Sukoharjonews.com – Sujud syukur termasuk sujud yang disyariatkan dalam Islam. Dalam kondisi dan sebab-sebab tertentu kita dianjurkan untuk melakukan sujud syukur sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Allah. Apa saja sebab-sebab kita disunahkan sujud syukur dan bagaimana tata cara melakukan sujud syukur?
Dilansir dari Bincang Syariah, Rabu (3/6/2026), aa tiga sebab kita dianjurkan melakukan sujud syukur. Pertama, kita mendapatkan nikmat tak terduga dari Allah, atau saudara dan kerabat kita yang mendapatkan nikmat dari-Nya. Kedua, kita terhindar dari bahaya dan musibah yang hendak menimpa kita. Ketiga, kita melihat bahwa diri kita bisa terhindar dari perbuatan dosa dan maksiat dan pada saat bersamaan kita melihat banyak orang yang melakukan dosa dan maksiat tersebut.
Dengan demikian, Sujud syukur dilakukan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat yang diterima atau terbebas dari musibah yang menimpa. Biasanya, sujud syukur dilakukan ketika seseorang mendapatkan kabar baik, misalnya kelahiran anak, kesembuhan dari penyakit, berhasil dalam ujian, atau mendapatkan rezeki tak terduga.
Selain itu, sujud syukur juga bisa dilakukan ketika terhindar dari bencana atau bahaya, misalnya setelah lolos dari kecelakaan atau bencana alam. Inti dari sujud syukur adalah sebagai ungkapan rasa syukur dan terima kasih kepada Allah SWT atas segala nikmat dan karunia yang diberikan.
Tata Cara Sujud Syukur
Adapun tata cara melakukan sujud syukur adalah sebagai berikut;
Pertama, suci dari hadas besar dan kecil, dan juga dari najis.
Kedua, menutup seluruh aurat dan menghadap kiblat.
Ketiga, melakukan takbir dengan niat sebagai berikut;
نَوَيْتُ سُجُوْدَ الشُّكْرِ سُنَةَ للهِ تَعَالَى
Nawaitu sujudas syukri sunnatan lillahi ta’ala
“Saya niat melakukan sujud syukur sunnah karena Allah Ta’ala.”
Keempat, sujud satu kali dengan membaca doa berikut;
سَجَدَ وَجْهِى لِلَّذِى خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ وَشَقَ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ بِحَوْلِهِ وَقُوَّتِهِ فَتَبَا رَكَ اللهُ اَحْسَنُ الْخَالِقِيْنَ.
Sajada wajhi lillazi kholaqahu washowwarahu wasyaqqa sam’ahu wabashorahu bi haulihi wa quwwatihi fatabaarakallaahu ahsanul kholiqina.
“Aku sujudkan wajahku kepada yang menciptakannya, membentuk rupanya, dan membuka pendengaran serta penglihatan. Maha Suci Allah sebaik-baik Pencipta.”
Kelima, kemudian duduk serta mengucapkan salam ke arah kanan dan kiri. (nano)
Tinggalkan Komentar