Sukoharjonews.com – Apakah bawang merupakan makanan untuk Anda? Menambahkan sayuran aromatik yang kaya nutrisi ini ke dalam menu makan Anda adalah langkah yang cerdas (dan lezat). Manfaat kesehatan bawang merah sangat banyak. Berkat nilai gizinya, aksesibilitasnya, dan rasanya yang lezat, tidak mengherankan jika umbi serbaguna ini menjadi makanan pokok dalam masakan di seluruh dunia dan menjadi dasar rasa untuk berbagai macam hidangan.
Dikutip dari Real Simple, Minggu (29/12/2024), berikut semua yang perlu Anda ketahui tentang menfaat kesehatan bawang merah:
Manfaat Nutrisi Bawang Merah
Bawang memiliki banyak manfaat. Berikut adalah beberapa alasan utama mengapa Anda harus mempertimbangkan untuk menambahkan lebih banyak bawang ke dalam makanan Anda.
1. Meningkatkan Kesehatan Jantung
Mengonsumsi bawang dapat memberikan dampak yang sehat pada sistem kardiovaskular Anda. Secara khusus, penelitian telah menemukan bahwa polifenol yang disebut quercetin yang ada dalam bawang membantu mengurangi tekanan darah tinggi dan kadar trigliserida. Bawang berwarna lebih gelap, seperti bawang merah dan bawang hijau muda, mengandung jumlah quercetin tertinggi. Penelitian dari American Chemical Society juga menemukan bahwa “bawang tanpa air mata” dapat membantu melindungi terhadap penyakit jantung.
2. Kaya Antioksidan
Bawang penuh dengan antioksidan penangkal penyakit dan radikal bebas, yang membantu memperbaiki dan melindungi sel-sel yang rusak dalam tubuh Anda. Bawang merupakan salah satu sumber flavonoid terbaik (termasuk quercetin), fitokimia dengan sifat antioksidan yang kuat.
Menurut ulasan yang diterbitkan dalam Journal of Agriculture and Food Chemistry, bawang bombay mengandung sedikitnya 25 flavonol yang berbeda. Pola makan yang kaya antioksidan dapat membantu mengurangi peradangan dan menggagalkan kerusakan akibat radikal bebas, yang menghasilkan sistem kekebalan tubuh yang kuat dan kesehatan yang lebih baik secara keseluruhan.
3. Dapat Mengurangi Risiko Kanker
Ada beberapa penelitian menarik yang dilakukan tentang bagaimana bawang bombay dapat memainkan peran penting dalam membantu mencegah kanker. Sebuah penelitian dari University of Guelph menyimpulkan bahwa bawang bombay merah, khususnya, adalah yang paling efektif dalam mengurangi sel kanker usus besar dan payudara. Hal ini sekali lagi disebabkan oleh tingginya kadar quercetin dan antosianin (jenis flavonoid antioksidan lainnya).
Studi lain yang dipublikasikan dalam Cancer Prevention Research menemukan bahwa satu hingga tujuh porsi sayuran allium, seperti bawang bombay, kaya akan organosulfur dan flavonol—senyawa yang diketahui memiliki komponen penghambat tumor.
4. Menurunkan Kolesterol
Konsumsi bawang bombay dapat menurunkan low-density lipoprotein (LDL), yang juga dikenal sebagai kolesterol “jahat”. Hal ini dapat membantu mencegah penumpukan dan pembentukan plak di arteri, yang mendorong aliran darah yang lebih sehat dan meningkatkan kesehatan kardiovaskular.
5. Meningkatkan Kepadatan Tulang
Satu studi terhadap wanita kulit putih non-Hispanik perimenopause dan pascamenopause berusia 50 tahun ke atas menemukan bahwa konsumsi bawang bombay tampaknya memiliki efek positif pada kepadatan tulang. Mereka yang mengonsumsi bawang bombay juga memiliki risiko patah tulang pinggul yang 20% lebih rendah daripada mereka yang tidak mengonsumsi bawang bombay.
6. Sifat Antibakteri
Bawang bombay—terutama bawang bombay merah dan kuning—merupakan sumber quercetin alami yang baik. Quercetin adalah bioflavonoid yang memiliki sifat antioksidan dan bersifat antijamur serta antibakteri.
7. Meningkatkan Kesehatan Mata
Meskipun mengiris bawang dapat membuat mata Anda berair, bawang sebenarnya baik untuk kesehatan mata Anda. Bawang penuh dengan senyawa quercetin dan sulfur, yang membantu melindungi mata. Quercetin telah digunakan untuk mengobati kondisi seperti mata kering dan keratoconus, misalnya.
8. Meningkatkan Kesehatan Usus
Bawang bermanfaat untuk kesehatan usus karena kandungan prebiotiknya yang tinggi. Kandungan ini meliputi inulin dan fruktooligosakarida, yang merupakan bakteri usus bermanfaat yang meningkatkan mikrobioma yang sehat. Pertumbuhan bakteri baik pada akhirnya meningkatkan pencernaan dan membantu tubuh Anda menyerap nutrisi dengan lebih baik. Ditambah lagi, sifat antimikroba dari senyawa sulfur dalam bawang dapat membantu menjaga keseimbangan flora usus dengan menjauhkan bakteri jahat.
9. Sifat Anti-Peradangan
Bawang juga memiliki sifat anti-peradangan. Ini berarti bahwa bawang dapat memiliki efek menenangkan dan menyejukkan. Faktanya, bawang merah mencegah leukotrien, prostaglandin, dan histamin yang memicu peradangan pada osteoartritis dan artritis reumatoid.
Sayuran Serbaguna
Bawang merah adalah sayuran yang sangat serbaguna. Anda dapat menggunakannya untuk menambah rasa pada banyak makanan, mulai dari sup hingga burger dan lainnya. Anda juga dapat menambahkan bawang merah pada saus dan salsa. Anda dapat memakannya mentah, memasaknya, atau bahkan mengaramelkannya. Bawang goreng adalah pilihan lain, meskipun versi yang kurang sehat. Namun, cara mana pun yang Anda pilih, ada banyak cara untuk memasukkan bawang merah ke dalam makanan Anda.
Tahan Lama (Jika Disimpan dengan Benar)
Bawang merah utuh dapat bertahan di dapur atau tempat sejuk, kering, dan gelap lainnya (bukan lemari es) selama sekitar dua minggu—tetapi jangan menyimpannya di samping kentang, yang mengeluarkan gas dan uap air yang dapat dengan cepat merusak bawang merah. Jika Anda memiliki sisa bawang merah yang sudah dipotong, masukkan ke dalam kantong yang dapat ditutup kembali di lemari es agar tetap segar selama sekitar seminggu (Anda juga dapat menyimpannya dalam wadah di dalam freezer). (nano)
Tinggalkan Komentar