
Sukoharjonews.com (Sukoharjo) – Upaya pencegahan penyebaran virus Corona tak henti-hentinya dilakukan oleh Gusus Tugas Pencehahan Penyebaran Virus Corona Pemkab Sukoharjo bersama seluruh elemen yang ada. Namun, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) Corona per 31 Maret ini masih menunjukkan kenaikan sebanyak 241 kasus. Jumlah tersebut naik 22 kasus karena kemarin baru 219 kasus. Untuk pasien dalam pengawasan (PDP) juga naik satu menjadi 13 kasus.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo, Yunia Wahdiyati mengatakan, pentingnya masyarakat untuk tinggal di rumah adalah untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona tersebut. Pasalnya, saat masyarakat beraktivitas di luar rumah dan melakukan perjalanan ke daerah yang terjangkit, ketika mengalami gejala dan diperiksa di fasilitas kesehatan akan langsung menjadi ODP.
“Sukoharjo menjadi daerah terjangkit karena ada kasus positif Corona dan sudah ada yang meninggal. Sehingga diperlukan kewaspadaan bersama. Kalau terpaksa keluar rumah, harus selalu jaga jarak,” ujarnya, Selasa (31/3/2020).
Menurutnya, meski kasus ODP naik, diharapkan tidak meningkat menjadi PDP dan terkonfirmasi positif. Harapannya, ODP Corona bisa sembuh jika mematuhi anjuran dan kebijakan pemerintah. Kalau ada warga yang mengalami gejala batuk, demam, dan sesak nafas, ujarnya, kalau tidak memiliki riwayat perjalanan diimbau untuk melakukan isolasi mandiri dengan tinggal di rumah selama 14 hari.
Sebelumnya, Ketua Gugus Tugas Pencegahan Penyebaran Virus Corona Sukoharjo, Agus Santosa juga mengimbau masyarakat untuk tetap tinggal dirumah. Disisi lain, pemerintah bersama instansi terkait juga selalu patroli untuk penertiban “physical distancing”. Selama ini, petugas gabungan melakukan patroli di jalan dan ruang publik agar masyarakat tidak nongkrong dan kumpul-kumpul.
“Harus dipahami dan didukung semua masyarakat agar penyebaran virus di Sukoharjo bisa ditekan,” tandasnya. (erlano putra)


Facebook Comments