Sukoharjonews.com – Sedekah dalam Islam tidak hanya terbatas pada pemberian harta, tetapi juga mencakup segala bentuk kebaikan yang dilakukan untuk orang lain, baik secara materi maupun non-materi. Sedekah non finansial dalam Islam memiliki banyak macam. Nah artikel ini akan membahas pelbagai jenis sedekah non finasial dalam Islam.
Dikutip dari Bincang Syariah, Jumat (20/2/2026), sedekah merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam Agama. Allah telah menegaskannya dalam Al-Qur’an Surat al-Baqarah Ayat 215:
يَسْـَٔلُوْنَكَ مَاذَا يُنْفِقُوْنَ ۗ قُلْ مَآ اَنْفَقْتُمْ مِّنْ خَيْرٍ فَلِلْوَالِدَيْنِ وَالْاَقْرَبِيْنَ وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَابْنِ السَّبِيْلِ ۗ وَمَا تَفْعَلُوْا مِنْ خَيْرٍ فَاِنَّ اللّٰهَ بِهٖ عَلِيْمٌ
‘’Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang apa yang harus mereka infakkan. Katakanlah, “Harta apa saja yang kamu infakkan, hendaknya diperuntukkan bagi kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, dan orang yang dalam perjalanan (dan membutuhkan pertolongan).” Kebaikan apa saja yang kamu kerjakan, sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya.’’
Anjuran ini juga ditambahi oleh Rasulullah SAW, dalam salah satu hadisnya beliau bersabda:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ وَمَا زَادَ اللَّهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلَّا عِزًّا وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلَّهِ إِلَّا رَفَعَهُ اللَّهُ
’’Dari Abu Hurairah dari Rasulullah bersabda: “Sedekah itu tidak akan mengurangi harta. Tidak ada orang yang memberi maaf kepada orang lain, melainkan Allah akan menambah kemuliaannya. Dan tidak ada orang yang merendahkan diri karena Allah, melainkan Allah akan mengangkat derajatnya.” (HR Muslim, No 2588).
Pada umumnya, sedekah dimaknai dengan memberikan harta kepada orang lain secara cuma-cuma. Mudahnya demikian ini dikategorikan dengan sedekah finansial, namun sebenarnya ada juga sedekah non finansial. Yaitu yang diriwayatkan oleh Imam Al-Tirmidzi dalam sunan-nya;
عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَبَسُّمُكَ فِي وَجْهِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَةٌ وَأَمْرُكَ بِالْمَعْرُوفِ وَنَهْيُكَ عَنْ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَإِرْشَادُكَ الرَّجُلَ فِي أَرْضِ الضَّلَالِ لَكَ صَدَقَةٌ وَبَصَرُكَ لِلرَّجُلِ الرَّدِيءِ الْبَصَرِ لَكَ صَدَقَةٌ وَإِمَاطَتُكَ الْحَجَرَ وَالشَّوْكَةَ وَالْعَظْمَ عَنْ الطَّرِيقِ لَكَ صَدَقَةٌ وَإِفْرَاغُكَ مِنْ دَلْوِكَ فِي دَلْوِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَةٌ
“Diriwayatkan dari Abu Dzarr bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Senyummu kepada saudaramu merupakan sedekah, engkau berbuat ma’ruf dan melarang dari kemungkaran juga sedekah, engkau menunjukkan jalan kepada orang yang tersesat juga sedekah, engkau menuntun orang yang berpenglihatan kabur juga sedekah, menyingkirkan batu, duri dan tulang dari jalan merupakan sedekah, dan engkau menuangkan air dari ember ke ember saudaramu juga sedekah”. (HR. Al-Tirmidzi, 1879)
Dari hadis ini, Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullah juga memberikan contoh lain terkait sedekah non finansial ini. Beliau mengatakan;
والصدقة بغير المال نوعان: أحدُهما: ما فيه تعدية الإحسان إلى الخلق؛ فيكون صدقةً عليهم، وربَّما كان أفضل من الصدقة بالمال؛ وهذا كالأمر بالمعروف والنهي عن المنكر؛ فإنه دعاءٌ إلى طاعة الله، وكفٌّ عن معاصيه، وذلك خيرٌ من النفع بالمال، وكذلك تعليم العلم النافع، وإقراءُ القرآن، وإزالةُ الأذى عن الطريق، والسعي في جلبِ النفع للناس، ودفع الإذى عنهم، وكذلك الدعاء للمسلمين، والاستغفار لهم.
