
Sukoharjonews.com (Sukoharjo) – Rencana Pemkab Sukoharjo membangun lima pasar tradisional tahun ini gagal. Tahun ini, hanya ada tiga pasar yang akan dibangun. Tiga pasar tersebut masing-masing Pasar Carikan, Sukoharjo, Pasar Sraten Gatak, dan Pasar Ngaliyan Tawangsari. Anggaran yang disiapkan untuk pembangunan tiga pasar tersebut mencapai Rp4,2 miliar. Sedangkan dua pasar yang awalnya masuk perencanaan, yakni Pasar Cuplik, Sukoharjo dan Pasar Mulur Bendosari batal dibangun.
“Saat ini pembangunan tiga pasar tersebut masuk tahap lelang. Saya harap proses lelang berjalan lancar sehingga pembangunan bisa segera dimulai,” jelas Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Sukoharjo, Sutarmo, Kamis (4/7).
Dikatakan Sutarmo, awalnya memang lima pasar tersebut yang direncanakan dibangun, namun dua lainnya dibatalkan sehingga tinggal tiga pasar. Menurutnya, kondisi tiga pasar tersebut mendesak dibangun karena sudah tidak representatif lagi sehingga kurang nyaman. Baik bagi pedagang sendiri maupun masyarakat.
Sutarmo juga mengatakan, saat ini kondisi Pasar Ngaliyan, Pasar Carikan dan Pasar Sraten sudah tidak layak sehingga perlu dibangun. Pembangunan pasar tradisional tersebut merupakan wujud komitmen Pemkab Sukoharjo untuk membangun seluruh pasar yang ada. Terkait pembangunan tiga pasar tersebut, Sutarmo mengaku sudah melakukan sosialisasi pada pedagang dan mendapat dukungan.
“Selama pembangunan berlangsung, pedagang akan dipindah ke pasar darurat. Untuk lokasi pasar darurat akan dicari dan dimusyawarahkan dengan pedagang. Intinya tidak jauh dari pasar,” ujarnya.
Disinggung soal batalnya pembangunan dua pasar, Sutarmo mengaku untuk Pasar Cuplik pembangunannya hanya ditunda. Sedangkan untuk pembangunan Pasar Mulur batal karena ada masalah terkait status tanah di Pasar Mulur yang ada dua kepemilikan. Masing-masing Pemkab Sukoharjo dan Pemerintah Desa Mulur. Apabila akan dibangun menggunakan dana daerah, maka status tanah harus milik Pemkab Sukoharjo. (erlano putra)



Facebook Comments