
Sukoharjonews.com – Apakah tidak mengonsumsi lemak adalah cara yang tepat untuk mengelola kolesterol? Mungkin tidak. Simak kesalahan lain yang mungkin Anda lakukan dalam upaya menjaga kadar kolesterol Anda tetap terkendali.
Apakah Anda sedang mengonsumsi obat kolesterol, tetapi kadar kolesterol Anda tak kunjung turun? Mengonsumsi makanan yang digoreng atau makanan ultra-olahan sesekali mungkin tampak tidak berbahaya, tetapi mungkin justru lebih berbahaya daripada bermanfaat dalam jangka panjang. Pola makan yang buruk adalah salah satu penyebab kolesterol paling umum, selain gaya hidup yang kurang gerak, tingkat stres yang tinggi, dan konsumsi alkohol yang berlebihan.
Dikutip dari Healthshots, Sabtu (20/9/2025), meskipun Anda mungkin berpikir bahwa Anda telah menghindari semua faktor ini, mungkin masih ada beberapa kesalahan yang Anda lakukan, yang dapat menyebabkan kadar kolesterol Anda naik. Berikut daftar periksa mudah untuk Anda agar dapat menandai semua hal yang Anda lakukan untuk menjaga kadar kolesterol Anda tetap terkendali.
Apa itu kolesterol?
Kolesterol adalah zat seperti lilin dan lemak dalam darah yang diperlukan untuk membangun sel-sel sehat, memproduksi hormon, dan membantu pencernaan. “Tubuh memproduksinya secara alami, tetapi juga dapat diperoleh dari makanan yang tidak sehat, yang dapat menyebabkan penumpukan plak di arteri. Hal ini meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Kadar kolesterol yang sehat dapat dipertahankan dengan olahraga, pola makan yang baik, dan gaya hidup aktif,” jelas ahli jantung, Dr. Chirag D.
Ada empat jenis kolesterol dalam tubuh kita:
– LDL atau lipoprotein densitas rendah: Dikenal sebagai kolesterol jahat. Kadar LDL yang tinggi dalam tubuh dapat menyebabkan penumpukan di dinding arteri. Hal ini membentuk plak, dan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.
– HDL atau lipoprotein densitas tinggi: Ini adalah kolesterol baik yang membuang kelebihan kolesterol dari aliran darah. HDL membawanya kembali ke hati untuk dibuang. Kadar HDL yang baik membantu melindungi dari penyakit jantung dengan mencegah penumpukan plak. – VLDL atau lipoprotein densitas sangat rendah: Ini juga mirip dengan LDL, namun, ia terutama membawa trigliserida, jenis lemak lain. Kadar VLDL juga harus dijaga karena ini juga dapat menyebabkan pembentukan plak.
– Trigliserida: Ini menyimpan kelebihan kalori dalam tubuh kita dan menyediakan energi saat dibutuhkan. Kadar trigliserida yang tinggi, bersama dengan LDL yang tinggi atau HDL yang rendah, dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.
Mengapa kolesterol naik?
Ada berbagai alasan untuk LDL tinggi, termasuk pola makan yang tinggi lemak jenuh dan lemak trans, gaya hidup yang tidak banyak bergerak, obesitas, merokok, dan minum alkohol berlebihan. Stres juga dapat meningkatkan kadar hormon tertentu, seperti kortikosteroid, dan ini dapat menyebabkan tubuh Anda memproduksi lebih banyak LDL, menurut penelitian yang diterbitkan oleh Institut Jantung dan Paru Nasional AS. “Meskipun beberapa orang mungkin secara alami memiliki kadar LDL yang lebih tinggi, kondisi medis seperti diabetes dan hipotiroidisme juga berkontribusi terhadap peningkatan kadar tersebut,” jelas Dr. Chirag.
8 Kesalahan Umum dalam Menurunkan Kolesterol
Meskipun ada banyak penyebab LDL meningkat dalam tubuh kita, beberapa di antaranya dapat dihindari. Berikut beberapa kesalahan pola makan dan gaya hidup yang perlu Anda waspadai:
1. Menghindari semua lemak
Tidak semua lemak menyebabkan peningkatan LDL. Saat menjalani diet untuk menurunkan kadar LDL, pastikan untuk memasukkan lemak sehat seperti yang terdapat dalam alpukat, kacang-kacangan, dan minyak zaitun. Ini dapat meningkatkan kadar LDL. Namun, penting untuk mengurangi lemak trans dan lemak jenuh.
