6 Makanan dan Pengobatan Rumahan untuk Melawan Asam Lambung

Bahan alami redakan asam lambung. (Foto: iStock)

Sukoharjonews.com – Kita sering kali tidak memberikan perhatian yang semestinya pada masalah pencernaan. Hal ini bisa jadi karena sebagian besar ketidaknyamanan tersebut bersifat sementara atau berlangsung singkat. Kita hanya bereaksi terhadap masalah pencernaan jika kondisinya menjadi sangat menyakitkan untuk ditanggung.

Dikutip dari NDTV Food, Selasa (6/5/2025), penyakit pencernaan, jika tidak diobati, juga dapat mendatangkan malapetaka bagi kesehatan kita. Salah satu gangguan pencernaan yang paling umum adalah asam lambung. Asam lambung didefinisikan sebagai penyakit pencernaan di mana asam lambung atau empedu mengiritasi saluran makanan.

Asam lambung dapat menyebabkan mulas – sensasi terbakar di dada, perut, dan tenggorokan. Episode mulas yang sering (lebih dari dua-tiga kali seminggu) dapat menyebabkan masalah serius seperti Penyakit Refluks Gastroesofageal (GERD), yang memerlukan intervensi medis.

Gejala umum yang terkait dengan asam lambung adalah:
– Ketidaknyamanan perut, terutama saat perut kosong
– Mual atau mungkin muntah
– Kembung; lingkar perut meningkat
– Perubahan gerakan; Buang air besar atau sembelit
– Kehilangan nafsu makan

Untuk mengatasi masalah keasaman, seseorang harus menjaga gaya hidup sehat, yang berarti makan pada waktu yang tepat, makan dalam posisi duduk, mengunyah makanan dengan baik, duduk tegak setidaknya setengah jam setelah makan. Makan sedikit-sedikit tetapi sering, dibandingkan dengan makan berat dan olahraga teratur, membantu mengendalikannya. Ada beberapa makanan dan pengobatan rumahan yang dapat membantu menjaga keasaman atau masalah terkait. Pengobatan rumahan bekerja dengan baik dalam meringankan gejala keasaman dan juga manfaat jangka panjang dalam mengendalikan keasaman.

Berikut 6 makanan dan pengobatan rumahan untuk melawan keasaman:

1. Ajwain
Biji karom telah lama dikaitkan dengan meredakan ketidaknyamanan lambung dan membantu pencernaan yang kuat. Timol biokimianya, bahan aktif dalam ajwain, membantu membantu pencernaan yang kuat. Biji karom dapat dikonsumsi dengan sedikit garam, dikunyah dan ditelan; Anda juga dapat merendam satu sendok teh dalam air semalaman dan meminum airnya.

2. Saunf
Mengonsumsi sejumput saunf (atau biji adas) setelah makan merupakan bagian umum dari tradisi India. Ini membantu mengatasi bau mulut, tetapi yang lebih penting, praktik ini dimulai karena membantu pencernaan. Campuran saunf dan mishry lebih baik untuk pencernaan. Saunf diberikan kepada bayi kecil untuk meredakan kolik – aman dan efektif untuk digunakan. Selain setelah makan, saunf yang direndam dalam air semalaman juga dapat digunakan atau dapat dibuat dengan air saunf hangat. Saunf juga dapat ditambahkan ke teh. Menambahkan sedikit gula lebih membantu.

3. Susu dan Yogurt
Susu adalah penawar yang sempurna untuk keasaman. Susu dingin atau susu bersuhu ruangan dapat meredakan keasaman dengan segera. Menyeruput adalah cara terbaik daripada menelan. Susu adalah antasida alami. Kaya akan garam kalsium, susu menetralkan asam. Yogurt adalah cara lain untuk mengendalikan keasaman. Selain kalsium, susu juga merupakan probiotik alami yang menyediakan usus yang lebih sehat dan pencernaan yang lebih baik.

4. Madu
Penelitian telah menunjukkan bahwa mengonsumsi satu sendok teh madu dengan air hangat dapat membantu mengatasi keasaman. Menambahkan sedikit lemon ke dalamnya menjadikannya agen alkalisasi yang baik yang menetralkan asam di lambung.

5. Dhania atau Ketumbar
Dhania dapat digunakan baik sebagai daun segar maupun sebagai biji kering untuk mengatasi keasaman. Hanya sekitar 10 ml air perasan ketumbar hijau yang dapat digunakan. Dapat ditambahkan ke air atau buttermilk. Bubuk biji ketumbar kering dapat ditaburkan atau ditambahkan ke masakan. Teh biji ketumbar adalah cara mudah lainnya untuk mengonsumsinya. Ketumbar dikaitkan dengan membantu mengurangi kembung, gejala umum keasaman serta mengendalikan mual dan muntah.

6. Buah-buahan
Semua buah, termasuk buah jeruk, menghasilkan abu alkali, yang menetralkan asam. Buah-buahan juga menambahkan serat yang meningkatkan pencernaan dan kesehatan. Mengonsumsi dua buah segar setiap hari merupakan strategi yang baik untuk mengendalikan keasaman. Buah-buahan merupakan pilihan camilan yang baik, dan mengonsumsi camilan di antara waktu makan merupakan cara yang baik untuk mengendalikan keasaman yang merusak lapisan lambung.

Keasaman: Mengonsumsi dua buah segar setiap hari merupakan strategi yang baik untuk mengendalikan keasaman.

Meskipun ini adalah beberapa makanan yang dapat mencegah dan mengendalikan keasaman dan gejalanya, tetapi makanan tersebut harus dipadukan dengan gaya hidup yang sehat. Gaya hidup yang sehat merupakan kunci sistem pencernaan yang sehat. (nano)

Nano Sumarno:
Tinggalkan Komentar