“Sedekah non finansial ada dua bentuk. Salah satunya apa saja yang padanya ada bentuk memberikan kebaikan kepada makhluk, maka ia bernilai sedekah pada mereka, dan kadang hal tersebut lebih utama daripada sedekah dengan harta, dan ini contohnya seperti memerintahkan kepada kebaikan dan melarang dari kemungkaran, karena hal tersebut adalah seruan kepada ketaatan kepada Allah, serta menahan dari maksiat kepada-Nya, maka hal tersebut lebih baik daripada memberikan manfaat dengan harta.
Demikian pula mengajarkan ilmu yang bermanfaat dan membaca Al Qur’an, dan menyingkirkan gangguan dari jalan, dan berusaha memberikan manfaat kepada manusia, menahan gangguan dari mereka, demikian pula mendoakan kaum muslimin dan memintakan ampun untuk mereka”.
Selain keduanya, mencegah diri dari menyakiti orang lain juga masuk pada kategori ini. Ibnu Rajab mengatakan;
ومن أنواع الصدقة: كفُّ الأذى عن النَّاسِ، ففي “الصحيحين” عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ الْأَعْمَالِ أَفْضَلُ قَالَ الْإِيمَانُ بِاللَّهِ وَالْجِهَادُ فِي سَبِيلِهِ قَالَ قُلْتُ أَيُّ الرِّقَابِ أَفْضَلُ قَالَ أَنْفَسُهَا عِنْدَ أَهْلِهَا وَأَكْثَرُهَا ثَمَنًا قَالَ قُلْتُ فَإِنْ لَمْ أَفْعَلْ قَالَ تُعِينُ صَانِعًا أَوْ تَصْنَعُ لِأَخْرَقَ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ ضَعُفْتُ عَنْ بَعْضِ الْعَمَلِ قَالَ تَكُفُّ شَرَّكَ عَنْ النَّاسِ فَإِنَّهَا صَدَقَةٌ مِنْكَ عَلَى نَفْسِكَ.
“Di antara amalan yang termasuk bagian sedekah adalah menecegah diri dari menyakiti orang lain. Di dalam Sahih Bukhari Muslim diriwayatkan dari Abi Dzar Al-Ghifari, bahwa ia pernah bertanya kepada Rasulullah SAW;
“‘Wahai Rasulullah! Amalan apakah yang paling utama? ‘ Rasulullah menjawab: “Beriman kepada Allah dan berjihad pada jalan-Nya.” Aku bertanya, “Hamba sahaya yang bagaimanakah yang paling utama?” Rasulullah SAW menjawab: “Hamba sahaya yang paling baik menurut pemiliknya dan paling mahal harganya.” Aku bertanya lagi, “Bagaimana jika aku tidak bisamengerjakannya?”
Rasulullah menjawab: “Kamu bisa membantu orang yang bekerja atau berkerja untuk orang yang tidak memiliki pekerjaan.” Aku bertanya lagi, ‘Wahai Rasulullah! Apa pendapatmu jika aku tidak mampu melakukan sebagian dari amalan? ‘ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Kamu hendaklah menghentikan kejahatanmu terhadap orang lain karena hal itu merupakan sedekah darimu kepada dirimu”.
Oleh karenanya, menjadi fleksibel. Sebab sedekah ini tidak harus menunggu lebihnya harta yang dimiliki, karena sedekah juga bisa dilakukan dengan non finansial sebagaimana yang telah dijelaskan di atas. Namun tentunya lebih baik bagi orang yang memiliki harta lebih, untuk menyisihkan hartanya guna diberikan kepada orang lain.
Keterangan yang disampaikan oleh Ibnu Rajab ini bisa menjadi alternatif bagi orang yang tidak memiliki harta berlebih, sebab dalam keadaan minim finansial pun masih bisa bersedekah. (nano)
Tinggalkan Komentar