2. Mengandalkan Obat Saja
Beberapa orang hanya mengandalkan obat-obatan tanpa melakukan perubahan gaya hidup yang diperlukan untuk menurunkan kadar LDL mereka, sehingga membatasi manfaat jangka panjang, jelas Dr. Chirag. Penting untuk menggunakan obat-obatan yang dikombinasikan dengan diet sehat untuk jantung, olahraga, dan manajemen stres. Hal ini akan menghasilkan kontrol kolesterol yang lebih baik secara keseluruhan.
3. Kebiasaan olahraga yang buruk
Gaya hidup yang kurang gerak meningkatkan LDL dan menurunkan HDL dalam tubuh. Hal ini meningkatkan risiko penyakit jantung. Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal BMC juga mengamati bahwa aktivitas fisik yang intens berhubungan positif dengan kolesterol HDL. Lakukan aktivitas fisik rutin seperti jalan cepat, bersepeda, atau berenang setiap hari untuk mengurangi risiko ini.
4. Kurangnya asupan serat
Pola makan rendah serat juga meningkatkan kadar LDL. Hal ini karena serat membantu membuang kelebihan kolesterol dalam tubuh. Untuk mengatasinya, tambahkan lebih banyak sumber makanan kaya serat seperti biji-bijian utuh, buah-buahan, sayur-sayuran, dan kacang-kacangan ke dalam pola makan Anda. Hal ini juga akan mendukung kesehatan jantung dalam jangka panjang.
5. Melewatkan pemeriksaan rutin
Banyak orang lupa memeriksa kadar kolesterol mereka hingga muncul kondisi serius, kata Dr. Chirag. Namun, hal ini bisa sangat berbahaya bagi pasien kolesterol. Melakukan pemeriksaan rutin dan mengunjungi dokter untuk mengelola kolesterol secara proaktif dapat mengurangi terjadinya penyakit apa pun.
6. Mengonsumsi lemak tidak sehat
Mengonsumsi lemak jenuh dan lemak trans berlebihan dari makanan yang digoreng, camilan olahan, dan daging merah dapat meningkatkan kadar LDL. Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Current Atherosclerosis Reports menyatakan bahwa asupan lemak jenuh merupakan penyebab utama peningkatan LDL. Solusinya adalah mengganti lemak tidak sehat tersebut dengan lemak baik dengan mengonsumsi kacang-kacangan, biji-bijian, minyak zaitun, dan ikan berlemak, yang dapat membantu meningkatkan kadar HDL (kolesterol baik).
7. Manajemen stres yang tidak memadai
Dalam hal kolesterol, stres berperan penting dalam mempercepat peningkatan kadar LDL. Oleh karena itu, manajemen stres yang efektif sangat penting. Stres kronis dapat meningkatkan kadar kortisol, yang dapat berkontribusi pada peningkatan kadar tersebut. Aktivitas seperti meditasi, yoga, dan pernapasan dalam dapat membantu mengendalikan stres.
8. Konsumsi alkohol berlebihan
Meskipun konsumsi alkohol dalam jumlah terbatas masih dapat dikelola, mengonsumsi terlalu banyak alkohol dapat menyebabkan trigliserida tinggi dan masalah jantung lainnya. Alkohol juga menambah kalori ekstra tanpa memberikan nutrisi apa pun. Berat badan berlebih dapat menyebabkan kadar LDL lebih tinggi dan kadar HDL lebih rendah. Oleh karena itu, sebaiknya hindari alkohol sebisa mungkin.
Cara Menjaga Kolesterol Tetap Terkendali
Meskipun kadar LDL yang tinggi dapat sangat berisiko bagi jantung Anda, ada beberapa cara yang sangat mudah untuk menjaga kadar kolesterol Anda tetap terkendali. Konsumsi kacang-kacangan, biji-bijian, dan minyak zaitun sebaiknya ditingkatkan untuk memasukkan lemak sehat ke dalam pola makan. Selain itu, penting untuk melakukan olahraga intensitas sedang setidaknya 30 menit per hari, seperti jalan cepat, bersepeda, dan berenang, atau setidaknya lima hari seminggu untuk meningkatkan kadar kolesterol baik dalam tubuh. Selain itu, seseorang harus berhenti merokok dan menghindari konsumsi alkohol berlebihan.
Salah satu alasan utama seseorang memiliki kadar LDL tinggi adalah berat badan berlebih, terutama di sekitar perut. Penurunan berat badan sedikit saja dapat membantu menurunkan kadar kolesterol. Stres yang berlebihan meningkatkan perilaku makan dan berat badan yang tidak sehat, yang dapat mengubah kadar kolesterol. Praktikkan teknik relaksasi seperti meditasi, pernapasan dalam, atau yoga. Tes darah rutin harus dilakukan untuk memantau kadar kolesterol Anda. Penting untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum melakukan perubahan gaya hidup besar atau mengonsumsi obat-obatan. (nano)















Facebook Comments