Sukoharjonews.com – Dalam menjalin hubungan asmara jangka panjang, khususnya dalam pernikahan, sangat disarankan untuk membangun keintiman yang sehat. Para ahli menyebutkan bahwa hubungan yang intim dan harmonis berperan penting dalam memberikan dukungan sosial, emosional, serta kesejahteraan fisik, termasuk membantu regulasi emosi.
Dikutip dari Psychology Today, Minggu (20/4/2025), hubungan yang intim dengan pasangan juga terbukti dapat memberikan manfaat positif bagi kesehatan. Oleh karena itu, penting untuk memahami perilaku-perilaku yang dapat memperkuat maupun melemahkan keintiman dalam suatu hubungan. Berikut ini adalah empat perilaku yang dapat merusak keintiman dengan pasangan:
1. Ketidakmampuan Mengekspresikan Kebutuhan
Mengekspresikan kebutuhan pribadi bukanlah hal yang mudah bagi sebagian orang, khususnya mereka yang tumbuh dalam lingkungan yang kurang mendukung secara emosional. Ada rasa takut dan kekhawatiran bahwa menyampaikan kebutuhan kepada pasangan justru akan membebani atau membuat mereka merasa tertekan. Padahal, komunikasi yang jujur tentang kebutuhan adalah hal penting dalam hubungan yang sehat.
2. Tidak Mampu Meminta Maaf dengan Tulus
Meminta maaf secara tulus merupakan keterampilan yang tidak semua orang miliki, terlebih jika seseorang dibesarkan di lingkungan keluarga yang jarang menunjukkan permintaan maaf secara terbuka. Permintaan maaf yang tulus menunjukkan bahwa seseorang mengakui kesalahan dan memiliki itikad untuk memperbaiki luka yang telah ditimbulkan kepada pasangannya.
3. Sering Mengalihkan Pembicaraan
Dalam hubungan yang sehat, kedua pasangan seharusnya saling mendengarkan dan menghargai satu sama lain. Saat pasangan menyampaikan keluhan atau perasaan, mereka berharap didengarkan sebagai bagian dari usaha menjaga hubungan tetap harmonis dan mengurangi emosi negatif. Mengalihkan pembicaraan justru bisa membuat pasangan merasa diabaikan dan tidak dihargai.
4. Mengabaikan Keinginan Pasangan untuk Menghabiskan Waktu Berkualitas
Waktu berkualitas (quality time) merupakan elemen penting dalam menjaga keutuhan hubungan jangka panjang. Meski tidak harus sering, meluangkan waktu bersama di sela kesibukan—seperti berjalan-jalan berdua di akhir pekan dapat mempererat hubungan. Ketika pasangan mengajak melakukan kegiatan bersama, itu merupakan wujud usaha mereka untuk meningkatkan keintiman. Maka dari itu, sepadat apa pun jadwal yang dimiliki, sebaiknya tetap berusaha memberikan respons positif terhadap ajakan tersebut.(patrisia argi)
Tinggalkan Komentar