Yang Belum Tahu, Begini Tiga Adab Mengunjungi Orang Sakit

banner 468x60
Ilustrasi. (Foto: Freepik)

Sukoharjonews.com – Menengok orang sakit sudah menjadi hal biasa dalam kehidupan sehari-hari. Namun, tidak semua orang mengetahui adab-adab saat menengok orang sakit. Berikut penjelasan para ulama terkait tiga adab menjenguk orang sakit!

Dikutip dari Bincang Syariah, Kamis (22/1/2026), syahdan, menjenguk orang sakit merupakan ibadah yang dianjurkan oleh Islam. Anjuran tersebut pun datang langsung dari Baginda Nabi Muhammad. Melalui untaian lisannya, Nabi bersabda sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari;

وعن أَبي موسى قال: قالَ رسولُ اللهِ ﷺ: عُودُوا المَرِيضَ، وَأَطْعِمُوا الجَائعَ، وفَكُّوا العَاني

Artinya: Dari Abi Musa al-Asyhari berkata ia, nabi Muhammad bersabda, kunjungi kamulah orang sakit, hendaknya kamu beri makan orang yang lapar, dan bebaskanlah tawanan.

Ada pula hadist yang bersumber dari Imam Muslim. Rasullullah bersabda;

وعن ثوبان ، عن النبي ﷺ قَالَ: إنَّ المُسْلِمَ إِذَا عَادَ أخَاهُ المُسْلِمَ لَمْ يَزَلْ في خُرْفَةِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَرْجِعَ، قِيلَ: يَا رَسولَ الله، وَمَا خُرْفَةُ الجَنَّةِ؟ قَالَ: جَنَاها

Artinya: Dari Sauban, dari Nabi Muhammad semoga Allah mencurhakan ridha, ia bersabda;sesungguh seorang muslim apabila ia mengunjungi saudaranya yang dalam keadaan sakit, maka ia selalu berada di taman surga. Lantas baginda Nabi ditanya; bagaimana taman surga itu? Kemudian beliau menjawab: “Taman surga itu penuh dengan pelbagai buah-buahan yang dapat dipetik.

Selanjutnya, dalam Islam juga terdapat pelbagai adab menjenguk orang sakit. Seyogianya adab tersebut merupakan rambu yang patut menjadi perhatian, ketika hendak mengunjungi teman, sahabat, famili, atau hantai tolan yang sedang sakit. Agar ketika mengunjungi kita tak justru menambah beban mental bagi orang yang sakit.

Imam Nawawi al Jawi dalam kitab al-Adzkar menjelaskan bahwa adab menjenguk orang sakit yang pertama adalah memberikan kesenagan dan kabar baik kepada orang yang sakit. Tujuannya agar hati pasien yang sakit senang. Selain itu, agar pasien yang sakit bertambah semangatnya untuk segera sembuh.

Misalnya orang yang mengunjungi si pasien mengatakan; “Kata dokter, Anda akan segera sembuh”, atau “Penyakit seperti ini akan cepat sembuh”, atau “Jangan patah semangat, setiap penyakit ada obatnya”, atau “Segera sembuh, biar kita kembali bisa belajar dan bermain bersama kembali,”. Demikian ucapan yang bisa dikatakan kepada orang yang sakit.

Menyenangkan hati orang yang sakit sesuai dengan hadis Nabi Muhammad SAW;

عن أبي سعيد الخدريّ رضي اللّه عنه قال‏:‏ قال رسول اللّه صلى اللّه عليه وسلم‏:‏ ‏”‏إذَا دَخَلْتُمْ على مَرِيضٍ فَنَفِّسُوا لَهُ فِي أَجَلِهِ، فإنَّ ذلكَ لا يَرُدُّ شَيْئاً وَيُطَيِّبُ نَفْسَهُ‏”‏

Artinya: dari Sa’id al Khuduri semoga Allah meridhainya berkata ia, bersabda Rasulullah SAW; apabila kamu mengunjungi orang yang sakit, maka katakanlah ia akan sembuh dan tetap hidup, meskipun itu tak akan menolak ajalnya (Baca: sebagai motivasi untuk sehat), dan senangkanlah hati orang yang sakit.

Kedua, adab menjenguk orang yang sakit selanjutnya adalah mendoakan pasien sakit tersebut. Mendoakan orang yang sakit merupakan anjuran dari Rasullulah. Hal ini berdasarkan hadis Nabi Muhammad SAW;

(فقد عاد النبي صلى الله عليه وسلم سعد بن أبي وقاص وقال : ( اللهم اشف سعداً ، ثلاثاً

Artinya: Sesungguhnya Nabi mengunjungi Saad bin Abi Waqas yang sedang sakit. Dan baginda Nabi mendoakan Sa’ad; Ya Allah berikanlah kesembuhan kepada Sa’ad” sebanyak tiga kali. (HR. Bukhari dan Muslim).

Kemudian ada juga hadis riwayat Imam Muslim tentang doa yang diucapkan nabi ketika menjenguk orang sakit;

أَذْهِبْ الْبَاسَ رَبَّ النَّاسِ , وَاشْفِ أَنْتَ الشَّافِي , لا شِفَاءَ إِلا شِفَاؤُكَ شِفَاءً لا يُغَادِرُ سَقَمًا

artinya: Wahai Tuhan manusia hilangkan sakitnya. Sembuhkanlah, Engkau Maha Pemberi kesembuhan. Tidak ada kesembuhan melainkan kesembuhan dari-Mu. Kesembuhan yang tidak meninggalkan kepayahan.” (HR. Muslim/nomor 2191)

Adab ketiga, seyogianya tidak terlalu duduk lama ketika mengunjungi orang yang sakit.

Dalam Hasyiyah ar Raudi al Mubi’i as Syarhi Zaari al Mustaqniq, Ibn Qayyim mengatakan hendaknya ketika seorang membesuk saudaranya yang sedang sakit, jangan duduk lama ditempat orang yang sakit tersebu. Lebih baik kunjungannya dipercepat. Pasalnya, agar tidak membuat kesusahan bagi keluarga dan orang yang menjaga pasien sakit tersebut.

Ibnu Qosim dalam kitab Hasyiyah ar Raudi al Mubi’i as Syarhi Zaari al Mustaqniq, jilid 3, halaman 12;

ولا يطيل الجلوس عنده في الجملة

Artinya: Jangan terlalu lama duduk saat mengunjungi orang sakit.

Demikian penjelasan tiga adab menjenguk orang sakit. (nano)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *