Yang Belum Tahu, Berikut Ini Hukum Jual Beli Anjing

Ilustrasi.

Sukoharjonews.com – Sudah maklum di kalangan masyarakat Muslim, terutama masyarakat Muslim Indonesia, bahwa anjing termasuk hewan najis, bahkan najis berat atau mughalladzah. Meski demikian, ada sebagian masyarakat Muslim yang membeli anjing untuk dijadikan penjaga rumahnya atau kebunnya. Dalam Islam, apa hukum jual beli anjing?

Dilansir dari Bincang Syariah, Sabtu (5/9/2026), salah satu syarat benda yang bisa dijual dan dibeli adalah suci dan memiliki nilai manfaat. Jika suatu benda adalah najis atau tidak memiliki nilai manfaat, maka jika diperjual belikan hukumnya tidak sah. Di antara benda yang tidak sah diperjaual belikan adalah anjing, karena zat anjing adalah najis.

Hal ini sebagaimana telah dijelaskan oleh Imam Abu Ishaq al-Syairazi dalam kitab al-Muhazzab berikut;

فأما النجس في نفسه فلا يجوز بيعه وذلك مثل الكلب والخنزير والخمر والسرجين وما أشبه ذلك من النجاسات

“Adapun benda yang zatnya najis, maka tidak boleh dijual. Hal itu seperti anjing, babi, khamar, kotoran hewan dan benda najis lainnya.”

Imam Syairazi menyebutkan dua dalil atas larangan menjual anjing, yaitu hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim dari Jabir bin Abdillah, dia mendengar Nabi Saw bersabda;

إِنَّ اللهَ وَرَسُولَهُ حَرَّمَ بَيْعَ الخَمْرِ وَالمَيْتَةِ وَالخِنْزِيرِ والأَصْنَامِ

“Sesungguhnya Allah mengharamkan menjual khamar, bangkai, babi dan berhala.”

Juga hadis riwayat Imam Bukhari dari Abu Juhaifah, dia berkata;

نَهَى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ ثَمَنِ الْكَلْب

“Nabi Saw melarang harga (uang yang didapat dari jual beli) anjing.”

Meski memperjual belikan anjing tidak boleh, tapi ia boleh dan bisa didapat bukan dengan akad jual beli, namun dengan naqlul yad atau memindahkan kepemilikan dengan ditukar dengan uang, sebagaimana meletakkan jabatan.

Bentuk sighat dari naqlul yad ini adalah sebagai berikut, ‘Saya meletakkan atau menggugurkan hakku atas benda ini (anjing) dengan ganti uang sekian (tentukan harga).’ Kemudian orang yang menerima mengatakan, ‘Saya terima.’

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Hasyiyah al-Bajuri berikut;

و يجوز نقل اليد عن النجس بالدراهم كما في النزول عن الوظائف و طريقه ان يقول المستحق له اسقطت حقي من هذا بكذا فيقول الاخر قبلت

“Boleh memindahkan tangan (kepemilikan) dari benda najis dengan diganti dirham sebagaimana meletakkan jabatan. Caranya, orang yang mempunyai benda najis berkata, ‘Saya meletakkan atau memnggugurkan hakku atas benda ini dengan ganti uang sekian.’ Kemudian yang lain berkata, ‘Saya terima.’”

Dengan demikian pertanyaan dari apa hukum jual beli anjing? Maka menurut Islam hukumnya adalah haram. Sebab yang seyogianya dijual adalah benda yang suci, sesuai syariat. Wallahu a’lam. (nano)

Nano Sumarno:
Tinggalkan Komentar