Sukoharjonews.com – Mengapa taubat Iblis tidak diterima Allah? Pada dasarnya, selain para Nabi dan Rasul seringkali melakukan kesalahan dan kekhilafan, baik yang disengaja ataupun tidak. Namun sebaik-baiknya manusia adalah yang mau bertaubat untuk memperbaiki amal perbuatannya.
4 Alasan Taubat Iblis Tidak Diterima Allah
Dikutip dari Bincang Syariah, Sabtu (13/12/2025), Abu al-Lais as-Samarkandi dalam Tanbih al-Ghafilin mengungkapkan alasan mengapa taubat iblis tidak diterima oleh Allah dikarenakan beberapa hal. Nah berikut penjelasannya.
ﻭﺇﺑﻠﻴﺲ ﻟﻌﻨﻪ اﻟﻠﻪ ﻟﻢ ﻳﻘﺮ ﻋﻠﻰ ﻧﻔﺴﻪ، ﻭﻟﻢ ﻳﻨﺪﻡ ﻋﻠﻴﻪ، ﻭﻟﻢ ﻳﻠﻢ ﻧﻔﺴﻪ، ﻭﻟﻢ ﻳﺴﺮﻉ ﻓﻲ اﻟﺘﻮﺑﺔ، ﻭﻗﻨﻂ ﻣﻦ ﺭﺣﻤﺔ اﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ
Pertama, Iblis Laknatullah tidak mau mengakui kesalahannya. Kedua, ia tak menyesali dosa-dosanya. Ketiga, tak segera bertaubat. Keempat, ia putus asa dari Rahmat Allah.
Dalam kitab Tanbih al-Ghafilin, Abu al-Lais as-Samarkandi menjelaskan alasan mengapa taubat Iblis tidak diterima oleh Allah SWT. Ada empat faktor utama yang menjadi penghalang:
Pertama, Iblis tidak mau mengakui kesalahannya. Kesombongan dan keangkuhannya membuatnya menolak untuk tunduk kepada perintah Allah SWT untuk bersujud kepada Nabi Adam AS. Sikap ini menunjukkan keengganan Iblis untuk introspeksi dan bertanggung jawab atas perbuatannya.
Kedua, Iblis tidak menyesali dosa-dosanya. Alih-alih merasakan penyesalan atas perbuatannya yang menjerumuskan Adam dan Hawa AS ke dalam dosa, Iblis justru merasa bangga atas tipu dayanya. Ketiadaan rasa penyesalan ini memperparah kesalahannya dan membuatnya semakin jauh dari rahmat Allah SWT.
Ketiga, Iblis tidak segera bertaubat. Kesempatan untuk bertaubat selalu terbuka bagi Iblis, namun ia memilih untuk menunda dan menundanya. Penundaan taubat ini menunjukkan kurangnya kesungguhan Iblis untuk kembali ke jalan yang benar dan menjadi bukti nyata kesombongannya.
Keempat, Iblis putus asa dari rahmat Allah SWT. Sikap putus asa ini merupakan puncak kesalahan Iblis. Ia meragukan kebesaran dan kemurahan Allah SWT, sehingga tidak lagi memiliki harapan untuk mendapatkan pengampunan. Sikap ini menandakan hilangnya iman Iblis dan semakin mempertegas posisinya sebagai musuh Allah SWT.
Akibat dari keempat faktor tersebut, Iblis dilaknat oleh Allah SWT dan diancam dengan siksaan yang pedih di neraka. Kisah Iblis ini menjadi pelajaran berharga bagi umat manusia untuk selalu waspada terhadap godaannya dan senantiasa berusaha untuk bertaubat kepada Allah SWT dengan penuh ketulusan dan keikhlasan.
Hanya dengan ilmu agama yang memadai dan amalan yang didasari keikhlasan, manusia dapat terhindar dari bisikan jahat Iblis dan meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat.
Itu alasan taubat Iblis tidak diterima Allah. Oleh karena itu, kita harus selalu waspada terhadap godaan Iblis dan berusaha untuk memperkuat iman dan ketaatan kita kepada Allah. Kita harus senantiasa berpegang teguh pada ilmu agama dan melakukan amalan dengan ikhlas agar terhindar dari tipu daya Iblis dan mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat. (nano)
Tinggalkan Komentar