Waspada Penipuan, Taspen Ajak Pensiunan Tingkatkan Kewaspadaan

Ilustrasi. (Foto: Dok Taspen)

Sukoharjonews.com (Jakarta) – Modus penipuan yang mengatasnamakan PT Taspen (Persero) masih saja muncul. Untuk itu, Taspen mengimbau seluruh peserta dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan Taspen.

Modus tersebut terus berkembang, mulai dari penggunaan akun media sosial palsu, pesan melalui WhatsApp, penyebaran tautan phishing, pemalsuan surat atau dokumen resmi, hingga pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Salah satu modusnya penawaran program penyaluran dana bantuan bagi pensiunan melalui kanal komunikasi tidak resmi yang berpotensi menyesatkan masyarakat.

Corporate Secretary Taspen, Henra, menegaskan bahwa perlindungan peserta merupakan salah satu prioritas utama Taspen dalam menghadapi meningkatnya berbagai modus kejahatan digital yang memanfaatkan nama perusahaan.

“Kami mengimbau peserta dan masyarakat untuk selalu memverifikasi setiap informasi yang diterima serta tidak mudah memberikan data pribadi kepada pihak yang tidak dapat dipastikan keabsahannya,” ujarnya, dilansir dari laman KabarBUMN, Senin (6/7/2026).

Data Badan Pusat Statistik (BPS) dan sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kelompok lanjut usia masih menghadapi tantangan dalam memahami keamanan digital dan memverifikasi informasi yang diterima.

Kondisi ini menjadi perhatian khusus mengingat sebagian besar peserta TASPEN merupakan kelompok pensiunan, sehingga peningkatan literasi digital menjadi salah satu langkah penting untuk melindungi peserta dari berbagai bentuk penipuan yang memanfaatkan teknologi dan media digital.

Sebagai bentuk perlindungan kepada peserta, Taspen mengimbau masyarakat untuk menerapkan prinsip “Tahan, Pastikan, Laporkan” dalam menyikapi setiap informasi yang diterima.

Masyarakat diharapkan menahan diri untuk tidak langsung mempercayai informasi yang beredar, memastikan kebenaran informasi melalui kanal resmi Taspen, serta melaporkan akun atau pihak yang terindikasi melakukan penipuan.

Taspen menegaskan perusahaan tidak pernah meminta peserta untuk membayar biaya administrasi tertentu, mengirimkan kode OTP, PIN, kata sandi, maupun data rahasia lainnya untuk memperoleh layanan atau manfaat program.

Taspen juga mengajak masyarakat untuk memperoleh informasi hanya melalui kanal resmi, termasuk situs resmi Taspen, akun media sosial resmi Taspen, aplikasi Andal by Taspen, kantor cabang Taspen, serta Call Center Taspen 1500 919. (nano)

Nano Sumarno:
Tinggalkan Komentar