Sukoharjonews.com – Setelah Honda meluncurkan sistem E-Clutch baru pada Honda CB650R dan CBR650R di EICMA 2023 baru-baru ini, nampaknya membuat pabrikan lain mengalihkan perhatiannya untuk mengembangkan sistem gigi yang membantu pengendara mendapatkan pengalaman berkendara baru. Tampaknya Yamaha menjadi pabrikan Jepang berikutnya yang meluncurkan sistem gigi baru dengan penggunaan serupa.
Dikutip dari Greatbiker, Rabu (10/7/20240, Yamaha Y-AMT atau “YAMAHA AUTOMATED MANUAL TRANSMISSION” Jika dijelaskan secara sederhana, pengoperasian sistem transmisi ini merupakan sistem transmisi manual dengan aktuator yang digerakkan oleh motor yang mengontrol pengoperasian kopling dan perpindahan gigi pengendara, sehingga memungkinkan itu untuk digunakan dalam mode otomatis dan manual.
Secara mekanis, sistem tersebut hanya memerlukan penambahan sistem aktuator dan komputer kendali (disebut ECU, TCU, MCU, dll) pada kendaraan yang menggunakan sistem transmisi manual umum. Oleh karena itu, dapat diinstal tanpa modifikasi besar.
Hal itu dapat dimodifikasi agar sesuai dengan model yang ada dan memiliki keuntungan utama yaitu biaya pengembangan yang lebih rendah. Selain itu, pengendara dapat memilih mode transmisi AT dan MT yang penggunaannya hampir sama.
Pengoperasian sistem transmisi otomatis memiliki 2 sub mode lagi yaitu mode Standar dan mode Sport, masing-masing mode memiliki tingkat penundaan perpindahan gigi yang berbeda untuk menyesuaikan berkendara yang membutuhkan kecepatan mesin berbeda.
Sedangkan sistem MT memiliki tombol + dan – di stang kiri untuk menambah dan mengurangi gigi dengan menekan. Oleh karena itu, pada pijakan kaki tidak lagi terdapat tuas persneling yang memerlukan penggunaan kaki, termasuk tuas kopling yang tidak diperlukan. Atau bisa juga diubah menjadi rem tangan belakang seperti sistem rem pada skutik yang bisa dilakukan pada beberapa model.
Yang mungkin menjadi pertanyaan besar adalah apa perbedaan sistem Y-AMT dengan Sistem E-Clutch Honda? Sistem kubu bersayap akan menambahkan aktuator menggunakan motor yang mengontrol pelepasan kopling, yang akan dikontrol oleh kotak MCU, yang akan membantu tuas kopling tetap dapat digunakan secara normal seperti sebelumnya, baik dalam kasus menghidupkan mesin, mengganti dan menaikkan serta menurunkan gigi, termasuk memotong tenaga mesin ke sistem transmisi tenaga akhir pada roda belakang.
Perbedaan pentingnya, sistem Honda E-Clutch tetap harus memasang sistem kopling dan tuas kopling asli. Dan begitu pengemudi memegang kopling seperti biasa, sistem akan langsung memutus aktuator, yang menyebabkan mobil kembali ke mode berkendara transmisi manual yang mengharuskan kopling digunakan baik saat gigi turun maupun naik.
Dan yang terpenting, harus ada tuas persneling di bagian kaki untuk menendang perpindahan gigi, berbeda dengan sistem Y-AMT yang tidak lagi memiliki tuas kopling atau tuas persneling sehingga mengurangi jumlah suku cadang pada mobil.
Sederhananya, sistem Y-AMT akan berfungsi lebih mirip dengan sistem DCT Honda dibandingkan sistem E-Clutch. Namun kelebihan besar dari sistem Y-AMT adalah dapat dipasang pada semua sepeda motor dengan sistem transmisi manual dengan biaya yang relatif murah.
Alhasil, harga jual produk yang dilengkapi sistem Y-AMT tidak akan jauh dari harga jual sistem transmisi standar. Sepertinya Yamaha akan segera memasang sistem ini pada produk percontohan MT-09 dan XSR900GP sebelum beralih ke lebih dari 20 produk dalam inventarisnya. (nano)
Tinggalkan Komentar