Sukoharjonews.com – Melaksanakan puasa sunnah Senin Kamis adalah salah satu amalan istimewa yang diajarkan Rasulullah. Artikel ini membahas keutamaan dan manfaat puasa Senin Kamis, lengkap dengan doa setiap hari agar semakin istiqamah dalam beribadah.
Dikutip dari Bincang Syariah, Selasa (13/1/2026), Syekh Zainuddin Al-Malibari, dalam kitab Fathul Mu’in menjelaskan bahwa puasa sunnah Senin dan Kamis, merupakan puasa yang sering dipraktekkan Rasulullah selama masa hidupnya.
Simak penjelasan Syekh Zainuddin Al-Malibari berikut;
و) صوم (الاثنين والخميس) للخبر الحسن أنه صلى الله عليه وسلم كان يتحرى صومهما وقال: تعرض فيهما الاعمال، فأحب أن يعرض عملي وأنا صائم.
Artinya:“Dan puasa hari Senin dan Kamis, berdasarkan hadist hasan bahwa Nabi Muhammad berusaha berpuasa di dua hari tersebut. Beliau bersabda: ‘Diperlihatkan amal-amal pada dua hari itu, maka aku senang amal perbuatanku diperlihatkan sedangkan aku dalam keadaan berpuasa.’”
Berdasarkan keterangan dari kitab Fathul Mu’in tersebut, kita dapat memahami bahwa keutamaan puasa Senin Kamis adalah karena pada hari-hari tersebut amal manusia dilaporkan kepada Allah. Rasulullah ingin ketika amal beliau diangkat, beliau sedang dalam keadaan berpuasa.
Lebih jauh lagi, dalam kitab I‘anatut Thalibin dijelaskan lebih rinci tentang pelaporan amal tersebut:
(وقوله: الأعمال) أي أعمال ما بينهما معهما، فتعرض أعمال الثلاثاء والأربعاء والخميس: في الخميس. (وأعمال الجمعة والسبت والأحد والاثنين: في الاثنين)
Artinya: “Yang dimaksud dengan amal adalah bahwa amal-amal di antara dua hari itu dilaporkan pada hari tersebut. Amal hari Selasa, Rabu, dan Kamis dilaporkan pada hari Kamis. Sedangkan amal hari Jumat, Sabtu, dan Ahad dilaporkan pada hari Senin.”
Manfaat Puasa Sunnah Senin Kamis
Selain keutamaannya, puasa sunnah Senin Kamis juga memberikan manfaat besar bagi kehidupan seorang muslim, baik secara spiritual maupun fisik.
1. Menekan Hawa Nafsu
Dalam sebuah hadis shahih, Rasulullah bersabda:
يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنْ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ الْبَاءَة فَلْيَتَزَوَّجْ فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ
“Wahai para pemuda, barang siapa yang mampu menikah, maka menikahlah. Sesungguhnya menikah lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Namun barang siapa yang belum mampu, maka hendaklah ia berpuasa, karena puasa itu dapat menjadi penekan syahwatnya.” (HR. Ahmad dan Bukhari)
Puasa membantu seseorang untuk menjaga diri dari perbuatan maksiat, terutama yang terkait dengan syahwat.
2. Membiasakan Doa Setiap Hari
Puasa Senin Kamis juga melatih seorang muslim untuk memperbanyak doa setiap hari. Dengan berpuasa, hati lebih tenang, pikiran jernih, dan doa yang dipanjatkan lebih khusyuk.
Sebagaimana dijelaskan oleh ulama besar Syekh Izzuddin bin Abdis Salam, dalam kitab Maqasidul Ibadah, halaman 41:
وطموح النفس الى المناجات واشتغالها بها خير من تشوفها الى المعاصي والزلات ولذلك قدم بعض السلف الصوم على سائر العبادات. فسئل غن ذلك فقال لأن يطلع الله على نفسي وهي تنازعني الى الطعام والشراب أحب الي من أن يطلع عليها وهي تنازعني الى معصيته.
Artinya: “Keinginan jiwa untuk bermunajat (beribadah dan berdoa) serta kesibukannya dengan hal itu lebih baik daripada condong kepada maksiat. Karena itu, sebagian salaf lebih mengutamakan puasa dibanding ibadah lainnya. Ketika beliau ditanya alasannya, ia menjawab: ‘Sesungguhnya Allah melihat diriku sedang berjuang melawan hawa nafsu yang menginginkan makanan dan minuman, lebih aku sukai daripada Allah melihatku sedang berjuang melawan nafsu yang mengajakku kepada maksiat.’”
Dengan demikian, puasa sunnah Senin Kamis bukan hanya ibadah biasa, melainkan momentum untuk memperbaiki diri, menekan hawa nafsu, memperbanyak doa setiap hari, serta memastikan amal yang dilaporkan kepada Allah dalam keadaan terbaik. (nano)
Tinggalkan Komentar