Yang Belum Tahu, Berikut Ini Keajaiban dan Manfaat Shalat Dhuha dalam Hadis Nabi

Ilustrasi. (Dok Kemenag)

Sukoharjonews.com – Shalat Dhuha adalah salah satu shalat sunnah yang dianjurkan Rasulullah dan memiliki banyak keutamaan serta manfaat luar biasa. Dalam hadis Nabi, dijelaskan bahwa shalat Dhuha tidak hanya mendekatkan diri kepada Allah, tetapi juga membawa berbagai keberkahan dalam kehidupan sehari-hari, baik dari segi spiritual maupun duniawi.

Dikutip dari Bincang Syariah, Kamis (18/12/2025), berikut beberapa manfaat dan keutamaan shalat dhuha berdasarkan hadis-hadis sahih.

1. Menentramkan Batin dan Pelebur Dosa
Ketika hidup dilanda masalah, baik urusan keluarga, ekonomi, atau pekerjaan, shalat dhuha menjadi waktu terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah dan menenangkan hati. Dalam sujud dhuha, seorang hamba dapat mencurahkan segala keluh kesah hanya kepada Allah yang Maha Menolong.

Rasulullah SAW bersabda:

– مَن حافَظَ على شُفعَةِ الضُّحى، غُفِرتْ له ذُنوبُه، وإنْ كانت مِثْلَ زَبَدِ البَحرِ.

Artinya; “Barangsiapa yang senantiasa menjaga shalat Dhuha, niscaya diampuni dosa-dosanya, walaupun sebanyak buih di lautan.” (HR. at-Tirmidzi)

Hadis ini menunjukkan bahwa shalat dhuha menjadi salah satu amalan penghapus dosa, selama diiringi dengan tekad untuk bertaubat dan tidak mengulang kesalahan yang sama.

2. Diberi Pahala yang Berlipat Ganda
Allah SWT tidak akan menyia-nyiakan amal kebaikan hamba-Nya, baik yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan. Shalat dhuha termasuk amalan yang pahalanya dilipatgandakan oleh Allah.

Rasulullah bersabda:

يُصْبِحُ علَى كُلِّ سُلَامَى مِن أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ، فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ، وَأَمْرٌ بالمَعروفِ صَدَقَةٌ، وَنَهْيٌ عَنِ المُنْكَرِ صَدَقَةٌ، وَيُجْزِئُ مِن ذلكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُما مِنَ الضُّحَى

Artinya; “Pada pagi hari, setiap persendian dari kalian wajib dikeluarkan sedekahnya. Setiap bacaan tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, amar ma’ruf dan nahi mungkar juga sedekah. Dan semua itu dapat dicukupi dengan dua rakaat shalat dhuha.” (HR. Muslim).

Hadis ini menegaskan bahwa dua rakaat shalat dhuha bernilai setara dengan sedekah bagi seluruh sendi tubuh, dan menjadi bukti rasa syukur seorang Muslim atas nikmat kesehatan.

3. Pembuka Pintu Rezeki
Shalat dhuha juga dikenal sebagai shalat pembuka rezeki. Doa yang dibaca setelahnya berisi permohonan kepada Allah agar memudahkan, menyucikan, dan mendekatkan rezeki yang halal.

Doa shalat dhuha yang masyhur di kalangan ulama berbunyi:

اللَّهُمَّ إِنَّ الضُّحَى ضُحَاؤُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاؤُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ،

اللَّهُمَّ إِنْ كَانَ رِزْقِي فِي السَّمَاءِ فَأَنْزِلْهُ، وَإِنْ كَانَ فِي الْأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ، وَإِنْ كَانَ مُعْسِرًا فَيَسِّرْهُ، وَإِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ، وَإِنْ كَانَ بَعِيدًا فَقَرِّبْهُ، بِحَقِّ ضُحَائِكَ، وَبَهَائِكَ، وَجَمَالِكَ، وَقُوَّتِكَ، وَقُدْرَتِكَ، آتِنِي مَا آتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِينَ.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, kekuasaan adalah kekuasaan-Mu. Ya Allah, jika rezekiku berada di langit, turunkanlah; jika di bumi, keluarkanlah; jika sulit, mudahkanlah; jika haram, sucikanlah; dan jika jauh, dekatkanlah. Dengan hak waktu dhuha-Mu yang mulia, limpahkanlah kepadaku sebagaimana Engkau limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh.”

Selain berdoa, seorang Muslim juga dianjurkan untuk tetap berusaha. Rasulullah bersabda:

لَوْ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَوَكَّلُونَ عَلَى اللَّهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ، لَرُزِقْتُمْ كَمَا يُرْزَقُ الطَّيْرُ، تَغْدُو خِمَاصًا، وَتَرُوحُ بِطَانًا

Artinya; Rasulullah bersabda: “Seandainya kalian benar-benar bertawakal kepada Allah dengan tawakal yang sebenar-benarnya, niscaya kalian akan diberi rezeki sebagaimana burung diberi rezeki: pagi hari ia pergi dalam keadaan perut kosong, dan sore hari ia kembali dalam keadaan kenyang.” (HR. at-Tirmidzi).

4. Sedekah untuk Setiap Persendian Tubuh
Tubuh manusia memiliki 360 persendian, sebagaimana disebutkan dalam hadis sahih. Setiap persendian tersebut membutuhkan “sedekah” sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat kesehatan. Shalat dhuha dua rakaat menjadi pengganti sempurna bagi semua sedekah itu.

إنَّه خُلِقَ كُلُّ إنْسانٍ مِن بَنِي آدَمَ علَى سِتِّينَ وثَلاثِ مِائَةِ مَفْصِلٍ، فمَن كَبَّرَ اللَّهَ، وحَمِدَ اللَّهَ، وهَلَّلَ اللَّهَ، وسَبَّحَ اللَّهَ، واسْتَغْفَرَ اللَّهَ، وعَزَلَ حَجَرًا عن طَرِيقِ النَّاسِ، أوْ شَوْكَةً، أوْ عَظْمًا عن طَرِيقِ النَّاسِ، وأَمَرَ بِمَعروفٍ، أوْ نَهَى عن مُنْكَرٍ، عَدَدَ تِلكَ السِّتِّينَ والثَّلاثِ مِائَةِ السُّلامَى -فإنَّه يَمْشِي يَومَئذٍ وقدْ زَحْزَحَ نَفْسَهُ عَنِ النَّارِ

Artinya; Dari Aisyah ra., ia berkata bahwa Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya setiap manusia dari keturunan Adam diciptakan memiliki tiga ratus enam puluh sendi. Maka siapa yang mengucapkan Allahu Akbar (takbir), Alhamdulillah (pujian kepada Allah), La ilaha illallah (tahlil), Subhanallah (tasbih), Astaghfirullah (istighfar), serta menyingkirkan batu, duri, atau tulang dari jalan manusia, dan memerintahkan kepada kebaikan atau melarang dari kemungkaran, hingga jumlahnya mencapai tiga ratus enam puluh amal itu — maka pada hari itu ia berjalan dalam keadaan telah menjauhkan dirinya dari neraka.”(HR. Muslim, no. 1007).

Dan dalam riwayat lain disebutkan bahwa dua rakaat shalat dhuha sudah mencukupi sedekah semua persendian tersebut.

Shalat dhuha bukan hanya ibadah sunnah, tetapi juga manifestasi syukur, pembersih dosa, dan pembuka rezeki. Rasulullah SAW bersabda:

يَا ابْنَ آدَمَ، ارْكَعْ لِي مِنْ أَوَّلِ النَّهَارِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ، أَكْفِكَ آخِرَهُ

“Wahai anak Adam, kerjakanlah untuk-Ku empat rakaat di awal hari, niscaya Aku akan mencukupimu di sepanjang hari itu.” (HR. Abu Dawud)

Maka, marilah kita membiasakan shalat dhuha setiap pagi, meski hanya dua rakaat. Di balik dua rakaat ringan itu tersimpan keajaiban dan manfaat shalat Dhuha yang besar : ketenangan jiwa, ampunan dosa, kesehatan, dan keberkahan rezeki. (nano)

Nano Sumarno:
Tinggalkan Komentar