras, jam tangan ini dilengkapi sensor optik untuk memantau detak jantung dan kadar oksigen darah, serta akselerometer tiga sumbu untuk melacak langkah, jarak, dan kecepatan. Casio menggunakan algoritma Polar untuk memproses data ini, yang menyajikan metrik mengenai beban kardio, sumber energi yang digunakan selama latihan, serta tahapan pemulihan saat tidur.
Untuk aktivitas selancar, jam tangan ini menyediakan grafik pasang surut air laut dan data fase bulan. Anda dapat menyimpan 50 lokasi prasetel langsung di perangkat atau menggunakan aplikasi pendamping Casio Watches di ponsel pintar untuk memilih dari sekitar 3.300 titik data pasang surut di seluruh dunia.
Koneksi Bluetooth ke ponsel juga menangani sinkronisasi waktu otomatis, transfer log aktivitas, serta notifikasi dasar untuk panggilan, email, dan media sosial. Daya tahan baterai sangat bergantung pada cara penggunaan jam tangan, dengan mengandalkan sistem hibrida pengisian daya via USB dan tenaga surya.
Jika Anda membiarkan pemantau detak jantung aktif terus-menerus selama beraktivitas, baterainya bertahan sekitar 35 jam. Dalam mode jam tangan standar tanpa pemantauan detak jantung, perangkat ini dapat beroperasi selama sekitar satu bulan, dan mode hemat daya dapat memperpanjang durasi tersebut hingga 11 bulan. (nano)














Facebook Comments