
Sukoharjonews.com – Sebagian orang memilih berpuasa untuk memperingati hari kelahirannya dari pada mengadakan acara ulang tahun yang diisi dengan hal-hal yang menurutnya tidak bermanfaat. Lantas bagaimanakah hukum puasa dalam rangka untuk memperingati hari ulang tahun?
Dikutip dari Bincang Syariah, Senin (30/3/2026), secara umum mensyukuri nikmat dalam berbagai bentuknya sangat dianjurkan oleh syariat Islam. Hanya saja ekspresi yang ditampakkan untuk mensyukuri nikmat tersebut harus sesuai dengan syariat alias tidak bertentangan dengan ajaran Islam.
Imam Ibnu Athaillah as-Sakandari di dalam kitab Hikam menyebutkan bahwa diantara nikmat yang Allah berikan kepada manusia adalah dilahirkan ke dalam dunia.
هو الذي أنعم عليك بنعمة الإيجاد ثم بتوالي الإمداد
“Dialah Allah yang menganugrahkan padamu karunia penciptaan dan serangkaian pemberian”
Selain itu di dalam al-Quran, Allah memerintahkan manusia untuk mengingat hari-hari-Nya seperti dalam Q.S. Ibrahim ayat 5:
وَذَكِّرْهُمْ بِأَيَّامِ اللَّهِ
“dan ingatkanlah mereka kepada hari-hari Allah”
Dr. Syauqi Ibrahim Allam salah satu mufti besar Mesir menyebutkan tidak diragunakan lagi bahwa hari kelahiran setiap manusia merupakan diantara hari-hari Allah.
Itu sebabnya Nabi Muhammad saw. Berpuasa setiap hari senin sebagai ungkapan syukurnya kepada Allah atas karunia dilahirkan ke dalam dunia pada hari itu. Hal ini sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah hadis, Nabi ditanya oleh salah seorang sahabat mengapa puasa pada hari senin, Beliau menjawab:
ذَاكَ يَوْمٌ وُلِدْتُ فِيهِ، وَيَوْمٌ بُعِثْتُ -أَوْ أُنْزِلَ عَلَيَّ- فِيهِ» رواه مسلم
“Pada hari itu (senin) aku di lahirkan, akan dibangkitkan dan pada hari itu pula al-Quran diturunkan padaku.”
Bahkan Al-Quran dengan jelas menyuruh manusia untuk bergembira berkat anugrah dan karunia yang Allah berikan seperti dalam Q.S. Yunus 59:
قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُوا
“Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira”
Al-Quran memerintahkan untuk bergembira karena karunia dan anugrah yang Allah berikan. Para ulama menafsiri anugrah dan rahmat tersebut berlaku secara umum meliputi seluruh bentuk anugrah dan karunia Allah (umumur rahmah wal fadhl). (At-Tashil li Ulum at-Tanzil: jilid 1. Hal. 358).
Sedangkan hari kelahiran merupakan salah satu karunia Allah. Karena itu secara tidak langsung ayat di atas juga menunjukkan perintah utnuk bergembira (bersyukur) dengan hari kelahiran manusia.
Lalu bagaimana hukum puasa dalam rangka untuk memperingati hari ulang tahun? Hukumnya adalah boleh karena masuk dalam cakupan perintah untuk bergembira dan bersyukur dengan anugrah Allah seperti penjelasan di atas.
Selain itu kebolehan puasa tersebut juga ditunjukkan secara tidak langsung oleh Q.S. al-Ankabut ayat 17:
وَاعْبُدُوهُ وَاشْكُرُوا لَهُ إِلَيْهِ تُرْجَعُون
“dan sembahlah Dia dan bersyukurlah pada-Nya, kepada-Nya kalian akan kembali”
Menurut Dr. Syauqi Ibrahim Allam perintah beribadah dan bersyukur pada ayat ini bersifat umum dalam arti kapanpun, keadaan apapun dan dalam bentuk apapun termasuk dengan berpuasa, karena bersyukur juga dapat dilakukan dengan ucapan, tindakan dan keyakinan. (Website Resmi Dar Ifta’ al-Mishriyyah).
Wal hasil dari pada memperingati ulang tahun dengan hal-hal yang tidak bermanfaat lebih baik berpuasa sebagai salah satu bentuk syukur hamba atas karunia yang telah Allah berikan yaitu “melahirkannya” ke dalam dunia pada hari itu. (nano)















Facebook Comments