Usai Libur Natal, Pesanan Tiket Ferry Baru Mencapai 4,32%

banner 468x60
Usai Natal 2025, pemanfaatan kuota ferry nasional masih rendah. ASDP imbau masyarakat atur perjalanan lebih dini jelang Tahun Baru 2026. (Foto: Dok. ASDP)

Sukoharjonews.com (Jakarta) – Pergerakan masyarakat di jalur penyeberangan utama nasional terpantau masih dalam kondisi terkendali pascaperayaan Hari Raya Natal 2025. Di tengah mulai terbentuknya arus balik libur Tahun Baru 2026, tingkat pemanfaatan kuota penyeberangan dinilai belum tinggi.

Kondisi ini memberi ruang bagi masyarakat untuk merencanakan perjalanan ferry secara lebih fleksibel dan terukur.

Berdasarkan data Posko Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 per Jumat (17/12) pukul 08.00 WIB, tingkat pemanfaatan kuota tiket lintasan Jawa–Sumatera dan Jawa–Bali hingga Hari Raya Natal tercatat baru mencapai sekitar 31,83 persen.

Sementara itu, pemesanan untuk periode pasca-Natal hingga awal Tahun Baru masih berada di kisaran 4,32 persen, menunjukkan kuota penyeberangan secara umum masih relatif longgar.

Direktur Utama Heru Widodo menyampaikan bahwa situasi ini menjadi momentum bagi masyarakat untuk mengatur perjalanan lebih awal.

“Kami mengimbau pengguna jasa agar tidak menunggu puncak arus balik. Dengan kuota yang masih tersedia, masyarakat dapat memilih waktu perjalanan yang lebih nyaman dan terhindar dari kepadatan,” ujarnya, dikutip dari laman KabarBUMN, Minggu (28/12/2025).

Ia menegaskan bahwa operasional penyeberangan tetap dijalankan sesuai kebijakan yang berlaku, dengan ASDP berfokus pada kesiapan layanan bagi pengguna jasa. Pada puncak pergerakan pasca-Natal yang terjadi pada 26 Desember 2025 atau H+1, tingkat pemanfaatan kuota di sejumlah pelabuhan menunjukkan variasi.

Di lintasan Jawa–Sumatera, Pelabuhan Merak mencatat keterisian sekitar 16,49 persen, Pelabuhan Ciwandan 62,47 persen, dan Pelabuhan Bakauheni 22,52 persen. Sementara di lintasan Jawa–Bali, Pelabuhan Ketapang mencatat 48,65 persen dan Pelabuhan Gilimanuk mencapai 69,09 persen.

Tingginya pemanfaatan di pelabuhan alternatif ini mencerminkan pola perjalanan yang mulai menyebar dan tidak terpusat di satu titik. Pada H+1 Natal, data Posko Merak yang mencakup Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara mencatat 123 trip kapal beroperasi selama 24 jam.

Total penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera mencapai 33.910 orang, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pergerakan kendaraan secara keseluruhan relatif stabil, dengan pertumbuhan paling menonjol pada segmen bus.

Seiring kondisi tersebut, ASDP kembali mengingatkan masyarakat untuk mempersiapkan perjalanan sejak jauh hari melalui sistem tiket online Ferizy. Saat ini, tidak ada lagi penjualan tiket di pelabuhan, dan tiket penyeberangan telah tersedia sejak H-60 sebelum keberangkatan.

Pengguna jasa diminta membeli tiket secara daring, memastikan telah bertiket sebelum tiba di pelabuhan, serta datang sesuai jadwal yang tertera pada tiket.

Corporate Secretary Windy Andale menambahkan bahwa disiplin terhadap jadwal dan kesiapan perjalanan menjadi kunci kelancaran arus balik.

“Kami mengimbau masyarakat untuk memantau informasi resmi, memastikan tiket telah dimiliki sebelum tiba di pelabuhan, serta mengatur waktu perjalanan dengan baik.

“Selain itu, pengguna jasa diminta mewaspadai potensi cuaca ekstrem di sejumlah lintasan dan selalu mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama,” ujarnya.

Dengan tingkat pemanfaatan kuota yang masih relatif longgar di sejumlah lintasan dan arus balik yang terbentuk secara bertahap, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mendorong masyarakat untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan merencanakan perjalanan ferry sejak dini, demi menjaga layanan penyeberangan tetap lancar, aman, dan terkendali hingga puncak libur Tahun Baru 2026. (nano)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *