Sukoharjonews.com – Xiaomi telah meluncurkan peralatan dapur pintar baru di China. Produk terbaru perusahaan ini adalah Kompor Gas Xiaomi Mijia Timer 3 Pro, yang memulai debutnya di platform Youpin.
Dikutip dari Gizmochina, Minggu (26/4/2026), harganya 2.299 yuan atau Rp5,7 jutaan, tetapi penawaran terbatas memberikan diskon menjadi 1.899 yuan atau Rp4,7 jutaan. Kompor ini dirancang untuk pengguna gas alam dengan prioritas pada keselamatan, otomatisasi, dan efisiensi energi.
Spesifikasi Kompor Gas Xiaomi Mijia Timer 3 Pro
Inti dari sistem ini adalah probe paduan titanium yang sensitif terhadap tekanan yang memantau suhu panci secara real-time. Jika mendeteksi bahwa panci terlalu panas atau kehabisan gas, sistem dapat secara otomatis mematikan gas dan memadamkan api. Xiaomi mengatakan fitur anti-kering ini tersedia pada kompor sebelah kanan.
Kedua kompor juga mendukung timer bawaan mulai dari 1 hingga 180 menit. Setelah waktu yang ditetapkan tercapai, kompor secara otomatis mematikan aliran gas dan memadamkan api.
Dari segi performa, kompor ini menghasilkan daya panas hingga 5200W. Xiaomi mengklaim mendukung pembakaran efisien tinggi dengan efisiensi termal hingga 70% dan memenuhi standar efisiensi energi Level 1 yang baru. Perusahaan juga memperkirakan bahwa pengguna dapat menghemat sekitar 1.680 yuan biaya gas selama delapan tahun.
Desainnya juga berfokus pada perawatan. Kompor ini menggunakan panel kaca AG anti-sidik jari, kepala kompor yang dapat dilepas, dan rak panci yang dapat dilepas untuk memudahkan pembersihan. Kompor ini juga dilengkapi dengan sasis yang dapat disesuaikan, yang memungkinkan pemasangan tanpa memodifikasi lubang dapur yang sudah ada.
Fitur pintar juga meluas ke ekosistem rumah pintar. Saat dipasangkan dengan aplikasi Mi Home dan tudung asap yang kompatibel, kompor dapat mengirimkan peringatan untuk penggunaan yang tidak normal, seperti padamnya api atau pembakaran kering. Namun, Xiaomi mencatat bahwa kompatibilitas bergantung pada model tertentu, terutama untuk tudung asap yang lebih lama.
Ada juga beberapa keterbatasan. Sistem anti-pembakaran kering memerlukan kontak langsung dengan peralatan masak logam, artinya panci keramik, kaca, atau tanah liat mungkin tidak berfungsi dengan baik dengan fitur ini. (nano)
Tinggalkan Komentar