Yang Belum Tahu, Berikut Ini Hamba yang Paling Dicintai Allah SWT

Ilustrasi. (Dok Kemenag)

Sukoharjonews.com – Dengan akhlak yang lembut, perilaku yang jujur, lisan yang santun, dan hati yang bersih — seseorang bisa menjadi sebab orang lain mengenal dan mencintai Allah.

Dikutip dari Humayro, Selasa (15/7/2025), dalam kehidupan ini, kita berlomba-lomba mencari cinta. Cinta orang tua, cinta pasangan, cinta sahabat. Tapi pernahkah kita bertanya: siapakah hamba yang paling dicintai oleh Allah? Sebuah pertanyaan yang jawabannya bisa menjadi arah hidup seorang mukmin sejati.

Sahabat mulia, Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu, pernah mengatakan: Jika kamu mau, aku akan sampaikan kepadamu bahwa hamba Allah yang paling Allah cintai adalah yang membuat manusia mencintai Allah dan memberi nasihat di bumi.” (Az-Zuhd li Imam Ahmad).

Ini bukan sekadar kalimat bijak, tapi pesan mendalam tentang jati diri seorang hamba yang berharga di sisi Allah. Ia bukan yang paling banyak hartanya, bukan pula yang paling tinggi ilmunya jika ilmunya tidak menghidupkan hati manusia. Namun, yang paling dicintai Allah adalah mereka yang menjadi perantara agar manusia mencintai Rabb-nya.

Membuat Manusia Mencintai Allah
Tugas mulia ini bukan milik para dai semata, tetapi setiap muslim bisa menjalankannya. Dengan akhlak yang lembut, perilaku yang jujur, lisan yang santun, dan hati yang bersih — seseorang bisa menjadi sebab orang lain mengenal dan mencintai Allah. Ia menjadi jalan kebaikan. Bukankah Nabi ﷺ bersabda: Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia mendapatkan pahala seperti orang yang mengerjakannya.” (HR. Muslim)

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata: “Orang yang paling besar manfaatnya bagi orang lain adalah yang paling dicintai Allah.” (Miftah Daris Sa’adah)

Memberi Nasihat di Bumi
Nasihat adalah tanda cinta, bukan kebencian. nasihat adalah cermin kejujuran, bukan penghinaan. Dalam dunia yang dipenuhi syahwat dan syubhat, kehadiran seorang yang menasihati dengan ilmu dan kasih sayang adalah cahaya dalam kegelapan.

Hasan al-Bashri rahimahullah berkata: “Kaum mukmin saling menasihati dengan rahmat, sedangkan orang-orang munafik saling menipu dengan maksiat.”

Jadilah hamba yang tidak hanya memperbaiki dirinya, tapi juga mengajak orang lain menuju Rabbnya. Menjadi sebab orang lain mencintai Allah adalah bentuk amal jariyah yang terus mengalir, bahkan setelah kematian.

Penutup
Di dunia ini, ada banyak jalan menuju keridhaan Allah. Tapi jalan yang membuat seseorang menjadi kekasih Allah adalah jalan dakwah dan nasihat yang tulus. Karena mereka tidak hanya hidup untuk dirinya, tapi untuk menyambungkan hati manusia dengan Sang Pencipta. (nano)

Nano Sumarno:
Tinggalkan Komentar