Sukoharjonews.com – Surah Yasin adalah salah satu surah dalam Al-Qur’an yang paling sering dibaca oleh umat Islam. Surah ini dikenal dengan sebutan qalbu al-Qur’an atau hati Al-Qur’an, karena keutamaannya yang sangat besar. Tidak hanya menjadi bacaan harian, Surah Yasin juga memiliki posisi penting dalam berbagai amalan masyarakat Muslim, terutama pada malam Jumat. Lantas, apa saja keutamaan Surah Yasin?
Dikutip dari Bincang Syariah, Senin (12/1/2026), dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari sahabat Anas RA, Rasulullah bersabda:
إِنَّ لِكُلِّ شَيْءٍ قَلْبًا، وَقَلْبُ الْقُرْآنِ يس. وَمَنْ قَرَأَ يس كَتَبَ اللَّهُ لَهُ بِقِرَاءَتِهَا قِرَاءَةَ الْقُرْآنِ عَشْرَ مَرَّاتٍ
Artinya: “Sesungguhnya setiap sesuatu itu memiliki hati, dan hati Al-Qur’an adalah Yasin. Barangsiapa membaca Yasin, maka Allah akan mencatat baginya dengan bacaannya itu seperti membaca Al-Qur’an sepuluh kali.” (HR. Tirmidzi).
Hadis ini menunjukkan bahwa Surah Yasin memiliki kedudukan istimewa di antara surah-surah lainnya. Disebut sebagai qalbu al-Qur’an karena kandungan pesannya yang menyeluruh, mencakup penegasan keimanan, kisah para rasul, penjelasan tentang hari kiamat, hingga janji dan ancaman Allah.
Selain keutamaannya yang besar, membaca Surah Yasin juga menjadi sebab ampunan Allah. Dalam hadis riwayat Ad-Darimi disebutkan:
مَنْ قَرَأَ (يس) فِيْ لَيْلَةٍ ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللّٰهِ غُفِرَ لَهُ فِيْ تِلْكَ اللَّيْلَةِ
Artinya; “Barangsiapa membaca Yasin pada suatu malam dengan mengharap wajah Allah, maka ia akan diampuni pada malam itu.” (HR. Ad-Darimi, II/457).
Hadis ini menekankan pentingnya niat yang tulus. Membaca Yasin bukan sekadar rutinitas, melainkan harus diiringi dengan ikhlas dan mengharap keridhaan Allah.
Lebih jauh lagi, dalam riwayat lain yang disebutkan oleh Al-Hafizh Abu Ya’la, Rasulullah bersabda:
وقال الحافظ أبويعلى: حدثنا إسحاق بن أبي إسرائيل، حدثنا حجاج بن محمد، عن هشام بن زياد، عن الحسن قال: سمعت أباهريرة يقول: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: “من قرأ “يس” في ليلة أصبح مغفورًا له. ومن قرأ: ”حم” التي فيها الدخان أصبح مغفورًا له”.
Artinya; “Siapa yang membaca surat Yasin pada suatu malam, maka pada pagi harinya ia diampuni. Dan siapa yang membaca surat Ha Mim yang di dalamnya ada ad-Dukhan, maka pada pagi harinya ia diampuni.”
Keutamaan Membaca Yasin pada Malam Jumat
Rasulullah juga memberikan kabar gembira bagi mereka yang membaca Surah Yasin dan Surah Ash-Shaffat di malam Jumat. Dalam hadis riwayat Abu Dawud disebutkan:
من قرأ سورة يس والصافات ليلة الجمعة أعطاه الله سؤله
Artinya; “Barang siapa membaca surat Yasin dan Ash-Shaffat di malam Jumat, Allah akan mengabulkan permintaannya.” (HR. Abu Daud).
Tradisi membaca Yasin pada malam Jumat yang hidup di tengah masyarakat Muslim memiliki dasar kuat dari hadis ini. Malam Jumat memang memiliki kedudukan khusus sebagai hari raya mingguan umat Islam, sehingga dianjurkan memperbanyak amalan, termasuk membaca Yasin.
Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim(Juz VI, halaman 561 mengutip pandangan sebagian ulama mengenai Surah Yasin:
ولهذا قال بعض العلماء : من خصائص هذه السورة : أنها لا تقرأ عند أمر عسير إلا يسره الله . وكأن قراءتها عند الميت لتنزل الرحمة والبركة ، وليسهل عليه خروج الروح ، والله أعلم .
Artinya; Di antara kekhususan Surah Yasin adalah bahwa ia tidak dibaca pada suatu urusan yang sulit melainkan Allah akan memudahkannya. Seakan-akan, dibacakannya surah ini di sisi orang yang sedang sekarat bertujuan agar turun rahmat dan keberkahan, serta untuk memudahkan keluarnya ruhnya. Dan Allah-lah yang lebih mengetahui.”
Membacanya secara rutin dengan niat yang tulus menjadi amalan yang mendekatkan seorang hamba kepada Allah SWT. Karena itu, sudah sepantasnya umat Islam menjadikan Surah Yasin sebagai bagian dari amalan harian maupun mingguan. Selain berpahala, ia juga sarat dengan keberkahan dan ketenangan jiwa. (nano)
Tinggalkan Komentar